----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Hari ini, setengah jam lagi , saya akan berangkat ke Iowa dan
Illinois untk dua urusan sekaligus..jalan-jalan dan bisnis..

Mendung masih bergaut tebal di langit pagi.
Tapi hati saya secerah matahari Pulang Gadung yang
mampu membuat saya berkeringat karena semangat,
walaupun tanpa polusi, tanpa preman dan tanpa deretan
warung tenda tempat saya bisa jajan.

Hari ini saya merasa seperti seperti ketika dulu di SMP
saya bersiap berangkat travel ke Yogya dengan naik
bis di Pulau Gadung. Singgah di terminal ini memang
sungguh harus bersiap mental karena para jagoan dan
jawara, para janggo dan zorro selalu siap memeras atau
menggertak anda di setiap pojok.

Hari ini Pulau Gadung mengingatkan saya pada Indonesia.
kultur preman, budaya gertak, pemeras,tukang copet semua
ada di sana. Para birokrat, bajingan, polisi tukang kutil duit,
tentara yang kemana mana maunya gratisan, bahu membahu
mempergunakan itu kawasan sebagai pangkalan pengeruk duit
penumpang bis ,pengunjung,menalak tukang warung, mengancam
para supir dan makan free kemana mana bagai yang punya dunia.

Kita bisa berkaca tentang salah urus negara Indonesia dari
Terminal Pulau Gadung. Semrawut lalu lintas, jorok dan bau,
orang Pemda yang petentengan, Kepala terminal yang income
nya menjuplak ke langit lantaran berkoloborasi dengan preman,
ikan hiu berseragam coklat yg berseliweran, ikan piranha berbaju
ijo, wajah wajah orang kecil yang stress dan hampa...adalah
melambangkan Indonesia kecil yang sesungguhnya.

Melihat Indonesia anda tidak bisa berkaca pada Mega Mall, Jalan
Sudirman, Gedung megah BNI berlantai 46, Telpon genggam
anak Kebayoran, dan rumah rumah megah di Pondok Indah..

Yang itumah cuma bayangan fotomorgana semi real.
Celengan yang bagus tapi tidak berisi..
Gedung mewah tanpa nilai seni.
Kelihatan maju tapi mati demokrasi..

Indonesia yang asli ada di terminal..

Tadinya saya mau cerita banyak..
Tapi ya udah...saya cao dulu deh..
Saya balik hari kamis...dan akan bikin laporan
perjalanan untuk anda nikmati, terutama buat
netter di tanah air yang terus menerus berkhayal
ingin keluar negeri..

Jangan takut, saya akan bagi semua
pengalaman ini pada anda..

CAO..!


Hasan Basri
September 26,99


PS:
HP Proletar http://proletar.8m.com/ terus menerus di
uprgrade oleh Ganisha

Jika ada netter yang ingin membaca awal cerbesal BONANG,
saya sudah kirim kesana, dan barangkali sudah di muat
si Ganisha..dan Husin di Berlin juga sedang membuat
kumpulan cerbersal itu ke dalam paket menarik yang
bisa anda buka dan print dengan program Acrobat Reader..
akan menyusul..

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Oct 1999 jam 17:47:56 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke