----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 10 Juli 1999

Bagaimana Kiat Pak Matori

MATORI Abdul Djalil menyelesaikan peristiwa
berdarah di depan kantor KPU yang selama ini
diakui sebagai pusat proses demokrasi.
Aparat keamanan menunjukkan tindakan
kekerasaan yang tidak layak dilakukan di
depan kantor KPU, karena proses demokrasi
dimulai dari sana. Kejadian tersebut
menunjukkan bahwa pihak kepolisian tidak
jera-jera melakukan kekerasaan, kendati
telah melewati pengalaman sepahit peristiwa
Mei dan sedamai Pemilu 7 Juni. Pak Matori
mengingatkan agar tindakan kekerasaan tidak
dilakukan pada saat Sidang Umum.

Pernyataan Pak Matori terkesan berat
sebelah, dan sekedar mencari simpati, tapi
tidak realistik. Dengan mengedepankan nuansa
nasional, di mana polisilah yang pertama
kali menghadapi kondisi yang tidak aman dan
tertib, merupakan langkah maju di republik
ini. Kemudian kalau polisi bereaksi, tentu
ada aksi. Sekian bulan polisi berjaga,
karena tidak ada aksi maka polisi tidak
bereaksi. Semuanya berjalan damai.

Namun ketika rombongan PRD melakukan aksi
kekerasaan dengan melempar bambu, botol,
cairan air keras, merusak gerobak pedagang
asongan dan kayunya untuk dilemparkan ke
petugas, maka petugas akhirnya membalas
dengan gas air mata dan tembakan peluru
karet.

Memang ironis terjadi kondisi yang tidak
demokratis di depan gedung yang
berlambangkan starting point demokrasi. Tapi
seharusnya Pak Matori juga ingat bahwa tidak
selamanya menuju demokrasi akan selalu
ditempuh dengan jalan demokratis pula.

Contohnya saat ini agenda Pemilu yang
relatif demokratis untuk menuju ke agenda
Sidang Umum yang diharapkan demokratis pula,
namun ternyata ada yang main-main di luar
pagar konstitusi. Berarti tidak demokratis.
Demikian juga dengan PRD saat ini maupun
yang lalu. Saya kira ke depan akan
menggunakan cara-cara yang tidak demokratis,
pemaksaan kehendak, kalau perlu dengan
kekerasaan fisik untuk membentur petugas
keamanan, seperti di depan KPU.

Bagaimana kiat-kiat Pak Matori untuk
menghadapi kondisi seperti ini ke depan.
apakah mungkin harus membiarkan kelompok-
kelompok yang otoriter ini semaunya sendiri.
Mungkin bapak punya pengalaman bagaimana
mengatasi bentrok PKB dan PBB di Tegal dan
Jepara.

Andi
Jakarta Selatan

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Jul 1999 jam 06:53:31 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke