---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Precedence: bulk Diterbitkan oleh Komunitas Informasi Terbuka PO Box 22202 London, SE5 8WU, United Kingdom E-mail: [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/xp Xpos, No 37/II/17-23 Oktober 99 ------------------------------ PERTANGGUNGJAWABAN HABIBIE DITOLAK (PERISTIWA): Kendati dua petinggi Partai Amanat Nasional (PAN) terlibat dalam penyusunan pertanggungjawaban Habibie, namun pertanggungjawaban itu nilainya "nol". Presiden Habibie punya tiga hal penting yang bisa dipakainya untuk menangkis penolakan PDI-P dan gerakan mahasiswa terhadap pertanggungjawabanya. Yakni: kebebasan pers, pemilu multi partai dan penguatan nilai rupiah. Tiga hal inilah yang paling menonjol dikemukakannya dalam pertanggungjawabannya sebagai presiden sambungan Soeharto, Kamis, 14 Oktober 1999, pekan lalu di depan MPR. Isi pertanggungjawaban itu sudah bisa diduga isinya, termasuk bagaimana Habibie menghindar dari skandal terpenting yang melibatkan dirinya dan kawan-kawan dekatnya, skandal korupsi di Bank Bali; juga bagaimana ia membebaskan Soeharto dari sangkaan korupsi. Tapi siapa saja orang-orang yang terlibat dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban Habibie itu? Soal ini, sebenarnya bukan hal penting. Habibie sah merekrut pakar untuk membantunya menyusun laporan itu. Namun, kalau tim penyusun ini melibatkan orang-orang penting dari partai lain, partai yang justru tak mencalonkan Habibie sebagai presiden dan bahkan memintanya mengundurkan diri dari pencalonan, ini baru jadi hal penting. Dawam Rahardjo, deklarator, salah satu Ketua PAN dan Umar Juoro, Sekretaris Dewan Ekonomi PAN, adalah dua petinggi PAN yang terlibat dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban itu. Kebetulan memang kalau kedua pakar ekonomi ini adalah juga tokoh-tokoh Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ PRESTASI BURUK HABIBIE * Membiarkan pembasmian gerakan mahasiswa oleh TNI (Semanggi I, Semanggi II, Lampung, Ujungpandang, Purwokerto dan sebagainya); * Membiarkan pelanggaran HAM (pembunuhan, penculikan, penyiksaan, penghilangan orang) di Aceh, Irian dan Timtim pasca Soeharto; * Memaksakan pengajuan RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya yang sarat militerisme ke DPR; * Mengundangkan UU yang membatasi kebebasan berdemonstrasi dan mengemukakan pendapat di depan umum; * Membebaskan Nurdin Halid, mantan Ketua Puskud Sulawesi Selatan dari tuduhan korupsi; * Membebaskan Soeharto dari tuduhan korupsi; * Membebaskan Tommy Soeharto (dan kroninya: Ricardo Gelael) dari tuduhan korupsi; * Terlibat pembobolan Bank Bali; * Melindungi Baramuli dan konco-konconya yang terlibat pembobolan Bank Bali dari kejaran hukum. ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Habibie adalah pendiri dan kemudian memimpin ICMI hingga ia diangkat Soeharto jadi Presiden. Dawam sendiri, menurut sumber Xpos, adalah salah satu senior tim penyusunan pertanggungjawaban Habibie, yang disebut sebagai Tim Sembilan. Tim ini kabarnya dipimpin Dawam sendiri, didampingi Watik Pratiknya. Baik Dawam maupun Umar adalah orang-orangnya Habibie. Dawam adalah Ketua Tim Penasehat Presiden dan Umar adalah anggota tim itu. Di PAN, Dawam memang bukan sayap kritis. Ia cenderung pro Habibie dan cenderung bergabung dengan sayap AM Fatwa (salah satu Ketua PAN) yang belakangan mampu mempengaruhi Amien Rais untuk menggeser pandangannya ke kanan dengan membentuk Poros Tengah. Sayap Fatwa ini adalah sebutan untuk membedakannya dengan sayap Faisal Basri, Sekterais Jenderal PAN, yang kecewa dengan perkembangan sikap para pemimpin partai itu. Sayap Faisal ini seringkali disebut sebagai sayap sosialis-demokrat (sosdem). Sedikit soal Fatwa, sejak awal, kehadiran Fatwa di PAN memang membuat gerah tokoh-tokoh muda di partai yang semula ingin berideologi tengah itu. "Kami sudah punya cara menangani Fatwa," ujar seorang deklarator PAN, sayap Faisal, sebelum pemilu lalu. Toh, cara apapun membendung pengaruh Fatwa, gagal dilakukan orang-orang sayap Faisal. Poros Tengah menggelinding bagai bola salju, Amin Rais, Ketua Umum PAN, ikut dalam bulatan bola salju itu. Bola salju Poros Tengah ini jelas membuat kecewa sayap orang-orang muda PAN itu. Faisal Basri bilang, ada sementara elite politik yang menggeret partai-partai politik berideologi tengah ke kanan hingga muncul Poros Tengah, kaukus yang dimotori Partai Keadilan, Partai Bulan Bintang, Partai Persatuan Pembangunan dan PAN (faksi Fatwa). Menurut Faisal partai berideologi tengah adalah PAN, PKB, Golkar, dan PDI-P. "Keterlibatan Dawam sebagai ketua tim penyusunan pertanggungjawaban Habibie bukan hal yang mengejutkan mengingat ia Ketua Tim Penasehat Habibie," ujar sumber Xpos di PAN. PAN, kata sumber penting tadi, memang ibarat karet, bisa ke sana dan kemari. Ada yang mendukung Habibie, Megawati dan Gus Dur. "Mungkin kalau ada lima calon presiden, ya akan didukung kelima-limanya oleh orang-orang PAN," ujarnya. Kendati disusun Dawam, Umar Juoro dan dibantu enam orang lainnya, pertanggungjawaban itu sama sulit diterima sebagai sebuah pertanggungjawaban seorang presiden. Pertanggungjawaban itu lebih tepat disebut sebagai pledoi, pembelaan Habibie terhadap tuduhan bahwa ia tak becus menjalankan pemerintahan. PDI-P sudah menolak pertanggungjawaban itu, bahkan sebelum Habibie membacakan pertanggungjawaban itu. Habibie, menurut Sabam Sirait, anggota MPR dari PDI-P bisa dinilai dari prilaku kekuasaannya selama ini, bukan dari laporan pertanggungjawabannya di MPR. (*) --------------------------------------------- Berlangganan mailing list XPOS secara teratur Kirimkan alamat e-mail Anda Dan berminat berlangganan hardcopy XPOS Kirimkan nama dan alamat lengkap Anda ke: [EMAIL PROTECTED] ---------- SiaR WEBSITE: http://apchr.murdoch.edu.au/minihub/siarlist/maillist.html ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 19 Oct 1999 jam 06:06:24 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
