---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- ======================================================= SAPU BERSIH STATUS QUO: HABIBIE, GOLKAR dan DWIFUNGSI TNI ======================================================= Browse ANTI KKN ONLINE: http://members.tripod.com/kkn_ghalib Didien Hafifdhudin, Amien Rais, Abdurrahman Wahid dan Hamzah Haz merupakan calon-calon presiden yang disepakati partai-partai berbasis massa Islam. Calon-calon itu masih akan diseleksi menjadi satu atau dua saja. Sekalipun begitu, Sidang Umum (SU) MPR mendatang juga membuka kemungkinan diajukannya calon presiden lainnya. Hal itu disampaikan Presiden Partai Keadilan (PK) Nur Mahmudi Ismail dalam wawancara di SCTV Ahad siang. Mahmudi menyampaikan nama-nama itu saat ditanyakan perihal hasil pertemuan bilateral sejumlah pimpinan partai berbasis Islam di Jakarta, Sabtu, yang melibatkan antara lain Gus Dur (deklarator PKB), Amien Rais (ketum PAN), Mahmudi sendiri dan Hamzah Haz (ketum PPP). Diharapkan keempat calon itu bisa diciutkan menjadi satu atau dua calon saja sebelum dimulainya SU MPR. "Insya Allah," kata Mahmudi. Ia mengkonfirmasi pertanyaan Ira Koesno dalam wawancara itu bahwa pertemuan-pertemuan di antara pimpinan partai berbasis Islam itu merupakan upaya untuk mengatasi ketegangan politik yang merebak selama beberapa pekan terakhir antara kubu PDI Perjuangan di satu sisi --yang dalam penghitungan suara sementara ini tampaknya dipercaya sebagian besar rakyat-- berhadapan dengan kubu Islam yang dimotori Partai Golkar dan PPP. PDI Perjuangan melalui beberapa petingginya berkali-kali mengeluarkan pernyataan tidak resmi untuk tetap mengajukan nama Megawati Sukarnoputri sebagai calon presiden pada SU MPR mendatang. Hal itu ditolak kubu Islam dengan dalih, agama Islam tidak menerima kepemimpinan perempuan, sesuatu yang oleh banyak pengamat dinilai sebagai upaya menggeser persoalan dari kegelisahan tokoh-tokoh Islam bahwa kepemimpinan Mega dan berbagai kebijakan pemerintahannya akan "tidak sejalan" dengan kepentingan Islam. Pada acara yang sama juga berlangsung wawancara per telepon dengan pengamat politik Dr Daniel Sparingga dari Surabaya. Ia, saat ditanya tentang tidak diikutsertakannya Mega dan PDI Perjuangan dalam perundingan tersebut, menyatakan kehadiran Gus Dur sebagai representasi kepentingan partai berlambang banteng itu. "Gus Dur dipercaya oleh Mbak Mega," katanya. Daniel menyebut kata kunci "power sharing" sebagai kemungkinan penyelesaian ketegangan politik itu. Belum didapatkan tanggapan dari PDI Perjuangan untuk perkembangan terakhir ini, khususnya mengenai munculnya empat nama pilihan partai-partai berbasis Islam itu. Mahmudi membantah pula asumsi yang diajukan Ira, seakan-akan semua partai Islam akan mendukung BJ Habibie --presiden Indonesia sekarang-- pada SU MPR mendatang bila pilihan disempitkan pada Habibie atau Mega. "Itu tidak betul," tegasnya. Pertemuan para petinggi partai berbasis Islam itu, menurut Mahmudi, menunjukkan kecenderungan untuk mendukung agenda reformasi yang sudah bergulir selama ini. Dua tahap Ditanya tentang teknis pencalonan presiden saat SU MPR nanti maka Mahmudi lebih menyukai jika hal itu dilakukan dua kali, yakni pada tahap pertama seluruh anggota MPR memilih tiga sampai lima nama-nama presiden yang diajukan setiap fraksi atau partai. Setelah itu barulah dipilih satu nama lagi dari tiga atau lima nama yang tersisa. Yang belum jelas dari acara yang dipandu Ira Koesno itu adalah, apakah satu atau dua nama hasil kesepakatan partai berbasis Islam itu akan diajukan sebagai pilihan bersama partai-partai Islam ataukah setiap partai Islam kembali mengajukan nama calonnya masing-masing, yang sebenarnya berarti mementahkan kembali lobi yang dilakukan saat ini. Masalah pencalonan satu tahap atau dua tahap akan diputuskan dalam tata tertib MPR yang akan disusun oleh Badan Pekerja MPR yang akan dibentuk bersamaan dengan pelantikan anggota MPR, awal Oktober mendatang. Mahmudi juga menyebut perlunya setiap calon presiden memaparkan program politik, ekonomi dan hukum yang akan dijalankannya sehingga hal itu menjadi "parameter" apakah seorang capres ingkar janji atau --mengutip istilah Mahmudi-- "layak mendaoat pujian" ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 30 Jun 1999 jam 04:54:28 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
