----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 30 September 1999

Nasionalisme Masuk Jurang

BICARA nasionalisme, maka timbul di alam pikiran saya bahwa
nasionalisme berangkat dari diri pribadi masing-masing. Kita harus
rela mengorbankan segala kepentingan pribadi dan melepaskan baju
arogansi untuk bersama-sama menatap jauh ke depan demi bangsa dan
negara tercinta Indonesia.

Berbagai kejadian sekarang seperti kasus Aceh, Ambon dan terakhir
Timtim merupakan kejadian yang mengarah pada disintegrasi bangsa.
Rangkaian fakta-fakta itu menggambarkan lunturnya rasa
nasionalisme kita.

Saya menggarisbawahi, mendaratnya pasukan multinasional di Timtim
dengan misi mengatasi kekerasan dan kerusuhan. Nyatanya, bule-bule
itu melakukan keberpihakan kepada kelompok pro-kemerdekaan.

Secara terang-terangan pasukannya PBB itu menjadikan rakyat Timtim
yang pro-integrasi sebagai musuh. Mereka tidak segan-segan
melakukan tindak kekerasan kepada rakyat sipil yang mengaku
Indonesia sebagai negaranya. Rakyat Indonesia digeledah habis-
habisan, dipukul, ditampar, ditendang, bahkan dikokang senjata.

Mengapa kita harus diam. Mana nasionalisme kita?

Sebagai generasi muda, saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk
menyadari bahwa telah terjadi penjajahan terhadap rakyat Indonesia
di Timtim. Saya menggugah hati rakyat sekalian untuk kembali
merapatkan barisan, untuk bersatu. Mari, kita buktikan bahwa kita
berdaulat sebagai bangsa.

Saya merinding, manakala menyaksikan pembantaian saudara-saudara
kita. Sebaliknya elit politik  hanya mampu bicara dan mengobral
janji, padahal rakyat butuh tindakan nyata. Jangan smpai Sidang
Umum MPR dijadikan alasan untuk membiarkan saudara-saudara di
Timtim "dihabisi" oleh tentara bule.

Pemerintah, karena sudah salah langkah, akhirnya juga hanya pasrah
dengan keadaan. Terserah kepada PBB mau diapakan Timtim.

Saya kembali mengajak kepada pemuda Indonesia, untuk mengumpulkan
kekuatan. Mari kita lakukan perlawanan atas tindakan zalim bangsa
asing terhadap saudara-saudara kita. Jika pada akhirnya harus
diberlakukan wajib miiter, mengapa tidak kita berbondong-bondong
mendaftarkan diri untuk membela tanah air?

Semoga, ini dapat menggugah semangat patriotisme. Menumbuhkan
kembali nasionalisme kita, agar tidak benar-benar masuk jurang.
Maju tak gentar, mengusir penyerang.

Dharsyi Akib SH
Pasar Rebo,
Jakarta Timur.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 4 Oct 1999 jam 05:18:00 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke