----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Stockholm, 15 Oktober 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

TANGGAPAN TENTANG DIKTATOR MILITER
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk saudara Feri Kusnandar, J Kamrasyid, el-Hammami, M
Baehakin, Rully Iskandar, Usman Maine dan saudara Utomo.

Alhamdulillah, pagi ini, sebelum saya berangkat ke kantor, telah saya
baca semua pandangan, pikiran, kritik saudara-saudara terhadap tulisan
saya yang terakhir yang berjudul "Diktator militer baru
Wiranto+Habibie". Semoga pandangan, pikiran dan kritik saudara-saudara
diridhai Allah SWT, amin.

Begini, kita sesama muslim harus saling nasehat menasehati dalam
kebenaran dan dalam kesabaran serta tetap beribadah, bertaqwa dan
mengharap ridha Allah.

Saya menerima dengan segala lapang dada apapun bentuknya, baik itu
bentuk kritik, pandangan, pikiran, ulasan, dengan tujuan untuk
beribadah, bertaqwa dan mencari ridha Allah.

Memang dalam rangka memasyarakatkan Daulah Islam Rasulullah, hukum-hukum
Islam, aqidah Islam, pemerintah Islam yang berdasarkan kepada konstitusi
yang bersumberkan kepada Al Quran dan Sunnah haruslah berdasarkan kepada
apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dan tentu saja Daulah
Islam Rasulullah dengan konstitusinya yang bersumberkan kepada Al Quran
dan Sunnah merupakan alat, bukan tujuan, karena tujuan adalah untuk
beribadah, bertaqwa dan mencari keridhaan Allah swt.

Nah, kadang, saya ada menyinggung masalah keadaan situasi politik
termasuk para aktor politiknya yang ada di Daulah Pancasila dengan UUD
1945-nya yang sekuler dibandingkan dengan apa yang telah diperintahkan
Allah dan dicontohkan Rasulullah dalam membangun Daulah Islam Rasulullah
dengan konstitusinya yang bersumberkan kepada Al Quran dan Sunnah adalah
dalam rangka saling nasehat menasehati dalam kebenaran (Kebenaran dari
Allah) dan kesabaran.

Tentu saja, sayapun menyadari bahwa karena Daulah Pancasila dengan UUD
1945-nya bukanlah mencontoh Daulah Islam Rasulullah yang telah
dicontohkan Rasulullah dan dikembangkan oleh Khulafaur Rasyidin, maka
banyak hal-hal yang asasi berbeda dengan apa yang telah digariskan Allah
dan dicontohkan Rasulullah.

Nah, kita kembali kepada masalah Diktator Militer. Saya telah menulis
"Meluruskan doktrin ABRI dan pelaksanaannya" yang dipublisir 14
September yang lalu (  http://www.dataphone.se/~ahmad/990914.htm ).
Dimana saya melihat dalam doktrin ABRI mengenai sumpah prajurit,

"Sumpah Prajurit" yang berisikan,

"Demi Allah saya bersumpah/berjanji :
1. Bahwa saya akan setia kepada negara kesatuan Republik Indonesia yang
berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945
2. Bahwa saya akan tunduk kepada hukum dan memegang teguh disiplin
keprajuritan. 3. Bahwa saya akan taat kepada atasan dengan tidak
membantah perintah atau putusan.
4. Bahwa saya akan menjalankan segala kewajiban dengan penuh rasa
tanggung jawab kepada tentara dan negara Republik Indonesia.
5. Bahwa saya akan memegang segala rahasia tentara sekeras-kerasnya" (
http://www.mil.id/sumpah.htm ).

Maka saya menemukan kesalahan dalam Sumpah Prajurit ini yaitu,

1. Bersumpah dengan nama Allah (bagi kaum muslimin, termasuk Jendral
Wiranto) untuk setia dan tunduk kepada hukum-hukum Pancasila dan UUD
1945, bukan setia dan tunduk kepada hukum-hukum Allah adalah telah
menyimpang dari apa yang telah diperintahkan Allah melalui Rasul-Nya
Muhammad saw.

2. Taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan
(walaupun menyimpang dari perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya) maka
itu (bagi kaum muslimin, termasuk Jendral Wiranto) telah menyimpang dari
apa yang telah diperintahkan Allah melalui Rasul-Nya Muhammad saw.

Nah sekarang, kalau saya menyinggung masalah diktator militer, maka
salah satu sumbernya adalah Sumpah Prajurit.

Tentu saja Presiden BJ Habibie yang sudah berkecimpung lebih dari
duapuluh tahun, mengenal betul apa yang terjadi didalam Regim Diktator
militer Soeharto. Saya mengharap semoga beliau yang kalau terpilih
kembali sebagai Presiden tidak mengulangi kembali apa yang telah dibuat
oleh Rezim militer Soeharto.

Nah kesimpulan terakhir adalah, kita sama-sama untuk menggalang
persatuan. Perbedaan dalam masalah cara mencapai tujuan dan taktik
strategi, jangan kita jadikan sebagai sumber perpecahan yang hebat.
Mari, kita tetap menggalang persatuan.

Siapapun tanpa memandang suku, ras, bangsa, nasionalitas, apabila mereka
itu mempunyai visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan,
amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan
mengharap ridha Allah SWT dengan misi membangun kembali satu masyarakat
muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan Islam dimana
Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan
hukum-hukum Allah dengan adil dalam naungan Daulah Islam yang
berdasarkan akidah Islam dengan konstitusi yang mengacu kepada Undang
Undang Madinah yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan
dan ras, maka saya dukung.

Inilah sedikit tanggapan saya untuk saudara Feri Kusnandar, J Kamrasyid,
el-Hammami, M Baehakin, Rully Iskandar, Usman Maine dan saudara Utomo.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Oct 1999 jam 07:32:20 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke