---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- DOKUMEN, MINGGU II, Oktober 1999 ZIONISME DIBALIK SETERU MAHATHIR-ANWAR YAHUDI Spanyol sekte Dunamah memutuskan berimigrasi ke Turki sesudah runtuhnya pemerintahan Islam. Kemudian secara diam-diam mengklaim masuk Islam sejak tahun 1683 dan secara diam-diam pula mereka tetap dalam ke-Yahudi-annya secara rahasia. Kecuali mendapatkan fasilitas atas hak domisili di Turki, acapkali mereka mampu mencampuri urusan-urusan ekonomi, politik dan pendidikan Turki. Mengadakan halaqah-halaqah, pengkajian fiqih, hadist dan ayat-ayat Al-Qur'an. Dimulai ilmu pengetahuan sebagai alat sosialisasi ke masyarakat memperoleh sambutan luas. Agaknya kegiatan mulia tersebut, hanyalah siasat mereka. Karena pada saai itu mereka secara intensif sedang menyusun rencana untuk melumpuhkan Khilafah Islamiyah dan negara Utsmaniyah. Mencengkeram para tokoh partai persatuan ke dalam perkumpulan Masuniyah yang bermuara pada munculnya DR. KEMAL ATTATURUCK--politisi terkemuka, seorang pengamat Islam sekuler garis keras, selaku hasil pembinaan mereka. Klimaks persekongkolan khianat Yahudi Dunamah itu bersamaan berlangsungnya konsentrasi sekutu pasukan salib. Yakni petinggi-petinggi Dunamah maju menghadap para panglima sekutu untuk mengumumkan bahwa mereka bukan bangsa Turki, merekapun bukan muslim. Lantas mereka mulai melaksanakan rencana Yahudi, yakni mengubah kekuasaan Turki menuju sebuah nasionalisme Arab dan Turki. Dan dari sanalah awal mula disiapkan agenda masuk Israel. Pesekongkolan Yahudi Dunamah dengan kekuatan Barat tidak saja berhasil menikam Turki dari belakang seraya melakukan pembinasaan dan menghancurkan Khilafah Utsmaniyah tanpa harus menerima ganti rugi. Yang jelas lagi, Barat berhasil membangun Israel di atas puing-puing Khilafah. Imperialisme pun bebas memasuki seluruh jengkal wilayah bangsa Arab selepas berakhirnya revolusi, Syarif Hussein Ali yang ingin membebaskan Arab dari cengkeraman Yahudi dunia masa itu. Giliran Malaysia Berangkat dari catatan pengantar singkat ini, bahwa seting konspirasi ditunjang kegiatan penetrasi bersifat intelijen (Yahudi Dunamah) secara berkala dan sistematis sehingga mampu mengakhiri kejayaan Kekaisaran Ottoman di atas. Dan kecuali dengan cermat menggarap sejumlah besar tokoh-tokoh politik seperti DR. Kemal tadi, Yahudi Dunamah pun dengan cekatan dapat menjembatani suatu kerjasama militer secara rapi dan tertutup dengan kekuatan Barat sebagai bala tentara Perang Salib--acapkali ditandai saling menyerang antara elit politik akhir-akhir ini, baik sejak runtuhnya Uni Soviet- yang berarti juga berakhirnya era perang dingin- bercerainya Ceko dan Slovakia, menyusul berlangsungnya operasi-operasi intelijen Amerika dengan lobi Yahudinya untuk meluluh lantakkan Yugoslavia. Kini giliran invasi itu mengancam kedaulatan negara-negara Asia. setelah berkali-kali gagal mengintervensi Republik Cina, dimana Taiwan menjadi sasaran propaganda di satu sisi serta persengketaan di Semenanjung Korea di sisi lainnya. Amerika berharap mencengkeram negara Asia Tenggara yang tergabung dalam pakta bersama ASEAN. Indonesia selakuk garda terdepan, blok ASEAN menempati sasaran tembak utama. Prioritasnya, dengan jatuhnya Indonesia--di bidang politik, ekonomi dan ketahanan militernya--sangat mempengaruhi sistem secara keseluruhan di kawasan itu. Kenyataan akhir, Indonesia melepaskan Timtim melalui skenario jajak pendapat yang padat dengan kecurangan UNAMET bentukan PBB itu. Sementara gejala perbaikan ke arah rasio perekonomian nasional, belum menentu, giliran negara jiran Malaysia menjadi titik sasaran. Setelah gagal menghempaskan Datuk Mahathir Muhammad dari kusi Perdana Menteri, sejumlah skenario destruktifpun dirancang. Isu- isu penting berkisar atas berbagai skandal politik, ekonomi, kekuasaan serta perselingkuhan tidak jarang melegalisir penetrasi sesat itu. Klimaksnya adalah keberhasilan memperhadapkan Perdana Menteri Mahathir Mohammad dan Deputi Menteri Anwar Ibrahim ke dalam kancah perseteruan politik. Di sini harga diri, martabat serta kekuasaan jadi ajang seteru kedua pemimpin Melayu itu. Implikasi itu bermuara jua, pada akhirnya Deputi Menteri Anwar Ibrahim berada di balik terali penjara menyusul tuduhan keterlibatannya dalam serangkaian kegiatan asusila. Kendatipun kehilangan jabatan Deputi Menteri, Anwar melalui massa pendukungnya tetap melakukan perlawanan poltik. Sebaliknya Mahathir Mohammda tidak terpengaruh gelombang demonstrasi--seraya sesekali mengecam Amerika dan Eropa Barat sebagai penyebar utama kosnpirasi--termasuk dalam hal ini biang keladi terjadinya perseteruan politik kedua pemimpin Melayu ini. Nah, seraya belajar dari pengalaman jatuhnya H.M. Soeharto, setelah menolak izin penggunaan kepulauan Natuna Besar sebagai pangkalan armada militer AS serta beberapa peristiwa disebutkan tadi. Betapa tidak pertikaian yang merenggut keakraban kedua putra terbaik bangsa Melayu itu telah terjerembab ke dalam skenario dimana Zionisme melalui Amerika selaku arsiteknya. Kalau kekaisaran Ottaman mampu dihancurkan, setelah menguasai kalangan politisi terdepan seperti DR. Kemal, apalah arti Malaysia, Indonesia, blok ASEAN lainnya. Artinya, keluarnya bangsa Malaysia dari jebakan Zionisme Amerika, adalah melalui kekuatan utama Melayu, serta barisan UMNO dan ABIM agar mampu menggalang suatu proses silaturahmi. Adalah suatu upaya mulia apabila Sri Paduka yang dipertuan Agung Raja Malaysia Sultan H. Salahuddin Abd. Azis Shah Selangor dapat memfasilitir bagi suatu perdamaian Islami kedua tokoh Melayu Mahathir Muhammad dan Anwar Ibrahim. Wallahua'lam Bisshawab.*BMIL ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 20 Oct 1999 jam 10:48:31 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
