---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Dan kamu lahir dari ketiadaan, terbentuk dari cairan protein , sejak seukuran biji kecambah kamu diasuh sang waktu ,tumbuh bernyawa dalam ruangan sempit ,gelap dan pengap. Dan ketika pertama kali membuka mata melihat dunia kamupun menangis , tidak ada seorangpun tahu untuk apa kamu menangis , tidak juga kedua mahluk sumber darah dagingmu yang merasa isakmu adalah irama musik terindah se jagad raya. Kamu merangkak, kamu berdiri dan akhirnya kamu berlari. Kamu bisu, kamu bergunggam tanpa arti dan akhirnya kamu bernyanyi. Kamu kecil,kamu remaja dan akhirnya kamu dewasa. Kamu polos, kamu mengenal dosa dan akhirnya kamu malah tidak mengerti esensi dosa. Kamu tidak beragama, kamu mengenal agama tapi akhirnya kamu malah punya kecenderungan beragama secara tidak beragama. Kamu tidak mengenal Tuhan, kamu berkenalan tapi kamu mengklaim bahwa Tuhan adalah hak mutlak golonganmu sendiri. Siapakah gerangan yang menebari kiamat pemahaman ini kedalam tempurung kepalamu ? Kamu mencoba menjadi orang bijak, kamu banyak membual soal jihad. Kamu mengaku berada dalam koridor Illahi, kamu mengakui kebenaran ada padamu, kamu merasa orang yang tidak satu paham denganmu adalah orang yang telah terkena erosi kronis bujukan para iblis. Dan kamu juga memaklumatkan sebagai satu satunya golongan penghuni surga. Dan kamu yakini emosi abstrak ini ketika kamu menunduk dalam ribuan mesjid, ketika kamu bernyanyi dalam gereja, ketika kamu berlonceng lonceng Hare Khresna. Barangkali kamu lupa, musuh-musuhmu sekarang ini bisa jadi adalah teman bermainmu ketika kecil. Barangkali kamu lupa, ketika kamu kecil kamu tidak pernah mempersoalkan soal akidah temanmu bermain. Ya, kamu merasa dewasa dan cerdas sekarang. Ya, kamu merasa punya wawasan dan kelebihan iman sekarang. Tapi tidakkah kamu pernah berpikir bahwa ukuran iman seseorang adalah besar atau kecil kecintaannya pada kedamaian? Tidak mudah berburuk sangka ? Tidak memaklumatkan peperangan ? Dan juga tidak rela menumpahkan darah manusia? Tapi jelas juga punya keberanian menyatakan salah pada sesuatu yang salah. Kamu dan dia sama saja. Musuhmu bukanlah lawan kepercayaanmu. Musuhmu adalah para tiran,para pembunuh, para rampok dan penindas manusia-manusia lemah. Musuhmu para kyai ,para pendeta ,para biksu yang bahu membahu memperalat orang kecil ,yang memperkaya diri , menjadi elitis dan bersahabat akrab dengan para diktator. Musuhmu adalah orang yang memperTuhankan senjata dan sebuntal sumpah bernama Sapta Marga. Musuhmu adalah musuh kita bersama. Dan kamu lahir, dan kamu menyadari suatu saat akan mati. Dan kesadaran ini cuma dimiliki para homosapien diantara jutaan spesies yang menggelandang di ini bumi. Ketika saatnya tiba, kamu akan menjadi bagian dari kecambah dalam tanah, atau menjadi debu-debu tanpa arti di crematory. Dan kamu jelas sadar bahwa hidup itu adalah sebuah estafet yang harus dijalankan bergantian. Generasi penerusmu akan lahir juga dari proses yang sama. Mereka akan lahir dari ketiadaan, menggumpal sebesar biji kecambah , bernyawa dan menangis kembali di awal kehidupan. Dan di pojokan sana, kamu juga akan merasakan betapa merdu suara anakmu ditelinga tuamu. Masihkah kamu tega membiarkan generasi ini terus menerus mempertahankan sebuah kebencian dan melanjutkan peperangan memperebutkan Tuhan? Mungkin tidak ada yang bisa menyadarimu selain momen detik-detik hidupmu ketika maut berkemas menjemput di luar pintu. Ketika kamu bersiap pergi, saat itu barangkali kamu akan sadar bahwa sorga yang kamu cari dalam agamamu ternyata tidak ada di dimensi lain.Begitu juga neraka yang engkau coba hindari. Tuhan menciptakan surga dan neraka di hidup yang kita jalani sekarang ini. Dan adalah tugas kita menciptakan surga buat semua orang, semua agama, semua yang berhak dan pantas tinggal di sana. Dan adalah tugas kita melemparkan para dajal kedalam neraka . Dan adalah tugas generasi tua menyiapkan surga bagi generasi penerusnya. Setelah itu, silahkan kamu menjadi kecambah dengan senyum dan lapang dada. Kamu boleh bangga, hidup sebentarmu itu paling kurang telah berguna. Dan kami disini akan mengenangmu jelas saja. Proletar @aol.com ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 1 Jul 1999 jam 09:13:46 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
