----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Stockholm, 20 Oktober 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

SELAMAT UNTUK PRESIDEN DAULAH PANCASILA GUS DUR
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan yang pertama untuk Presiden Daulah Pancasila Gus Dur.

Pagi tadi, Rabu, 20 Oktober 1999, pukul 6.00, sebelum Gus Dur terpilih
sebagai presiden Daulah Pancasila, saya menulis dengan judul "Kekuasaan
atau amanah". Tetapi waktu itu saya sudah mengetahui bahwa nasib BJ
Habibie sudah diluar pintu, karena Pidato Pertanggungjawaban-nya (PPJ)
ditolak oleh MPR.

Sebenarnya, tugas dan beban amanah yang sekarang berada diatas pundak
Gus Dur adalah berat sekali. Tanpa dibantu oleh seluruh rakyat, termasuk
seluruh anggota DPR/MPR, maka kemelut yang sedang menimpa Daulah
Pancasila tidak mungkin dapat dipecahkan dan diselesaikan.

Nah, mungkin saatnya sekarang bagi Gus Dur yang telah melontarkan ide
dan programnya seperti yang pernah saya tulis dalam tulisan "Gus Dur
tetap maju, Habibie tetap waspada, Mega siap revolusi" (
http://www.dataphone.se/~ahmad/991019.htm ). Dimana saya menulis,

"Inilah salah satu kegamblangan Capres yang senang orang memanggilnya
dengan panggilan Gus Dur yang susah diterka dan ditebak jalur pikiran
politiknya walaupun masih tetap mau tunduk kepada hasil keputusan kiai
Langitan KH Abdullah Fakih, yang telah merestui sebagai capres.

Ide dan usaha yang akan dibuat oleh Capres yang satu ini, menurut
pikiran saya adalah, bersatunya kaum muslimin atau bercerainya kaum
muslimin. Mengapa?

Karena, apa yang dikatakannya, saya anggap sesuatu yang serius, karena
nantinya sebagai seorang yang mempunyai kekuasaan tertinggi dalam
lembaga eksekutif, apa saja yang di-idekan dan dikeluarkan oleh
pikirannya, semuanya akan menentukan garis kebijaksanaan politik
kekuasaannya.

Apa sebenarnya yang menurut pemikiran saya sesuatu yang diharapkan bisa
menyatukan kaum muslimin Indonesia dari buah pemikiran Capres yang ligat
ini ?

1. Meningkatkan hubungan NU dan Muhammadiyah.
2. Posisi-posisi dalam kabinet yang cukup menentukan untuk masa depan
kaum muslimin (seperti dalam bidang Pendidikan Nasional, Menteri Agama,
dan Menteri Luar Negeri) akan dipegang oleh orang-orang yang mengetahui
dan memahami agama (tentu saja yang dipilihnya dari NU).
3. Pencegahan disintegrasi bangsa.
4. Memecahkan masalah pangan.
5. Pembiayaan pusat dan daerah yang seimbang.
6. Meningkatkan ekspor pertanian.
7. Tidak terlalu tunduk pada IMF.
( http://www.detik.com/berita/199910/19991018-1950.htm ).

Walaupun saya tidak melihat adanya pemikiran yang keluar dari Capres ini
untuk usaha membangun kembali satu masyarakat muslim dan non muslim
didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang
menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil dan
penuh amanah, berdasarkan akidah Islam, dengan konstitusi yang
bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas,
kebangsaan, kesukuan dan ras untuk tujuan beribadah, bertaqwa dan
mencari keridhaan Allah swt.

Tetapi, sebagai langkah pertama, saya melihat idea dan pikiran serta
program dari Capres yang ligat dan susah diterka jalan pemikiran
politiknya ini, telah memberikan gambaran kepada saya bahwa, apa yang
telah keluar dari saringan otaknya yang sudah encer itu akan melahirkan
suatu kesatuan kaum muslimin dan non muslim di Daulah Pancasila.

Tentu saja, kalau langkah awal ini berhasil, akan disusul dengan langkah
kedua yang memberikan pembinaan aqidah Islam melalui pendidikan dan
penerapan langkah politik Islam yang akhirnya akan menjurus kepada apa
yang akan men-solid-kan kaum muslimin dalam membangun dan menegakkan
Aqidah Islam". ( http://www.dataphone.se/~ahmad/991019.htm ).

Nah sekarang, kita lihat, bagaimana Gus Dur yang sudah dipilih dan
diangkat untuk menjadi Presiden Daulah Pancasila dengan UUD 1945-nya
yang sekuler, melaksanakan dan menjalankan program-programnya, seperti
yang saya tuliskan diatas.

Walaupun kelihatannya program-program tersebut sederhana, tetapi, saya
yaqin akan begitu sulit untuk dilaksanakan apabila tanpa mendapat
dukungan dari seluruh rakyat Daulah Pancasila.

Insya Allah, dengan tetap kita meminta pertolongan dan petunjuk Allah
SWT, dengan tetap beribadah, bertaqwa dan mencari ridha Allah SWT, maka
kemelut yang dihadapi oleh rakyat Daulah Pancasila akan sirna. Dan
Daulah Pancasila secara lambat laun akan menuju kepada Daulah yang
diridhai Allah, yaitu Daulah Islam Rasulullah. Insya Allah.

Inilah sedikit tanggapan saya untuk Presiden Daulah Pancasila Gus Dur.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 20 Oct 1999 jam 16:54:29 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke