----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Precedence: bulk

BURZAH ZARNUBI DAN KIVLAN ZEIN SUSUPKAN EMPAT MAHASISWA

        JAKARTA, (15/10/99). Burzah Zarnubi dan Mayjen TNI Kivlan Zein
diduga kuat otak di belakang skenario masuknya empat "wakil mahasiswa" yang
ikut mendengarkan pidato pertangung jawaban Presiden Habibie. Sejauh ini,
Mahasiswa Jaringan Kota menolak tawaran dialog yang ditawarkan ketua MPR
Amien Rais.

        Mantan aktivis HMI, Burzah Zarnubi dan Mayjen TNI Kivlan Zein
ditengarai mengambil kesempatan dalam kesempitan menyusupkan empat mahasiswa
binaan mereka untuk ikut mendengarkan pidato pertanggung jawaban Presiden
Habibie, dalam Sidang MPR, Kamis (14/10) malam. Mahasiswa Jaringan Kota
menolak tawaran dialog Ketua MPR, Amien Rais karena dialog itu cuma akan
jadi kanalisasi politik.

        Keterlibatan Burzah, mantan ketua yayasan Himpunan Kemanusiaan dan
Keadilan (Humanika) di balik masuknya empat orang mahasiswa ke gedung
DPR-MPR itu, yang diklaim Amien Rais sebagai wakil mahasiswa  diperkuat
beberapa sumber SiaR. Seorang sumber menyebutkan, "Empat orang mahasiswa itu
bukan tokoh gerakan mahasiswa dari elemen besar melainkan anggota ormas
tertentu. Empat orang itu adalah; Ade mahasiswa Univ. Nasional, Ka'ban
mahasiswa Univ. Nasional, Anis, mahasiswa Univ. Gunadharma dan seorang
mahasiswa Unija."

        Sumber SiaR yang pernah dekat dengan Burzah menerangkan, "Keempat
mahasiswa itu anggota Himpunan Mahasiswa Islam faksi Cilosari, Cikini, dan
mereka ini anak didik Burzah". Sumber itu menambahkan mereka diminta Burzah
masuk ke MPR mengatasnamakan mahasiswa agar klaim ada perwakilan mahasiswa
ikut mendengarkan pidato pertangung jawaban Habibie.

        Pernyataan itu dipertegas oleh Ubaidillah Badrun, mantan Ketua Umum
Himpunan Mahasiswa Islam, faksi MPO, "Empat orang itu memang anggota HMI
Cilosari, mereka orangnya Burzah."

        Kecaman keras datang dari elemen gerakan mahasiswa seperti Forum
Kota (Forkot), Front Aksi mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred),
dan Forum Bersama (Forbes). Berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam
Jaringan Kota itu bahkan menuduh mereka pengkhianat gerakan mahasiswa.
Wahab, dari Famred menegaskan, "Sementara mahasiswa ditembaki seenaknya saja
orang tak dikenal itu menjual nama gerakan mahasiswa."

        Menurutnya, tak ada gunanya dialog dengan Amien Rais, karena ia
seharusnya sudah tahu agenda tuntutan mahasiswa. Taufan dari Forbes
menyesalkan hal itu sebagai kegenitan politik dan sikap oportunis.
"Celakanya Forbes tak bisa mememungkiri bahwa Ka'ban pernah masuk organ
kami, mereka memang orangnya Burzah," kata mahasiswa Univ. Jayabaya itu.

        Sementara Roy Simanjuntak dari Forkot, mengatakan, ada pihak
tertentu yang berupaya menyalip di tikungan. Burzah Zarnubi yang sekarang
memimpin Gerakan Pemuda Reformasi Indonesia (GPRI), organisasi kepemudaan
bentukan Habibie.  ***

----------
SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Oct 1999 jam 13:27:44 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke