---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Bisa sakit mental orang yang terus menerus terlibat dan mengamati gejolak politik di Indonesia 3 hari belakangan ini. Sebab perubahan bukan saja susah diprediksi, tapi perubahan itu sendiri terjadi begitu cepat dari jam ke jam. Sebagai seorang kampung dari kalangan kebanyakan yang kebetulan tinggal di negeri orang, saya jelas punya keterikatan emosional yang kental dengan tanah air. Bleh..tapi ini namanya bukan nasionalisme..oke ? ini cuma romantisme..kebangsaan..kekeluargaan, ke"gang"an, kewartegalan..kepeteean dan kejengkolan.. saya rindu misbar.. Emosi saya seperti permukaan air laut, dia mengikuti ritme jatuh bangun rembulan.. EMOSI BERIAK. Menjelang 700 orang-orangan di Senayan voting untuk menerima atau menolak Habibie...air laut di dada saya beriak tidak jelas..saya cemas...saya khawatir akan ada lagi rekayasa meloloskan ini si boncel.. EMOSI SURUT. Ketika Mr Crak ini mengundurkan diri. Tanpa sadar saya berteriak YESS !! mengagetkan istri " ada apa ? ada apa ?" Katanya , saya jawab " This Silly President akhirnya mau minggat !! " Istri bule itu tanpa disangka-sangka berteriak YESS !! lebih kencang dari saya... EMOSI PASANG. Jam 3 subuh itu, saya masih sedang bermimpi sedang makan sate Padang di pasar Tanah Abang yang luar biasa lezat ketika telepon berdering , sambil mengutuki saya angkat itu telepon, " GUS DUR MENANG !! GUS DUR PRESIDEN INDONESIA !! " Teriak kakak perempuan saya dari rumahnya yang minggir di pinggiran Jakarta. " What ? Gile..apa-apaan nih...Mega Kalah? What ? Yang bener..kok bisa gitu ..wah nggak adil..nggak adil..!! " Jawab saya dengan emosi yang naik setengah kasihan dan murka. Setelah ngoceh menggerutu dan merasa " semua kangguru di Senayan itu memperalat dan melompati Mega sebagai pemenang pemilu " saya tutup itu telpon...jantung berdetak seperti anda para suami yang hoby nonton film porno ketika istri sedang pergi shopping ke mall. Saya begitu kasihan pada Mega...saya merasa perih entah kenapa... Saya kutuki demokrasi yang kocar kacir ini setengah mati..Bagaimana mungkin Gus Dur yang tidak ikut pemilu , atau katakanlah setengah ikut pemilu ( PKB memenangkan 12 persen suara ) mengalahkan Mega yang yang memenangkan 37 persen suara ? Ini demokasri gombal !! Sebelumnya saya juga hamoir mengutuki Cak Nun yang berniat ikutan berniat jadi pawang di sirkus Senayan.. Ini juga gila...!! rakyat mana yang milih dia jadi capres? Emosi saya pasang...menenggelami tidal pool dan karang- karang... EMOSI SURUT. Jam 2 siang, Radio NPR yang sedang mengudarakan siaran berita BBC di tempat kerja mengatakan Mega memenangkan voting kursi vice presiden, laut di dada saya terasa menjadi tenang. Ah saya juga merasa senang.... seandainya saya orang beragama , pasti saya sudah bersujud syukur menyembah zat yang namanya Tuhan.. Tapi saya mengaku lega dan bilang thanks entah buat siapa.. Untunglah Mega menang... Karena ibu-ibu satu ini memang berhak menang... setelah berkali kali digoblokin..dikoyo-koyo sama Golkar ,Amien Rais ,PPP dan TNI..ah emosi ini surut lagi.. EMOSI MAPAN. Memikiri Mega yang telah menjadi orang nomor 2 membuat saya senang..memikiri bukan orang Golkar dan Jendral TNI yang menjadi wapres membuat saya riang... Sebab setelah di pikiri, justru kedudukan nomor 2 itulah sebenarnya posisi Mega bahkan menjadi lebih baik.. Pertama...posisi Mega menjadi terlindung dari serangan esktrimis Islam fundamentalis lantaran sosok Gus Dur.. Kedua ..Power bargain Mega malah sebenarnya sebagai orang kedua malah menguat.. Memang jabatan wapres pada sebuah negara sehat biasanya adalah jabatan seromonial yang pengaruhnya hampir tidak pernah nampak... Tapi Indonesia adalah sebuah negeri tidak sehat yang sekarang dipimpin oleh seorang presiden yang kurang sehat...walaupun tidak mau menyukuri.. besar kemungkinan Gus Dur akan berobat berkali kali, dan tidak bisa menuntasi masa jabatannya sampai garis finish...nah....jelas Mega sebagai wapres yang akan mengorbit lagi nantinya.. AKAN MENGAKHIRI CACI MAKI. Sungguh tindakan Gus Dur yang memangkas jumlah Departemen dan Mentri adalah tindakan yang baik. Sungguh saya berharap dia mau menaikan orang jujur sebagai menteri dalam kabinetnya..bukan melulu dari PKB atau NU.. Walaupun demikian saya menyangsikan ini orang berniat mengadili Suharto dan memenjarakan para maling orde baru, Walaupun demikian saya masih meragukan kalau Gus Dur mau memberikan referendum atau memberi kue kemakmuran lebih besar buat Aceh Irian , Riau dan Kalimantan.. Walaupun demikian, saya kok tetap ragu kalau Gus Dur mau mengandangkan TNI ... Tapi okelah..saya sudah capek memaki-maki.. Saya mau itu Faisal Basri, Sri Mulyani,Hermawan Selistyo,Matori,Adi Andojo,Kwik Kian Gie, Gunawan Muhammad moga-moga mendapatkan posisi.. Dan jangan angkat itu Fuad Bawazir , arab Korup yang punya rumah mewah di Maryland dan entah kenapa bisa jadi anggota legislatif mewakili Jogja, beserta AM Fatwa,AM Saefudin, AM Ghalib ( semua yang ber AM adalah biang kerok pembela Habibie.. dan semua yg berbau Makasar ) Saya akan belajar berhenti memaki... Hasan Basri October 22,99 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Oct 1999 jam 00:51:47 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
