---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Assalamu'alaikum Wr Wb Menyambung tulisan Goro-goro, semalam temanku datang lagi, sambil ngomel ngomel ..... " Nah apa saya bilang ? Koalisi demi koalisi makin ramai kan?. Apa kamu pikir suku Ijo royo royo bukan reformis? Kalau boleh kubilang suku ini pada level massa bawahnya memang reformis, banyak ketidak adilan yang mereka terima semasa orde Bagaspati, namun cukup banyak elite pimpinannya yang selama 30 tahun bertindak kayak opportunis tulen. Terkadang mereka se-olah olah menjadi kayak oposan di DPR/MPR, namun sepertinya cuma kayak Warkop dipanggung (kalau Warkop ketawa serta ndagel dipanggung, terus sedih dan marah diluar panggung karena nunggu order lawak nggak menentu. Lha elite partai itu seolah marah dan kecewa dipanggung, terus dibelakang panggung ketawa menikmati fasilitasnya). Contoh kepala sukunya, emang nggak pernah dapat konsesi hutan/HPH yang luasnya kl 100.000 Ha ditahun 1970 an yang dikontrak karyakan kepada pengusaha lain, ditahun 1980 an dapat konsesi plus kredit lunak perkebunan besar yang juga di-joint-kan juga ..... disambung dengan kredit HTI alias reboisasi yang berbunga selunak kotoran manusia (lunak sekaliiiii), yang akhirnya dilengkapi dengan konsesi pertambangan (emas??) di Kalimantan pada 1990 an. Coba deh tanya areal hutan di Ketungau kabupaten Sintang (Kalimantan Barat) punya siapa ditahun 1970-1995? Nah, apa itu namanya perjuangan menentang apa penikmatan orba? Emangnya sang Bagaspati waktu berkuasa mau membagi bisnis fasilitas kepada person yang bukan kroninya? Mustahil...... Elite suku ini cukup cerdik dalam mengayun emosi dan aspirasi massa bawah mereka, sambil berperan hero ..... banyak yang ikut berebut menikmati rezeki yang tercecer dari orde/klan Bagaspati. Sudah gitu, di Yogya dikatakan oleh jurkam suku Ijo royo royo bahwa mas Gareng siketua suku Matahari berduri yang datang kerumah ketua sukunya melamar .. minta .. agar bisa bergabung ( lha di Detik.com dikatakan nggak gitu, di lintasan 6 SCTV jelas banget rekaman waktu dia ngomong gitu. Apa jurnalis kita ikut main obok2an?) Seperti yang kukatakan beberapa hari lalu, sang Bagaspati akan berusaha memporak porandakan gejala penyatuan visi suku2 lawannya yang punya massa banyak, antara lain melalui suku lain yang selama ini elitenya terkesan blawur alias samar2 terkendali. Mulai terlihat wajah2 telanjang berikut ekpresinya dan gambaran sebenarnya dari masing2 elite politik kita. Mari kita berdoa agar iman dan dedikasi politikus2 reformis kita tetap tegar, semoga gosokan .. rayuan ... dan goyangan yang gencar ditujukan buat menggoyahkan keyakinan mereka, dapatlah diatasi. Ada kesan, bahwa menjelang pemilu ini, makin digalakkan suatu budaya saling menjelekkan, saling memfitnah dan saling menjatuhkan. Ini rawan sekali, bisa membuat keributan atau pertentangan yang berkepanjangan, dan tidak menguntungkan buat negara dan bangsa. Jauh menyimpang dari cita2 reformasi secara mendasar, dimana pembenahan dan perombakan system (baik politik, ekonomi maupun pemerintahan) demi kebaikan negara dan peningkatan pengawasan terhadap pelaku pemerintahan. Jangan cuma mementingkan ambisi politik dan malah ikut irama statusquo yang memang menghendaki adanya suatu chaos politik (terpecah belah kucar kacir antar partai.. kelompok .. agama .. suku), karena itu memang salah satu starteginya buat tetap mempertahankan kekuasaannya. Sebenarnya semua usaha pemecahan sudah terbaca jelas, antara lain dengan adanya pengamat politik karbitan Bagaspati, yang bilang cuma satu orang yang reformis beneran diantara tiga kepala suku reformis yang membuat penyatuan visi. Sepertinya ada politik adu domba, atas pesanan pihak2 yang berkepentingan, ada yang tidak menghendaki terjadinya penyatuan dikubu reformis. Ada kelompok (nggak semua lho) di KBUI yang sepertinya mulai mau memilah milahkan kekuatan reformis, dengan membuat pemilihan tokoh2 baik yang paling reformis atau paling pro statusquo, woalah .. di-era yang memerlukan persatuan dan kesatuan malah bikin kontes, kok malah kayak orba deh ... politik devide et impera secara diam2.Kalau cuma pemilihan yang paling pro statusquo sih okay, lha kalau harus milih yang paling reformis ......kok sepertinya melangkahi pemilu, apa nggak sebaiknya pemilu atau rakyat yang menentukan, ... lho kok kayak mau mempengaruhi opini walau dengan resiko terbelah. Apa nggak entar massa bawahnya jadi pada ribut, kalau nggak setuju kriterianya? Apa nggak ada program lain dari mengukur beda kadar ke reformis-an seseorang? Apa ada pesanan khusus buat pemecahan? Apa mau memaksakan kehendak ( yang mau mimpin bangsa ini harus ikut aturan dan kriteria kelompok kami hahahaha pantat harus seksi, wajah harus manis ...., lho katanya demokrasi)? Eh gimana kabar mas Rama Pratama, sudah tenang ya buat masa depan? Adik2, dimasa revolusi kemerdekaan dulu, rasanya tidak ada acara kayak gini, semua sibuk berjuang dibidang masing2 yang berbeda... tanpa ada upaya untuk memperlebar perbedaan itu. Walah walah, jangan sampai ambisi lebih berat dari dedikasi. Jangan kebanyakan ngomong deh, entar bingung kalau ditagih realisasi omongannya. Ada lagi yang getol ngadu massa dengan issue agama, ras, suku ..... wah sampai2 ada diantaranya yang sempat nyetak selebaran, malangnya ketangkap. Sudah gitu caleg lagi, malunyaaaaa?? Walah ..walah ... gede lho dosanya menyalah gunakan agama buat kepentingan pribadi .. pak de, bu de, tante , om, mas, mbak......... Nah lebih jelas lagi, dengar kata2 sipendekar cebol van Kuningan di Batam, jangan beli kucing dalam karung, awas......dengan komunisme .. marhaenisme dan sosialisme (lho terus yang bilang mau menggalakkan ekonomi kerakyatan termasuk kategori mana?) Jelas sudah siapa yang dijadikan sasaran tembak, kok bisa manis sih duetnya, ibarat gunting ...aku disini ... engkau disana ...sama saja. Kan masing2 mata gunting letaknya berlawanan alias berseberangan namun secara bersama bergerak, potong terussssss ... yang penting gue dan semua milikku selamet ...bisa buat gedek - gedek tujuh turunan .. eh ..generasi. Kalau massa yang diobok marah karena cubitan2 itu, lha kebetulan .. masukkan propokator kedalamnya ... ada legitimasi untuk menindak, wah .. anda mau membatalkan pemilu...wah anda dan massa anda perusuh ... wah anda tidak reformis .. wah anda mengganggu stabilitas nasional ... wah anda mau mengagungkan UUD 45 (lho ...soal UUD mau diubah atau tidak, tergantung kehendak mayoritas rakyat melalui perwakilannya di MPR/DPR hasil pemilu nanti. Emang tergantung saya pribadi? emang terserah mau kamu? Jangan diributkan sekarang deh soal itu.) Hahahaha ..... anda di-diskwalifikasi. Ini sih gaya lama mantan Bagaspati kalau mau menindak lawan2nya, lho katanya mau merubah total cara2 yang pernah dilakukan orba.......kok malah mirip? Belum lagi, bayang2 propokasi dari antek Bagaspati yang siap mengaduk hari2 kampanye (hehehe .. aparat hari ini 21-05 lagi sungsang sumbel memonitor adanya info alias indikasi propokator yang dikuatirkan mengaduk ibu kota. Berapa totalnya mas Elang? Dekat2 seratus ya?). Ditambah lagi mhsiswa hari ini juga akan bergerak buat peringatan setahun nyingkirnya sang Bagaspati, tambah ramai deh situasi ibu kota, hati2 dik.....ada propokator (entah hari ini pakai seragam merah atau ijo atau embuh ah, katanya ketangkep satu Jefri???) yang sudah gatel lho. Wah ... masih jauh panggang dari api .... kasihan rakyat kayak dinaikkan roller coaster, diangkat .. dibanting ...di sosorkan ke air .... dijungkir balikkan. Yang nyetel ya enak saja..tinggal pencet tombol, lha yang merasakan kan bisa muntah2 pingsan. Sepertinya saat ini bisnis lampu detektor uang palsu bakalan maju deh, abis kalau terima duwit mesti hati2, apalagi kalau uang hasil dari "pesanan khusus". Laris manis ....... Acara mendatang, lakon pemecahan disosialisasikan, waktu sudah mendesak...resiko ribut masa bodohlah ...kan yang nanggung masyarakat. Yang penting gue mau tinggal landas.....embuh endasmu kejitak kagak. Mari kita sport jantung deh, mudah2an kuat jantung ku, demi ambisi dan obsesi orang2 atas. Kan orang yang berdiri dibawah itu memang disediakan buat tumpuan loncat untuk yang diatas, yang diatas sibuk main akrobat sambil main mata kesono kemari. Mas Wir, memang benar kalau TNI dan Polri harus netral, tapi janganlah netral itu berarti diam dan lamban, please abangku ..... kenapa sih masih pakai cadar? Udah deh beberkan saja semua, biar ada panu .. kadas ..kurap ..nggak apa2 kok. Sudah cukup obokan yang membuat rakyat kecil harus menanggungnya. Mas Ryamirzad, terima kasih atas keterus terangan anda, semoga kelugasan seperti itu bisa bergema diinstitusi kita secara kuat. Kita kenang jendral Sudirman, yang tanpa predikat tertinggi, namun tetap menjadi idola dan panutan kita semua. Beliau adalah pahlawan yang tidak kalah besarnya dengan pahlawan2 lain di negeri ini, beliau tetap tokoh yang kita hormati. Aku ini..masih seperti yang dulu ...... jreng jreng ...... buah semangka berdaun sirih, aku disini .. engkau disana ...... sama saja (nyanyinya kayak Dewi Yull sama Broery .. masing2 dari balkon yang berseberangan) jreengg jrennnnng. Gue Ogah Lengser Karena Amat Rakus (jangan disingkat ya, entar salah lagi)" Selesai mulut temanku nyerocos, eh disambungnya lagi : " lho kok nggak ada kopi, ah sudah ya.......aku pergi saja deh" As ussual, saya cuma bisa bengong saja ... wes hewes hewes ...dia ngabur, persis "propokator". Sama seperti kemarin dulu aku jadi tambah bingung lagi, diiringi lamat2 lagu "red red wine" .... eh apa memangnya anggur merah selalu bikin orang pada mabuk? Wassalamu'alaikum Wr Wb Sidik Pamungkas (Mau bikin kontes, siapa reformis/demonstrans yang paling seksi, buat membintangi sinetron) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 May 1999 jam 15:11:32 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
