----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

A.AIDIT.

SURAT SUDAH DIA TERIMA MESKIPUN TIDAK
LANGSUNG DARI PINTU RUMAHNYA.

Menu yang disajikan oleh Professor H.B.Prolet.Gelandangan kali ini adalah
sebuah kuliah,yah,<kuliah> Gerontology. Tentang umur tua. Kuliah disajikan
dengan bahasa  yang terlalu dipaksa paksakan agar tampak
keren,ilmiah,intelek,pendek kata ingin mendapat kesan bahwa sang Professor
juga bisa menggunakan bahasa yang netjes disamping bahasa caci maki,hantam
kromo nyasar siapa saja.Tapi alangkah sayangnya kesan yang timbul cuma
kehambaran kepalsuan,kekosongan isi,dalam kalimat-kalimat yang mengatakan
sesuatu yang  sudah diketahui orang. Perlukah diberi contoh? . Untuk
apa.Saya harus menghemat halaman ini dan saya serahkan saja pada pembaca
menilainya sendiri itu isi kuliah Gerontology Prof.H.B.Prolet.Gelandangan
dalam kolomya yang sudah kesohor di seantero jagad raya ini.
Kembali ke bahasa netjes sang propesor.Baru sampai ke alinea 3 sudah ada
kata: <tahi>.Yah, tentu saja jorok. Tidak usah heran kita sedang berada di
comberan dekat dapur dan sekaligus juga kakus sang propesor. Di sinilah
sang propesor memilih menunya untuk disajikan pada pada setiap
orang.Sebagaimana biasa ia memilih bumbu-bumbu yang biasa digunakan orang di
dapur yang bisa membuat enak masakan.Tapi karna sang propesor memang
dasarnya jorok,tukang maki,iapun lalu menambahkan sepatu,kaos kaki dan
benda-benda najis lainnya kedalam belanga masakannya. Pokoknya apa yang
dekat dengannya ia masukkan ke dalam masakannya. Dan sebagai bumbu
terahir,bahkan mungkin juga sebagai bumbu pokok kesukaaannya adalah terasi
busuk,seperti yang terapat pada alinea 3 dan alinea-alinea berikutnya dari
kuliahnya yang briliant.
Mengenai nasihat propesor pada si tua bangka tukang restoran di Paris. Ini
tukang restoran digolongkannya sebagai tua bangka(bangkai). Tua bangka
menurut propesor sudah bangkai. Bau.Ah kasihan orang tua kok dianggap sudah
bangkai.Tapi menurut propesor bukan setiap orang tua adalah bangkai.
Pramudya dia golongkan bukan si tua bangka yang bangkai. Gelukkig!. Untung m
ak, ini Pramudya  adalah pengarang yang saya kagumi.Tapi suatu waktu kalau
ini propesor mengerti apa sebenarnya yang diperjuangkan Pramudya,pasti
kontan dia akan memaki Pramudya sejadi jadinya seperti itu si tua bangka
tukang restoran di Paris.Mengertikah dia?. Itu tidak penting. Yang kita
tangkap dari maksud sang propesor adalah keinginannya untuk merangkul. Ia
butuh merangkul dan juga terpaksa merangkul. Itu mengingat reputasinya yang
belakangan ini yang sudah hampir hampir dramatis.Bisa dimaklumi. Dia memaki
agama(terutama Islam),memaki Tuhan sebagai biadab,memaki para Nabi,memaki
suku bangsanya sendiri(Minang) sebagai bangsa pelit,mencela menghina para
milis Internet menulis tulisan tulisan tidak bernilai (tidak sehebat
dia),tidak berbakat,wayang orang,amburadul,aduh! Apa saja pokoknya semua
orang dia maki. Tapi yang saya prihatinkan adalah karna ia memaki
agama,memakiTuhan dan para Nabi yang dalam pada itu ia juga mengaku sebagai
muslim. Ini adalah perbuatan orang tolol,orang nekad dan sangat membahayakan
dirinya sendiri. Konyol.Dari hal ini saya punya kesan memang Islam di
Indonesia bagaimanapun adalah Islam yang cukup toleran. Hingga detik ini
,ini propesor tolol masih hidup dan bernafas meskipun di tempat ia ber
migrasi di Amerika.Dia rupanya ingin menjadi Salman Rusdy dan dia ingin
mendapatkan popularitas dengan sensasi memaki agama,memaki Tuhan dan para
Nabi dengan menggunakan kitab kitab yang dia sontek sana sini dengan modal
sedikit bahasa Inggris yang dikuasainya.Itulah rupanya yang ia pelajari
sebagai imigran di Amerika. Dengan perbuatannya itu dia telah banyak
menyakiti hati banyak orang Indonesia,terutama penganut agama Islam,yang
katanya adalah juga agama dia sendiri,agama keluarganya,agama  sebagian
besar bangsanya dan pula  salah satu agama terbesar di dunia.Tapi apa yang
telah dia peroleh dari petualangannya yang sangat berbahaya itu. Dendam dan
sakit hati banyak orang. Dan dia tetap angkuh,keras kepala dan terus
melanggar batas,suatu yang sangat dibenci oleh Tuhan(kalai dia masih
mengakui Qur�an itu adalah kitab suci Orang Islam). Angkuh dan melanggar
batas. Itulah yang dia lakukan setiap hari.Tapi juga dia tahu sudah semakin
semakin banyak orang yang muak dengan keangkuhannya itu dan ia sudah semakin
terpencil. Dia sekarang perlu merangkul. Dia yang mengaku dirinya lebih muda
dari cucunya si suharto juga katanya mengagumi bakat-bakat penulis penulis
muda di Internet yang dulu semua penulis segala umur adalah tidak bermutu
katanya. Sekarang ia mau merangkul itu <orang-orang tidak berbakat yang
merasa punya bakat untuk menulis>, sekarang dia rangkul. Bukan itu saja.<100
ulama pesantren Jawa-Bali-Madura yang baru baru ini bikin silaturahmi
mengecam MUI> (cuplikan dari kuliah propesor),juga ia rangkul. Juga Orang
tua bangka lainnya yang tidak dia golongkan jenis <bangkai> dia ingin
rangkul,dia punji. Sekali lagi, merangkul adalah keinginan dan juga
kebutuhan dia sekarang ini. Tapi masaalahnya bukan setiap orang mau dia
rangkul. Siapa sih yang mau dirangkul ini setan bekatul kelas
comberan,pemaki agama,pemakiTuhan dan Nabi-Nabi-NYA.Ini propesor telah
meninggalkan luka yang teramat dalam pada setiap penganut agama yang serius
tidak pandang apa aliran agama seseorang bahkan aliran politiknya sekalipun.
Ini orang sudah terlalu maksiat dan bahkan sudah terlalu menjijikkan. Namun
demikian kalau ini manusia keledai masih mau bertobat,mau memperbaiki
dirinya dengan perbuatan dan sikap yang nyata, saya pun  mau berdo�agar
Tuhan mengampuninya,agar dia bisa kembali menjadi manusia biasa,rendah hati
dan tidak melanggar batas.Apakah saya berilusi?. Saya rasa YA. Ini Salman
Rusdy,meskipun cuma kelas bekicot kepalanya lebih keras dari batu dan
seperti juga saya,dia juga punya ilusi. Pada hari tuanya(tentu saja dia akan
menggolongkan dirinya sebagai <tua produktif> seperti Ali Sadikin dan
sederetan lainya yang ia bikin) Kolomnya akan mencapai angka 10.000 ! atau
mungkin lebih lagi berisi tulisan-tulisan briliant,genius,virtuoos dan akan
diperebutkan oleh penerbit-penerbit besar dan terkenal dan akan
diterjemahkan dalam seluruh bahasa-bahasa besar di dunia ini. Kalah Pram!.
Sedangkan itu si tua bangka tukang restoran di Paris karna karyanya
mentah,nilainya cuma tahi dianjurkaannya menghubungi majallah <Food &
Beverage>. Apakah itu majallah tingkat tinggi?. Atau binatang apakah itu
gerangan ? Hingga sekarang belum ada satu majallahpun yang mau menampung
karya-karya si tua bangka tukang restoran di Paris karena mutunya yang
begitu rendah. Tentunya karya-karya Prof. Prolet.Gelandangan yang sudah
ratusan jumlahnya itu cuma pantas dimuat di majallah <KALAM> atau <HORIZON>
atau majallah lainnya yang sama tinggi mutunya. Dan sebagai penutup tulisan
ini saya masih ada usul (kalau belum terlambat) pada propesor agung,pemikir
agung yang katanya akan  dipasang patungnya dekat HI. Kalau usul saya ini
belum terlambat,harap itu patung dipasang pada ketinggian, minimum lebih
tinggi dari tinggi pot kencing. Ini mengingat penduduk Jakarta yang
kebetulan liwat dekat patung itu akan kencing di sana atau mungkin juga
berak. Yang saya kuatirkan bukan patung yang akan mandi air kencing setiap
hari atau jadi tempat berak permanen di atas punggung sang pemikir agung.
Janganlah polusi yang sudah begitu parah mengotori kota Jakarta ditambah
lagi. Pasanglah patung itu se-tinggi mungkin bagaikan pungguk rindukan bulan
dan juga sebagai lambang kemaksiatan,anti Tuhan.,anti agama,arogansi kodok
bangkong. Dan jangan lupa sebuah tekst: PROFESSOR H.B.PROLETAR GELANDANGAN
YANG TERAGUNG ABAD INI DI BIDANG PORNOGRAFI  OMONG JOROK.

Kemudian pada papan biasa saja ditulis: <Dilarang kencing dan berak di sini
>

Terima kasih.
Hoofddorp,29699.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Jun 1999 jam 04:50:22 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke