---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ++ Pemilu Online: http://www.indo-news.com/pemilu/ ++ ---------------------------------------------------------- Republika, 13 Juli 1999 Kacamata Merah Oleh S Sinansari ecip Sungguh tidak ajaib. Seluruh penduduk negeri itu memakai topeng, termasuk presidennya. Kerajinan tangan yang paling laku adalah membuat topeng. Tiap tahun, topeng-topeng yang sudah rusak catnya, harus diganti. Tidak terkecuali, begitu anak-anak sudah bisa mengenal huruf, harus dipakaikan topeng. Bagi warga yang telah berumur 17 tahun, selain bertopeng, harus ditambah dengan kacamata. Kacamata ini satu warna, yaitu merah. Pada zaman perjuangan mereka, warna merah memang sangat berarti. Merah berarti berani. Merah itu berarti darah rakyat yang harus diperjuangkan. Dengan membawa bendera merah, laskar mampu bertahan atau menyerang dengan gegap gempita. Darah bisa mendidih dan menggelegak untuk melawan musuh karena kibaran bendera merah. Konon, pemakaian bendera merah tersebut mengikuti petuah nenek moyang mereka. Pada ratusan tahun sebelumnya, nenek moyang mereka menyongsong musuh dengan bendera merah. Tapi, warna merah zaman dulu itu sama dengan warna merah gula kelapa. Merah tersebut tidak merah menyala seperti warna darah segar, tapi merah kecoklatan, seperti warna hati ayam atau warna darah yang membeku atau kering. Partai komunis di negeri itulah yang mula-mula memanfaatkan warna merah darah. Selain bendera, berbagai keperluan partai diwarnai merah darah. Ketika mereka harus turun ke jalan untuk berdemonstrasi, warna darah itu menyemangatinya. Bak gelombang air laut mereka berdemonstrasi, menghantam pantai, menghempas ke sana-sini. Melihat warna merah, semuanya bisa berubah. Air laut yang tenang tiba-tiba bisa menggelegak marah. Banteng di Spanyol juga tiba-tiba marahnya bangkit begitu melihat kain merah yang dikibar-kibarkan matador. Banteng akan segera menyeruduk dan menanduk. Matador hanya meliuk sedikit menghindar agar ujung tanduk tidak melukainya. Kain merah dikembangkan dan dikibarkan lagi. Banteng menanduk lagi, dan seterusnya. Kacamata merah untuk apa? Melalui kacamata tersebut, semua benda akan terlihat merah. Benda yang paling dahsyat perubahan merahnya adalah yang bewarna putih karena kontrasnya. Putih itu sendiri sudah diartikan ke tengah masyarakat berarti suci. Kesucian langsung menjadi kemarahan begitu ditimpa oleh kacamata merah. Ketika pertama kali diperkenalkan warna merah darah, murid-murid sekolah riang gembira. Mereka bermalas-malas dalam belajar. Kerajinan, kedisiplinan, dan kepandaian tidak lagi dianggap penting. Menerima rapor dengan angka-angka merah bukan lagi menjadi sesuatu yang dianggap malu. Mereka berhak membela angka-angka berwarna darah itu di depan orangtuanya. Lalu timbul gerakan memurnikan warna merah ke aslinya. Kembali ke warna gula kelapa adalah sebuah perjuangan kembali ke asal. Apa istimewanya gula kelapa? Banyak orang yang tidak tahu, gula kelapa mengandung energi yang dahsyat. Pada zaman dulu, laskar kerajaan yang perang ke tempat yang jauh salah satu bekal utamanya adalah gula kelapa. Dengan gula kelapa kekuatan tubuh dapat dijaga untuk beberapa hari meski tidak makan makanan pokok. Warna darah segar secara psikologis membuat suasana menggelegak tiba-tiba menjadi beringas. Warna gula kelapa, misalnya, ketika bendera gula kelapa berkibar, menyimpan tenaga, anggun, dan rendah hati alias tidak sombong. Para pemimpin gerakan tersebut sadar bahwa masa depan ada di tangan anak-anak muda. Bagaimana masa depan bila mereka terus-menerus bangga dengan angka-angka rapornya yang selalu merah? ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Jul 1999 jam 08:37:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
