----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

WARGA TANJUNGPRIOK RESAH, MESJID DIJADIKAN TEMPAT MOBILISASI MASSA

        JAKARTA, (SiaR, 12/10/99). Beberapa hari terakhir ini, warga sekitar
Kecamatan Tanjungpriok resah, pasalnya banyak mesjid yang dijadikan tempat
memobilisasi massa demonstran pendukung Presiden BJ Habibie. Pada
demonstrasi di Bunderan Hotel Indonesia (HI), Senin (11/10) kemarin, dua
mesjid utama di seputar Tanjungpriok, Mesjid Al-Husna, dan Mesjid Al-Fudhola
mendapat giliran tempat berkumpulnya massa demonstran, ketika demonstran
yang dikoordinir Jihad Fisabillilah, kelompok Islam garis keras, berkumpul
dan berangkat dari kedua tempat ibadah tersebut.

        Sejumlah warga Priok yang biasa beribadah di kedua mesjid itu mengaku risih
dengan hadirnya ratusan demonstran yang mayoritas merupakan anak-anak
remaja, untuk berangkat ke lokasi demonstrasi dimana beberapa bus besar dan
metromini menunggu di halaman mesjid untuk mengangkut mereka ke lokasi
demonstrasi.

        Para demonstran itu dikoordinir oleh Nur Hidayat, seorang mantan narapidana
politik Peristiwa Lampung tahun 1989. SiaR yang memantau di Mesjid Al-Husna,
di Jalan Enggano, dan Mesjid Al-Fudhola, Koja, menyaksikan sejumlah
anak-anak remaja usia belasan tahun, dan demonstran yang mengaku sebagai
pengojek sepeda yang biasa mangkal di terminal bus Tanjungpriok
dibagi-bagikan kaos bergambar BJ Habibie untuk dikenakan.

        Sebagian dari mereka mengaku diiming-imingi uang sebesar Rp10 ribu
hingga Rp30 ribu untuk ikut demonstrasi. Tapi ada di antara pimpinan
kelompok itu yang diberikan uang oleh Nur Hidayat sebelum keberangkatan
rombongan dari halaman mesjid. Hal ini yang menjadikan keberatan sejumlah
warga saat ditemui SiaR untuk dimintai komentarnya. "Mesjid ini kan
institusi keagamaaan, tolong jangan dicemari dengan hal-hal seperti ini,"
ucap Pak Basir, seorang warga Jalan Tongkol, yang biasa menunaikan sholat di
Mesjid Al-Husna.

        Warga lainnya mengaku sudah memperhatikan kegiatan pengumpulan massa
kelompok yang menamakan diri Jihad Fisabillilah, dan Front Pembela Islam
(FPI) sejak awal Oktober. Selain kedua mesjid tadi, ada juga beberapa mesjid
lain di kawasan Tanjungpriok yang digunakan untuk hal serupa, seperti sebuah
mesjid di wilayah Warakas. Kedua kelompok itu biasanya merekrut calon
demonstran dari berbagai kalangan seperti pengojek sepeda, pengangguran,
para preman, anak-anak tanggung usia remaja, dan warga yang secara
sosial-ekonomis di bawah rata-rata.

        Kekurangpahaman massa demonstran terhadap apa yang dilakukan mereka
terlihat seperti apa yang tampak pada penayangan acara "Fokus" Indosiar,
pukul 16.30 WIB, Senin (11/10) sore. Ketika disorot kamera, terlihat
sejumlah anak muda tanggung dari kelompok Jihad Fisabillilah yang sedang
berdemonstrasi di Bunderan HI malah memperlihatkan tanda jari 3-0, yakni
lambang PDI Megawati.

        Pengerahan massa yang mempergunakan simbol-simbol Islam ini juga sudah
disinyalir oleh Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdurrahman Wahid (Gus
Dur). Seusai bertemu dengan kerabat dekatnya Drs KH Masnuh MA di Ngingas,
Waru, Sidoarjo, Jaim, Minggu (10/10) kemarin, Gus Dur menyebutkan saat ini
di sekitar Bekasi, dan Cakung, Jakarta Utara ada sekitar 7 ribu orang
militan berusia 30-an tahun yang dilatih seperti milisi.***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 12 Oct 1999 jam 12:29:25 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke