---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- ======================================================= SAPU BERSIH STATUS QUO: HABIBIE, GOLKAR dan DWIFUNGSI TNI ======================================================= Browse ANTI KKN ONLINE: http://members.tripod.com/kkn_ghalib Bila Megawati terpilih menjadi presiden dalam SU MPR Nopember 1999, maka Mega akan merangkul semua kelompok reformis. Janji ini disampaikan Ketua DPD I PDI Perjuangan Jakarta, Roy BB Janis, pada wartawan, seusai menjadi pembicara dalam Dialog Rakyat Merdeka, di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Senin (29/06/1999). "Kalau Mega terpilih, maka kami akan mengajak bekerja sama kelompok reformis. Sebab saat ini negara kita mengalami krisis multidimensi sehingga tidak mungkin PDI Perjuangan menyelesaikannnya sendirian," kata Roy. Sedangkan di tempat terpisah, pakar komunikasi politik Jalaluddin Rakhmat menyatakan, kelompok reformis harus mengalah pada kemenangan Mega. "Tapi Mega juga harus mengalah pada tuntutan kelompok reformis,"kata pria yang akrab dipanggil Kang Jalal ini, seusai menjadi pembicara bedah buku Rekayasa Sosial di Aula Gedung Departemen Sosial, Jl Raya Salemba, Jakarta Pusat. Meski tidak menyatakan secara eksplisit bahwa PDI Perjuangan tidak reformis, namun Kang Jalal menilai bahwa PDI Perjuangan mesti mengakomodir tuntutan kelompok Amien Rais dan mahasiswa terhadap agenda reformasi. "PDI Perjuangan mesti mempertimbangkan untuk memenuhi tuntutan Amisn Rais dan mahasiswa. Misalnya dalam hal amandemen UUD 45, pengusutan Soeharto, dwi fungsi dan ABRI," kata Kang Jalal. "Jangan sampai isu tersebut menghantui SU MPR sehingga terjadi deadlock dalam memilih presiden," tambah dia. Terhadap ide presiden alternatif dari kalangan non-partai, Kang Jalal menyatakan ketidaksetujuannya. "Saya tidak setuju. Orang yang dipilih adalah orang yang dipercaya oleh rakyat yang ikut Pemilu. Itu kan aspirasi rakyat. Jadi harus digunakan sebaik-baiknya," kata Kang Jalal. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Jun 1999 jam 04:54:22 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
