---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk AMNESTY CEMASKAN PENGUNGSI TIMTIM LONDON, (MateBEAN, 29/9/99). Organisasi hak-hak asasi manusia, Amnesty Internasional yang bermarkas di London, Inggris mengeluarkan rasa keprihatinannya terhadap perlakuan milisi dan TNI terhadap para pengungsi dari Timtim di tempat-tempat lain di Indonesia. Amnesty melaporkan, di seluruh Indonesia terjadi pengejaran terhadap orang-orang Timtim. Baik di Timor Barat maupun bagian lain di Indonesia, para pengungsi dari Timtim diculik dan dibunuh, demikian Amnesty Internasional. Organisasi itu juga menyatakan memiliki bukti-bukti tentang 35 warga Timtim yang dibunuh di atas kapal yang mengangkut mereka ke Timor Barat. Di Australia, pemimpin perlawanan Timtim, Xanana Gusmao di Australia menyatakan, akan mengupayakan agar para pengungsi dari Timtim secapatnya kembali ke Timtim. Tetapi menurut pemimpin pejuang kemerdekaan yang lain, yakni Joao Caarrascalao, otorita Indonesia menghalangi kembalinya ratusan ribu pengungsi Timtim. TNI merampas dua truk yang mengangkut beras yang dikirimkan untuk para pengungsi. Pada hari pertama sidang Komsisi Hak-Hak Asasi Manusia PBB tentang kasus Timtim, di Jenewa, muncul perbedaan pendapat besar antara negara-negara Asia dan Barat, tentang dilakukannya penyelidikan PBB terhadap tindak kekejaman yang terjadi di Timtim. Indonesia menentang gagasan itu, dan didukung oleh negara-negara Asia. Menurut Jakarta TNI di Timtim kurang dipersiapkan guna mencegah tindak kekejaman itu. Sebaliknya, negara-negara Barat yang mempunyai bukti kuat keterlibatan TNI bersama milisi membantai etnis Timtim. "TNI harus bertanggung-jawab terhadap pelanggaran hak-hak asasi manusia, karenanya menyetujui dilakukannya penyelidikan. Komisi Hak-Hak Asasi Manusia PBB itu Jum'at ini akan memutuskan, apakah penyelidikan itu akan dilakukan. Diperkirakan jumlah yang setuju dan yang menentang akan seimbang," kata wakil-wakil Uni Eropa dalam pertemuan di Genewa itu. Sedangkan Menhankam/Panglima TNI Jenderal TNI Wiranto di Jakarta Rabu (29/9) menanggapi dengan sangat hati-hati isu resolusi Komisi HAM PBB di Jenewa Selasa dinihari untuk melaksanakan suatu international inquiry atau penyelidikan internasional atas dugaan adanya pelanggaran HAM serius oleh Indonesia di Timtim. "Jika memang harus ada penyelidikan internasional, ya silahkan, tapi kita kan negara tuan rumah," kata Wiranto kepada wartawan. *** ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 29 Sep 1999 jam 19:51:43 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
