---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 30 September 1999 Untuk Hadapi Provokator Oleh: M Asrofudin Budianto Apa yang melatarbelakangi Banser turut mengamankan gedung MPR/DPR dan SU MPR? Mengacu pada situasi politik akhir-akhir ini, kami melihat ada upaya-upaya dari kelompok mau pun individu yang ingin mengagalkan Sidang Umum (SU) MPR. Misalnya melalui pendudukan gedung MPR/DPR. Mengapa tidak mempercayakan kepada TNI dan Polri saja? Pada dasarnya kami percaya pada pihak keamanan. Tapi mengambil inisiatif sendiri. Dan tidak ada yang menyerahkan tugas pengamanan kepada kami. Sebagai warga negara, kami turut bertanggungjawab mengamankan SU. SU sendiri menurut pemahaman kami merupakan kebutuhan bangsa agar tetap eksis. Jadi tidak ada yang menyuruh kami berhadapan dengan masyarakat atau mahasiswa. Yang mendorong kami adalah hati nurani kami sendiri dan kami siap berhadapan dengan siapa pun termasuk mahasiswa yang ingin mengagalkan SU. Atas instruksi Gus Dur? Gus Dur itu kan Ketua Umum PBNU, pemikiran dan kepentingan beliau merupakan kepentingan bangsa. Jadi bukan kepentingan kelompok, apalagi Banser. Nahdlatul Ulama ikut melahirkan bangsa ini dan kewajiban kita (warga NU) untuk menjaganya. Bukankah ini mengundang terjadi konflik antar sipil? Kami punya cara tersendiri untuk membedakan antara yang benar-benar ingin menyampaikan aspirasi dengan provokator. Dan kami tidak pernah akan melawan mahasiswa, yang kami lawan ialah orang-orang yang ingin mengagalkan SU. Kapan pasukan Anda akan turun ke lapangan? Sudah lama kami mengamankan Jakarta, tetapi apakah penjagaan itu harus terlihat secara fisik? Kan tidak. Jangan salah lho, kami sering melakukan dialog-dialog dengan mahasiswa dan menurut kami itu juga bagian dari penjagaan. Setiap saat ada demo, jam berapa, kami tahu dan kami siap setiap saat. Kami bukan kelompok musiman dalam mengamankan bangsa ini, kami ini sudah teruji dari dulu. Tapi diback-up oleh militer seperti Pamswakarsa di SI MPR? Yang selama ini Anda lihat bagaimana? Apa bisa Banser itu dibeli, dijadikan alat? Jangan samakan kami seperti Pamswakarsa, Banser tidak bisa dikomando oleh siapapun. Komando Banser hanya ada pada Gus Dur, itupun selama ia menjabat ketua umum. Jika tidak menjabat lagi, dia tidak punya hak. Misalnya pasukan Anda berhadapan dengan situasi yang mengarah pada bentrok dengan demonstran, apa langkah Anda? Pertama-tama kami berusaha menghindari bentrok itu. Jika mahasiswa dan massa ingin menyampaikan aspirasi mereka, ya silakan, tapi jangan coba-coba untuk menduduki gedung MPR/DPR. Jika mereka memaksa juga, Banser siap mengusir mereka. Bagaimana sih Banser melihat gerakan mahasiswa? Ada yang baik dan ada yang buruk. Baik, jika mereka menggunakan nalar dan selama itu dilakukan dengan cara yang baik. Tetapi bagi yang demo karena ada proyek-proyek tertentu, apalagi anarkis, itu namanya tidak waras. Dan Banser tidak harus membuktikan mereka dibayar atau tidak, yang bisa membuktikan ya mereka sendiri. Kalau mahasiswa keras dalam memegang prinsip, itu bagus. Tapi kalau kerasnya anarkis, bahaya itu. Kita harus berfikir secara kebangsaan. Pertanyaannya, apakah demo yang dilakukan mahasiswa akhir-akhir ini ke arah itu? Walaupun mereka mengklaim menjadi pahlawan bangsa, itu perlu kita cermati. Banser sendiri siap mendampingi dan memberi perlindungan terhadap mahasiswa yang berdemo di jalan. Tapi dengan cara dan tujuan yang baik. Apakah nanti Banser dipersenjatai? Tidak. Karena senjata Banser itu hanya hatinya. Dan Banser sendiri tidak ingin ada pertumpuhan darah. Bagi kami siappun pemimpin negara ini, tidak masalah. Personel Anda berapa yang disiapkan untuk mengamankan SU MPR? Kalau untuk pengamanan SU, seluruh anggota Banser di Indonesia wajib hukumnya. Menurut data terakhir ada 600 ribu personel. Jabotabek sendiri hanya 60 ribu. Sedangkan yang disiapkan dalam pengamanan SU nanti berjumlah 100 ribu personel. Dan ini kita tempatkan di sentra-sentra ekonomi serta titik-titik rawan kerusuhan, tapi ini disesuaikan dengan kondisi nanti. (EZA) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 4 Oct 1999 jam 05:20:38 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
