----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Berita Buana, 5 Agustus 1999

Kesaksian Kapolda Aceh, Kolonel (Pol) Bachrumsyah :
Siapa yang Berani Menjamin Aceh akan Aman?

DESAKAN agar Pasukan Penindak Rusuh Massa (PPRM) ditarik memang
muncul dari berbagai pihak, termasuk Kontras. Menurut pengamatan
saya, penyataan agar PPRM ditarik tidak terlepas dari
kepentingan. Kepentingan itu jelas untuk kelompoknya. Dan,
kepentingan itu belum tentu bermanfaat untuk kepentingan
nasional. Apalagi, menyangkut kepentingan masyarakat Aceh secara
keseluruhan.

Sekarang ini di Aceh ada 11 daerah tingkat dua. Masing-masing
mempunyai karakter berbeda. Karena itu, kita ingin bertanya,
kalau mereka bicara atas nama masyarakat agar PPRM ditarik, atas
nama masyarakat yang mana? Mungkin pertanyaan itu bisa dijawab
bahwa masyarakat sampai saat ini tidak setuju dengan adanya PPRM
di Aceh.

Kemudian, kenapa mereka tidak setuju dengan PPRM? Karena
kepentingan-kepentingan mereka tidak dapat terwujudkan dengan
cepat. Jadi, artinya, PPRM dianggap sebagai hambatan untuk
mewujudkan kepentingan mereka. Sebenarnya, kepentingan mereka
itulah yang diperjuangkan, sehingga kemudian timbul desakan agar
PPRM dicabut.

Kita lihat saja apakah tuntutan semacam itu bisa dipenuhi
pemerintah. Kalau, misalnya, beliau-beliau yang ada di tingkat
atas mau menarik PPRM di Aceh, silakan saja. Tetapi, apabila
PPRM tetap berada di Aceh, akan saya manfaatkan seoptimal
mungkin.

Apabila saya ditanya apakah PPRM perlu ditarik? Jawab saya
adalah tidak perlu. Mengapa? Karena misi mereka sangat baik.
Misi baik yang saya maksud, mereka adalah orang-orang yang
berasal dari luar Aceh. Yang meninggalkan anak-istrinya dan
datang untuk mengamankan Aceh, khususnya dalam pelaksanaan
pemilu sampai sidang umum. Mereka sudah mengorbankan kepentingan
pribadinya untuk kepentingan orang lain.

Jadi, saya anggap misi ini baik. Kalau kemudian dalam
pelaksanaan misi ini terdapat kegiatan-kegiatan yang tidak pas
dengan nilai-nilai kebudayaan orang sana, misalnya, hal itu
tentu harus disadari bersama.

Misalnya, pasukan ini pada saat-saat tertentu melaksanakan
operasi sweeping. Tujuannya mencari senjata api yang digunakan
untuk membunuh atau mengintimidasi aparat keamanan maupun
masyarakat lain. Ketika mereka sedang mengadakan pemeriksaan dan
pengeledahan di rumah-rumah tanpa sengaja satu gelas di lemari
pecah, yang akan terjadi esoknya sudah dapat ditebak. Kejadian
tersebut akan di-blow up lebih besar ketimbang kejadian
sebenarnya.

Sekarang saya tanya, apakah dengan penarikkan PPRM ada jaminan
kehidupan akan normal? Saya sendiri tidak dapat menjamin bahwa
Aceh akan normal jika PPRM ditarik. Saya katakan tadi bahwa
tuntutan penarikkan PPRM dari Aceh dikumandangkan orang-orang
tertentu yang memiliki kepentingan.

Sekarang, siapa yang berani meyakinkan, jika PPRM ditarik, semua
kerusuhan ini tidak akan terjadi lagi. Kalau memang ada yang
bisa memberikan jaminan itu, silakan saja. Ajukan pendapat
kepada pemerintah. Tapi, ia harus betul-betul berani bertanggung
jawab atas kondisi Aceh. (marmi panti hidayah)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Aug 1999 jam 08:21:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke