----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Gus Dur naik, media jurnalistik kembali menjadi bencong.
Kebebasan wartawan tersendat bagai buntalan udara
dalam perut manusia setelah makan lusinan ubi,

Mereka ingin kentut, tapi takut...
Sebab Gus Dur itu Islam, di belakangnya ada jutaan umat
Islam yang siap membeking si Presiden yang sudah disejajarkan
dengan wali suci ini dengan jihad dengan arogansi militan..

Sakit perut mereka tahan, kritik dan pertanyaan kritis mereka
simpan dalam usus buntu, begitu parahnya media di Indonesia
sampai Gus Dur ( Presiden pilihan Golkar plus Amien Rais-
bukan pilihan rakyat ) sendiri yang meminta mereka untuk
berani kentut,

" Hayo para wartawan, kentut saja jangan malu-
malu, ini penting supaya saya tahu bahwa penciuman
saya masih bagus.." Kata Gus Dur sambil cengengesan..

" Ampun mbah, Pak, Yang Mulia Abdurahman Wahid bin
Wahid hasyim bin Walisongo al Kitabullah , kami ngga
bakalan lagi berani meralat omongan dan sabda mbah.."
Begitu kata ratusan wartawan sambil terpucat-pucat...

Islam telah menunjukan kekuasaan dan powernya..

Walaupun gus Dur selama ini menikmati cap sebagai Islam
moderat, tapi jelas dia juga tahu dan mungkin memperalat
backing militansi Islam di NU,PPP, KISDI,gerombolan habib
,kerumunan kyai pesantren , dan obsesi keong racun Islam
fundamentalis yang sangat anti PDI-P sekaligus penyamun
politik bernama Amien Rais.

Bila Koran selama masa transisi Suharto ke Habibie benar
benar menunjukan nyali, dalam jaman Gus Dur hampir semua
koran menanggalkan gigi, seperti banci taman lawang para
wartawan cuma bisa mengamati malu malu dari kegelapan ..

Ini adalah contoh kecil bahwa negara agama identik dengan
negara teroris. Orang yang memimpikan negara Islam di
era global sekarang, adalah orang yang sel-sel otaknya
pasti sudah menjadi fosil...

Orang yang berteriak mengumandangkan keberanan agama
nya sendiri ditengah plurarisme pemahaman manusia adalah
diktator religi yang rasionya telah lama mati.

Orang yang memaksakan kehendak mendirikan negara
agama, seperti orang-orang Aceh bloon yang memotongi
rambut para wanita yang tidak berjilbab, memaksakan
cara hidup seragam sesuai agama yang seragam, adalah
orang yang seharusnya kita teleport kembali ke jaman
batu atau hidup di gurun yang tandus, gersang tanpa
peradaban.

Islam, agama ini adalah agama yang dianut kebanyakan
oleh masyarakat terbelakang di negara yang peradabannya
ketinggalan..

Islam akan maju bila agamanya dikoreksi,
Manusianya tidak berjihad-jihad militan.
Tidak memaksakan negara Islam.
Tidak meraung-raung soal kebenaran Islam..

Islam yang baik adalah Islam yang disimpan dalam hati...

Islam yang meraung-raung, minta atensi, minta perhatian,
hobby nungging dan ngamuk bersamaan ,adalah Islam
yang sama berbahayanya dengan rejim Komunis di
Russia, Korea Utara,China,Vietcong,dan rejim campuran
sosialis komunis Serbia ..

Semua adalah rejim penindas...

Bahaya laten Islam ini mesti diawasi oleh kita semua..

Hasan Basri

October 29,99

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 31 Oct 1999 jam 03:53:35 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke