---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- From: "GATUT KACA" Membaca surat kabar Jawa Pos dimana Muladi mengatakan Sofyan Wanandi pengecut karena tidak berani datang ke Indonesia guna mempertanggung jawabkan tuduhan korupsi pada dirinya , saya jadi teringat sewaktu saya membaca buku THE PACIFIC WAR, dimana jenderal salah seorang jenderal jepang (Yamashita?) mengungkapkan keheranannya bahwa Indonesia dapat dijajah belanda sedemikian lamanya, padahal dalam sejarah peperangan manapun didunia ini, peperangan jepang melawan belanda di Indonesia merupakan perang yang paling singkat dan tidak berdarah, mengingat wilayah yang ditaklukan sedemikian luasnya!. Tetapi setelah saya mendengar komentar Menteri Kehakiman Muladi maka saya segera menyadari kenapa bangsa saya dapat dijajah belanda sedemikian lamanya padahal belanda saat itu sebenarnya adalah MACAN OMPONG!. Dengan berkomentar bahwa Sofyan Wanandi seorang pengecut, sebenarnya kita dapat menilai betapa pengecutnya menteri kehakiman yang kita miliki ini!. Pengecut-pengecut macam Muladi inilah yang menyebabkan bangsa kita dapat dijajah MACAN OMPONG BELANDA sampai selama itu!. Menurut hemat saya Muladi lah pengecut yang sebenarnya!. Muladi tidak berani mengadili atau memperkarakan PRABOWO SUBIANTO dan SYAFRIE SAMSUDIN yang diduga sangat kuat terlibat konspirasi kerusuhan dan penembakan mahasiswa Trisakti Mei 1998. Muladi juga terkesan ketakutan menyidik harta kekayaan keluarga Cendana yang diduga hasil KKN. Tetapi Muladi malah berusaha mengalihkan perhatian kepada KAMBING HITAM SOFYAN WANANDI DAN ARIFIN PANIGORO!. MENGAPA MULADI TIDAK MENGUSUT KREDIT MACET DARI ABURIZAL BAKRIE DAN FADEL MUHAMMAD yang menurut beberapa kalangan juga sangat besar?!. Mungkin karena Aburizal Bakrie dan Fadel Muhammad merupakan konco karibnya?. Megatakan Sofyan sebagai pengecut karena tak berani pulang adalah ucapan yang sangat latah!. Sangat bijaksana bila Sofyan jangan kembali dulu, selama hukum di negara kita masih berupa HUKUM RIMBA yang dapat dipemainkan oleh ELITE POLITIK!. Membandingkan Sofyan dengan Arifin Panigoro adalah sifat pengecut lain dari Muladi!. Muladi pasti tahu bahwa dalam prakteknya pengadilan dinegara kita hampir selalu bersifat RASIALIS bila bersangkutan antara Pri dan Non Pri. Pada sidang Arifin Panigoro saya yakin Muladi tidak berani menekan Panigoro secara keterlaluan, tetapi pada sidang Sofyan Wanandi saya berani jamin Muladi akan �TITIP PESAN� agar Sofyan �DIBERI PERLAKUAN KHUSUS� agar dia menjadi contoh rakyat AGAR JANGAN BERSIKAP �TERLALU NASIONALIS� DAN KRITIS SEPERTI SOFYAN WANANDI. Sofyan adalah sedikit dari warga nonpri yang berani dan terbuka mengeritik pemerintah yang korup dan otoriter!. Sofyan juga terkenal paling vokal dalam menentang praktek rasialisme yang diakui atau tidak berlangsung dinegara kita. Juga perlu diketahui masyarakat luas internasional mengakui Sofyan Wanandi menjalankan bisnisnya secara professional!. Itulah sebabnya Muladi kemungkinan TIDAK DAPAT MENGUTUS INTERPOL kita untuk menangkapnya KARENA TIDAK ADA ALASAN YANG KUAT untuk menangkapnya!. Maka digunakan akal memanas-manasi Sofyan dengan kata-kata �pengecut� agar Sofyan marah dan kembali ke Indonesia untuk �dikerjai�. Sekarang pertanyaan kita justru bagaimana dengan kasus Prabowo Subianto!. Mengapa sampai sekarang Prabowo malah melarikan diri diluar negeri!. Dan bukankah sampai sekarang bisik-bisik maupun investigasi dari Asia Week yang tidak mungkin ngawur mengatakan keterlibatan dari Prabowo atas kerusuhan Mei 1988 dan kerusuhan bulan-bulan sebelumnya?. Mengapa Muladi tidak pernah mencoba mengadilinya?, lantas siapa pengecut yang sebenarnya? ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Jul 1999 jam 08:45:22 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
