----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Aliran Dana Skandal Bank Bali (Bagian II)

Manimaren Transfer Dana Ke Golkar Dan Kolega Tanri
JAKARTA - Tanggal 9 Juni 1999, dari sejumlah Rp 500 juta dari rekening
Agus Sudono disimpan dalam deposito atas nama Siti Hamidah, sesuai dengan
salinan tabungan tersebut yang termuat dalam kertas kerja BI. Dana Rp 500
juta lainnya seperti tertulis dalam flowchart telah ditarik dari rekening
Agus Sudono. Namun, bukti tabungan atas nama Siti Hamidah selanjutnya
tidak jelas.

Kami telah menelusuri saluran dana itu, namun kami tidak memperoleh kemana
akhirnya dana tersebut disalurkan.

Masih dalam tanggal yang sama, dana dari rekening Agus Sudono, Rp 200 juta
dan Rp 250 juta, berturut-turut telah ditempatkan dalam deposito atas nama
Agus Sudono dan Ny Agus Sudono. Kami kehilangan salinan aplikasi untuk
membuka rekening yang dibuat terakhir tanggal 11 September 1999. Kami
tidak mengetahui aliran terakhir kedua rekening itu.

Tanggal 11 Juni 1999, ada penarikan kembali dari rekening Agus Sudono Rp
50 juta. Namun rekening tabungan menunjukkan hanya Rp 5 juta bukan Rp 50
juta. Lagi-lagi, akses dana tersebut tidak bisa ditelusuri secara detail.

Masih tanggal yang sama, sejumlah Rp 5 miliar dana ditransfer dari
rekening PT USG dari rekening di BDN Warung Buncit. Transaksi dari
rekening itu pun tidak diketahui secara detail. Tanggal 14 Juni 1999,
terjadi transfer dana Rp 1 miliar dari rekening USG ke rekening lain yang
tidak diketahui nomornya, di bank BCA Pasar Minggu.

Tanggal 16 Juni 1999, terjadi transfer dana dari USG Rp 6 miliar juga
kepada rekening yang tidak diketahui nomornya di Bank Putera Multikarsa.
Sesudah itu, ada sejumlah dana yang ditransfer ke sebuah rekening BNI JPU.

Dari dikumentasi yang jejaknya tidak ditemukan, ada catatan aliran dana
Bank Lippo, BII Plaza (perjanjian fasilitas pinjaman ??). (Salinannya tiba
Senin 6 September 1999 di PwC) USG mengaplikasikan sebuah fasilitas
pinjaman yang ditransfer antara Bank Lippo - BII Plaza sejumlah Rp 30
miliar.

Tanggal 26 Mei 1999, dari fasilitas dana yang tersedia, terjadi transfer
dana ke USG dengan nomor A/C 572.30.000.229 ke Bank Lippo, Plaza BII.
(Salinan slip transfer itu menggambarkan Rp 30 miliar ditransfer ke
rekening USG di Bank Lippo, Plaza BII).

Dana dalam rekening tersebut, telah ditransfer kepada Manimaren (Vice
Treasurer Partai Golkar) A/C # 572-30.000211 dalam bank Lippo, Plaza
Indonesia. (Copi cek nomor 058576-0 sejumlah Rp 30 miliar dibayarkan dalam
rekening nomor 5720000229 Bank Lippo kepada Manimaren.

Kolega Tanri

Tanggal 27 Mei 1999, dana dari rekening tersebut telah ditrasnsfer dari
rekening Manimaren kepada Arung Gauk Jare (bekas kollega Tanri Abeng,
Presiden Direktur dan pemilik PT Mondalindo Grahaperdana) A/C
738.30018.708 dalam Bank Lippo, Lippo Center melalui cek nomor WNR
058551-0 (salinannya tidak berhasil ditemukan).

Tanggal 2 Juni 1999, dari dana yang dikirim ke Arung Gaek Jare itu,
ditransfer masing-masing Rp 5 miliar (total Rp 15 miliar) kepada Bapilu
Pusat DPP Golkar A/C 113.10.14410 di bank BBD Cabang DPR/MPR Senayan.
Aplikasi transfer ini telah kami peroleh dari Bank Lippo.

Selanjutnya, terdapat tiga kali penarikan kembali dari rekening yang Arung
Gaek Jare sejumlah Rp 5 miliar dan Rp 5,3 miliar secara berturut-turut.
Penarikan kembali dana itu terlihat dalam pernytaan yang dibuat Bank Lippo
yang diserahkan kepada PwC. Namun identitas penerima dana terakhir, tidak
diketahui.

Tanggal 8 Juni 1999, ada transfer dana dari EGP Rp 30 miliar kepada USG,
sama dengan rekening sebelumnya, yakni A/C nomor 572.30.000.229 dalam Bank
Lippo - BII Plaza. Slip kliringnya nomor 3973534 yang diberikan oleh Bank
Lippo ke PwC.

Tanggal 9 Juni 1999, dana dalam rekening USG digunakan untuk menyelesaikan
pinjaman tanggal 26 Mei 1999 yang diserahkan ke rekening USG. (Terdapat
salinan otorisasi untuk debet rekening USG A/C 572.30.00029 untuk membayar
kembali fasilitas pinjaman Rp 30 miliar, berserta surat tanggal 30 Juni
1999 dari USG kepada Bank Lippo berisikan permohonan penutupan fasilitas
pinjaman tersebut).

Pada 9 Juni 1999, EGP mentransfer Rp 7,8 miliar ke rekening Djoko Tjandra
nomor rekening A/C 246.000044664.001 di BNI Rasuna Said. Diperkuat dengan
copy dokumen dari BNI dan copy cek dari BI.

Pada hari yang sama EGP juga mentransfer Rp 5 miliar ke Manimaren,
rekening A/C 572.30.00021 di Bank Lippo Plasa Indonesia.

Golkar

Kemudian, 22 Juli 1999 Manimaren mentransfer Rp 920 juta ke Freddy
Latumahina, anggota DPR dari Partai Golkar. Yaitu pada Bank Bumi Daya di
Kantor Cabang Pembantu di Gedung DPR, nomor rekening A/C 113-10-17694.
Diperkuat dengan cek nomor 061926-0.

Tanggal 22 dan 27 Juli 1999 penarikan tunai terjadi dari rekening Freddy
sebanyak dua kali berturut-turut yaitu Rp 300 juta dan Rp 620 juta.

Pada 8 Agustus 1999 terjadi penarikan berupa cek tunai dari rekening
Manimaren di Bank Lippo Plasa Indonesia sebesar Rp 500 juta untuk USG di
Bank Putera Multikarsa. Pada rekening yang sama terjadi juga pengambilan
tunai Rp 720 juta, namun tanggalnya tidak diketahui. Begitu juga dengan
penerima, karena dokumen di Bank Lippo tidak mendukung.

Sekitar Juni hingga Agustus 1999, penarikan tunai Rp 225 juta pada
rekening Manimaren di Bank Lippo Plasa Indonesia itu, pemberi dana dan
penerima dana itu tidak diketahui.

Tanggal 9 Juni 1999 EGP mentransfer dana ke MS Ralie Siregar pada Bank
Niaga Gajah Mada.

Pada 3 Juni 1999, EGP mentransfer Rp 186 miliar dan Rp 98 miliar ke
rekening Djoko A/C 246.000044664.001 di BNI Cabang Rasuna Said. Dan pada
rekening yang sama tanggal 10 Juni 1999 sebesar Rp 142 miliar.

Pada 8 Juni 1999, Djoko mentransfer Rp 1,5 miliar ke rekening Setya
Novanto (bendahara Partai Golkar yang juga direktur PT EGP) di BNI Pondok
Indah A/C 617.687.001.

Esoknya, sejumlah Rp 3 miliar dari rekening Setya Novanto, dibuat dalam
deposito yang jatuh tempo tanggal 11 September 1999 pada Bank mandiri,
Plasa Mandiri.

Tanggal 4 Juni 1999, terjadi penarikan sebesar Rp 500 juta dari rekening
Setya Novanto di BNI Pondok Indah. Tidak jelas mengapa tiga kali penarikan
dalam jumlah yang sama dari rekening tersebut.

Tanggal 8 Juni 1999 penarikan tunai terjadi di BNI Semanggi pada rekening
A/C 617.687.001, sebesar Rp 220 juta.

Tanggal 8 Juni 1999 sebesar US$ 1 juta (Rp 7,790 juta, red) telah
ditransfer ke rekening Djoko A/C 246.000044664.001 di BNI Rasuna Said.
(YS/N-6)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 2 Nov 1999 jam 07:28:55 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke