---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://click.indo-news.com/cgi-indo-news/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- TNI TUNDUK PADA PEMERINTAH BARU, TAPI HARUS TETAP DIPERHITUNGKAN Intro: TNI akan bersikap hormat dan tunduk kepada siapapun yang terpilih menjadi presiden baru, selama proses pemilihan itu berlangsung secara demokratis. Demikian Kaster TNI Letjen Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta Senin kemarin. Benarkah dengan begitu TNI tidak ingin berkuasa lagi? Berikut pengamat militer Salim Said: Salim Said [SS]: Anda harus melihat kembali di jaman revolusi ada tiga kekuatan politik. Soekarno, tentara dan partai-partai. Ketiga-tiganya ini sudah mencoba mengatur Indonesia. Tahun 50-an partai-partai menguasai Indonesia. Tahun 59 sampai 65 Soekarno mendapat kesempatan. Tahun 66 sampai 98 tentara mendapat kesempatan. Semuanya gagal. Jadi dengan pemilihan umum ini, kita lihat akan dicari format baru, mudah-mudahan akan ketemu format baru, di mana tidak ada lagi salah satu kekuatan yang mendominasi dengan exclude (tidak menyertakan, Red.) kekuatan lain, tetapi bentuknya itu haruslah mengakomodasi dasar-dasar yang telah diletakkan di dalam konstitusi. Anda harus melihat sikap tentara itu dalam rangka ini. Radio Nederland [RN]: Dengan demikian walaupun tentara ini menyatakan tunduk kepada pemerintah baru, mereka harus tetap diperhitungkan, ya? [SS]: Oh ya, ada lagi politik bahwa tentara itu masih satu kekuatan politik. [RN]: Sejauh mana menurut anda pendapat Kaster TNI ini mencerminkan pendapat kalangan TNI secara keseluruhan? [SS]: Saya kira sekarang ini yang memimpin tentara untuk pertama kali sejak jatuhnya Soekarno, pemimpin tentara yang betul-betul menguasai tentara, kecuali Soeharto dulu adalah Wiranto. Jadi apa yang dikatakan Bambang Yudhoyono sebagai policynya (kebijakan, Red.) Wiranto, saya kira itu yang berjalan. [RN]: Tetapi kan kabarnya sekarang di dalam TNI ada perpecahan karena Panglima Wiranto berhadapan dengan KSAD Soebagyo? [SS]: Ah, tidak betul, tentara itu bukan partai politik yang punya faksi-faksi. Wiranto itu sangat berkuasa sehingga dia bisa mengganti Kasum TNI tanpa melakukan wanjati. Itu luar biasa. Sebab Habibie berkali-kali menekankan bahwa urusan tentara dia serahkan kepada Wiranto. Ini bedanya dengan Soeharto. Soeharto itu sebenarnya de facto adalah Pangab selama Orde Baru. [RN]: Misalnya kita lihat kejadian di Aceh yang masih berlanjut kekerasannya, kemudian di Timor Timur yang juga masih dipertanyakan, bahkan sekarang muncul keprihatinan internasional, Sekjen PBB, Australia dan lain-lain. Sejauh mana kita bisa menganggap serius omongan semacam ini. [SS]: Ya, soal serius atau tidak itu sangat tergantung juga pada hasil pemilu nanti. Ini adalah politik. Anda jangan lupa tentara itu kekuatan politik. Tidak ada kekuatan politik yang menyerah begitu saja. Kalau menurut dia, dia itu masih bisa berkuasa. Bagaimana format peranan politik setelah Soeharto? Jawabannya sederhana, tidak seluruhnya tergantung pada tentara, tetapi juga tergantung kepada ada tidaknya pemerintah sipil, kekuatan politik sipil, yang dihasilkan Pemilu 7 Juni yang akan datang. Kalau tidak ada pemerintahan sipil yang kuat maka tentara akan tetap mempunyai pengaruh politik yang besar. Kalau memang partai-partai politik ini lebih sibuk dengan dirinya, tidak akur satu dengan yang lain, saling menghujat satu sama lain, maka mereka tidak akan berhasil menciptakan pemerintah sipil yang kuat dan credible (terandal, Red.). dan itu berarti kesempatan untuk tentara masih cukup besar. Saya kira sekarang mereka masih mementingkan republik. Justru karena mementingkan republik, mereka merasa harus memainkan peranan besar karena kekuatan-kekuatan lain dianggap tidak mementingkan republik. [RN]: Demikian pengamat militer Indonesia, Salim Said. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 May 1999 jam 06:16:51 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
