---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Stockholm, 17 Oktober 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. SEMUA MAU PEGANG KEKUASAAN Ahmad Sudirman XaarJet Stockholm - SWEDIA. Untuk semua anggota fraksi di MPR periode 1999-2004. Siapa dari anggota MPRS yang menyangka bahwa Jenderal Soeharto yang kelihatannya tenang dan pendiam itu, akhirnya menjadi seorang penguasa diktator militer yang rakus di dunia. Ketika 32 tahun yang lalu, Jenderal Soeharto naik keatas podium dengan Supersemar ditangan, tepatnya pada tanggal 22 Februari 1967 menerima penyerahan kekuasaan pemerintahan dari Presiden Soekarno kepada Pengemban Ketetapan MPRS No. IX/MPRS/1966 Jenderal Soeharto, yang berdasarkan kepada Ketetapan MPRS No.XV Tahun 1966 yang menyatakan bahwa "Apabila Presiden berhalangan, maka pemegang Surat Perintah 11 Maret memegang jabatan Presiden". Kemudian pada tanggal 12 Maret 1967 Jenderal Soeharto diambil sumpah dan dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia berdasarkan Ketetapan MPRS No.XXXIII/MPRS/1967. ( http://www.dataphone.se/~ahmad/991001.htm ). Sekarang, 32 tahun telah berlalu. Dimana Regim Diktator Militer Soeharto telah tersungkur satu setengah tahun yang lalu, yang meninggalkan Daulah Pancasila berantakan, tetapi akhirnya dibebaskan dengan keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus korupsi, kolusi, dan nepotisme bekas presiden Soeharto. Walaupun semua fraksi di MPR hasil pemilu 1999-2004 menolak Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) bekas presiden Soeharto, yang telah dikeluarkan oleh Regim BJ Habibie melalui Jaksa Agung-nya, tetapi menurut pemikiran saya, penolakan semua fraksi di MPR itu tidak banyak berpengaruh kepada suhu dan klimat politik dan keadilan hukum pada masa yang akan datang. Mengapa? Karena, kalaulah BJ Habibie masih dipilih capres oleh Golkar+PBB yang ada kemungkinan terpilih kembali jadi presiden, maka sudah tentu apa yang diistilahkan dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme akan tetap berdiri dengan tegaknya di atas tanah Daulah Pancasila. Ditambah dengan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia, seperti di Ambon dan Aceh, yang tetap akan menghantui Daulah Pancasila dengan UUD 1945-nya yang sekuler. Kemudian kalau yang lain menjadi presiden, seperti Gus Dur, Akbar Tandjung, Megawati, Cak Nur, apakah mereka itu sudah memiliki suatu kesiapan moral yang tinggi (karena saya menganggap ke empat tokoh tersebut semuanya adalah muslim) untuk tidak menjalankan apa yang telah dilakukan oleh Regim Diktator Militer Soeharto yang lalu dan tidak melakukan kembali kesalahan yang telah dibuat oleh Regim BJ Habibie dengan Pangabnya Wiranto. Jadi menurut pemikiran saya adalah persoalan kemelut di Daulah Pancasila ini tidak akan bisa diselesaikan melalui perebutan kekuasaan dan pembagian kekuasaan saja, melainkan harus adanya kesamaan visi dan misi, bagaimana mengeluarkan Daulah Pancasila dari kemelut kehancuran sekarang ini. Tentu saja, akan ada orang yang mengatakan bahwa pikiran saya ini hanyalah fatamorgana saja. Memang, kalau hanya melihat dari sisi perebutan kekuasaan dan pembagian kekuasaan, maka pikiran saya untuk menyatukan visi dan misi adalah merupakan fatamorgana saja. Tetapi, kalau para tokoh tersebut diatas yang kemungkinan besar salah satunya akan menjadi presiden Daulah Pancasila memiliki visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras, maka, Insya Allah, kemelut yang terjadi sekarang melanda Daulah Pancasila akan sirna. Inilah sedikit tanggapan saya untuk semua anggota fraksi di MPR periode 1999-2004. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Oct 1999 jam 10:12:25 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
