---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Republika, 30 September 1999 Resonansi: John Kennedy dan John Howard Oleh: A Makmur Makka Adalah John F Kennedy, Presiden Amerika Serikat yang bermaksud memperluas pengaruh Amerika Serikat ke seluruh belahan dunia ini. Pada waktu itu, gagasan Kennedy bukan tidak meresahkan beberapa penasihat politiknya. Theodore Sarensen, salah seorang di antaranya, mengatakan bahwa politik luar negerilah yang banyak dipikirkan Kennedy dibandingkan politik dalam negeri. Kennedy memang pernah berkata, ''Kegagalan politik dalam negeri akan menyakitkan, tetapi kegagalan politik luar negeri akan membunuh kita.'' Di pihak lain, untuk memacu sukses di percaturan dunia, bangsa Amerika harus berhasil di dalam negeri. Presiden Amerika Serikat ini, juga ternyata penganut cita-cita lama bangsa Amerika untuk memiliki ''misi khusus'' di dunia ini. Untuk itu, Kennedy berseru dengan semangat heroik sang penyelamat, ''Biarkan setiap bangsa mengetahui bahwa kami akan membayar harga dari tugas ini, menanggung beban penderitaan, menantang sebuah kesulitan untuk memberi dukungan kepada setiap kawan, melawan setiap musuh untuk mempertahankan dan berhasilnya kebebasan.'' Adalah tugas bangsa Amerika, kata Kennedy, untuk menjadi penjaga ''tembok kemerdekaan'' dan bagi Amerika tugas ini bukanlah pilihan tetapi ''sebuah kewajiban''. Kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat yang dilaksanakan Kennedy sebenarnya hanyalah kelanjutan dari ''containment policy'' Presiden Truman dan Eisenhower, pendahulunya. Untuk sukses melaksanakan kebijakan ini, Amerika Serikat haruslah bergerak dan menggunakan kekuatan penuh, termasuk memberikan bantuan luar negeri, meningkatkan kekuatan konvensional. Itulah sebabnya, Amerika Serikat menjelma menjadi ''polisi dunia'', aktif berperang di mana-mana, mengguyur bantuan negara yang sekubu dengan Amerika Serikat dengan berbagai bantuan. Amerika Serikat mengirim ''peace corps'' untuk menyebarluaskan ''kepintaran dan kelebihan'' bangsa Amerika bagi bangsa lain yang ''terbelakang''. Tetapi, superioritas Kennedy tidak berjalan lama, karena ternyata Kongres Amerika Serikat menolak usulan anggaran yang diajukan pemerintah Kennedy. Menyusul invasi Amerika Serikat ke Kuba - sebuah negara kecil di depan Amerika Serikat -- dan gagal menggulingkan Fidel Castro. Padahal, Kennedy pada mulanya optimis, berdasarkan laporan intelijen Amerika yang kali ini keliru lagi, Castro, katanya, dalam sekejap bisa digulingkan karena pemerintahannya tidak populer. Kegagalan ini sangat memalukan Amerika Serikat, karena ternyata tidak ada pemberontakan orang Kuba, dan Amerika Serikat tidak memberikan bantuan maksimal. Setelah melihat gejala kegagalan di Kuba, menyusul di Vietnam Selatan, Kennedy menyadari bahwa kekuatan Amerika Serikat ternyata terbatas. Tugas gaya ''James Bond'' ditinggalkan oleh Amerika. Pada tahun l961 Kennedy mengumumkan dengan kecewa bahwa penduduk Amerika Serikat yang enam persen dari penduduk dunia, tidak bisa memaksakan kehendaknya kepada 94 persen penduduk dunia lain. Tidak ada sebuah solusi Amerika bagi setiap masalah di dunia ini. Pada 22 November 1963, peluru menembus kepala Kennedy dan Presiden Amerika Serikat yang banyak dipuja itu tewas di Dallas. Karena itu, ketika muncul seorang John lain dari Australia memaklumkan ''Doktrin Howard'' dan berkeinginan menjadi Deputi (pembantu) Amerika Serikat, melanjutkan dalam bentuk baru ''misi Amerika Serikat'' di Asia Pasifik, banyak orang mencibirnya. Hamish McDonald, wartawan Sydney Morning Herald di Australia menyindirnya dengan meminjam kata-kata Presiden T Rosevelt: ''Speak softly and carry a big stick''. Apakah memang John Howard punya alat pemukul yang besar? Hak-hak asasi manusia memang penting, tetapi yang lebih penting, sistem nilai Australia tidak satu-satunya yang harus dianut. Diperlukan perimbangan antara sistem nilai yang kita anut dengan sistem nilai negara tetangga kita, tulis warga Australia yang lain. Mr Howard, dunia ini tinggal hitungan hari akan berada dalam tahun dua ribu, ketika saling ketergantungan bangsa-bangsa di dunia akan makin tajam, persahabatan dan kerja sama makin terbuka dan diperlukan. Kenapa harus membalik jarum waktu ke masa silam? Barangkali Anda baru bangun tidur? ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Oct 1999 jam 05:17:41 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
