---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- KOLOM SUPANGKAT: RAKYAT DIGIRING SEPERTI KAMBING DENGAN UU PEMILLU 99 Mengapa rakyat digiring seperti kambing dengan UU Pemilu 1999? 1. Syarat utama: kalau tidak mencapai jumlah suara minimal 2% maka dalam pe- milu 2004 tidak boleh lagi turut serta. Proses demokratisasi setelah kita ditindas selama 40 tahun tidak akan mudah bang- kit kembali sebaik baiknya dan memakan waktu sedikitnya 4 tahun untuk benar benar bangkit melawan parpol statuskuo, siapapun juga mereka itu. Kegagalannya dalam pemilu pertama sesudah reformasi akan memberikan pendidikan politik yang baik sekali sehingga pemilu 2004 akan jauh lebih demokratis daripada 1999. Para penguasa dan parpol statuskuo mengetahui hal ini dan mereka harus mence- ganya agar supaya mereka bisa benar benar comback tahun 2004. Bukan begitu caranya kalau mau benar benar mau reformasi, demokratisasi. Rak- yat harus diberi kesempatan penuh untuk menarik pelajaran dari kesalahannya ta- hun 1999. Mengapa parpol yang hanya mampu meraih suara kurang dari 2% tidak diberi kesempatan untuk bergabung dengan parpol pilihannya masing masing se- hingga suara rakyat tidak disampahkan begitu saja? 2. Persyaratan bagi parpol baru tampaknya tidak berat, namun untuk organisasi dan kampanye di 7 propinsi, terutama yang tinggi kies quotient-nya seperti di luar Jawa sudah dimonopoli oleh Golkar berkat pengalamannya selama 32 tahun, para anggotanya yang terdaftar dan dana kampanye yang paling besar. Tidak mungkin parpol lain dapat menyamai jangankan mengatasinya. Maka dari itu UU Pemilu dibuat sedemikian rupa sehingga menjamin "voorsprong" (leaps) Golkar di bidang tsb diatas. 3. PPP sudah terlanjur bergelimang dosa menjadi kuda tunggangan Suharto selama Orde Baru, bahkan jaman Habibie pun masih juga melakukan perjinahan politik de- ngan ABRI hingga memberikan 38 kursi gratis di DPR dengan berbagai dalih yang tidak masuk akal sehingga kita sukar untuk mema'afkannya. Bahkan di Ciganjur para pemimpin menyetujui secara implisit kesinabungan perjinahan politik dengan ABRI move Abdurrachman Wahid yang menghendaki 6 tahun lagi dwifungsi ABRI. Sedangkan para pakar politik dalam dan luar negeri sependapat bahwa mustahil dilaksanakan demokratisasi murni selama ada dwifungsi ABRI. 4. Kita baru sadar sekarang ini bahwa Habibie adalah tokoh Golkar sejati yang berhasil ngibuli kita dengan kedok politik Islam ICMI dengan menempatkan sejum- lah tokoh Golkar yang berbendera ICMI sebagai Menteri Menteri dan Petinggi. 5. Walaupun dibenci, dihujat bahkan dikeroyok rakyat jelata, Golkar berhasil men- capai kemenangan yang masih bisa menentukan kehidupan politik selama 5 tahun mendatang baik dengan jalan Gerpol maupun dengan jalan koalisi terbuka dengan siapa lagi kalau bukan dengan PPP, parpol Islam kecil seperti PBB, Partai Keadi- lan, bahkan munkin dengan PAN Amien Rais yang sudah "desperate" (berputus asa nekad) karena kekalahannya yang "devastating" di luar dugaan semua pihak. 6. Pertarungan Golkar-PPP dengan PDI-P tidak mungkin bisa didamaikan sesudah pemilu 1999 karena Golkar melalui PPP bahkan PKB masih mampu menjegal Megawati sehingga menimbulkan kekacauan dalam tubuh PDI. "Grassroots followers" Mega yang fanatik dan terkenal garang, beringas, tidak akan membiarkan pemimpinnya dijadikan kuda tunggangan politik pimpinan PDI-P yang sudah mulai mau menggantikan Mega sebagai capres dengan tokoh ABRI yang bergelimang darah tangannya dalam pembantaian Muslim Tanjung Priok Try Su- trisno. Kesemuanya itu adalah bom waktu yang dengan sengaja ditanam dengan rapih oleh Golkar dan ABRI yang mau melanggengkan dwifungsinya, sehingga kemung- kinan clash fisik yang gawat antar-golongan masih terbuka lebar. Sebagai pengamat, kita cuma bisa mengamati, sedapat mungkin mencanangkan bahaya sebelum terlambat menjadi kenyataan. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Jun 1999 jam 15:25:17 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
