---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- MOBILISASI MASSA SECARA TIBA-TIBA TANPA KOORDINATOR JELAS MAHASISWA, THALIBAN & LSM ACEH SEBUT TNI DIBALIK INSIDEN MEULABOH BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Jum'at 5/11). Akumulasi dan kekecewaan rakyat Aceh selama ini terhadap pemerintah telah melahirkan sikap politik untuk menentukan nasibnya sendiri (self determination), Ketidakadilan multi sektoral yang dialami rakyat Aceh dibawah Pemerintahan RI, menjadi pemicu perlawanan sipil demokratis. Perlawanan sipil demokratis dalam rangka menuntut keadilan telah dilakukan oleh seluruh elemen Rakyat Aceh. Mulai dari pemboikotan pelaksanaan Pemilu Juni 1999 lalu, aksi mogok massal damai 4 s/d 5 Agustus 1999 telah menjadi indikator kuat, terhadap pemutusan kotrak sosial rakyat Aceh terhadap pemerintah pusat. Ini merupakan wujud perkembangan Rakyat Aceh terakhir, tuntutan referendum telah menjadi sebuah kesadaran politik rakyat Aceh, demikian salah satu isi dari pernyataan sikap bersama, Mahasiswa Aceh, Thaliban dan LSM-LSM Aceh dalam menyikapi situasi terakhir di Serambi Mekkah, yang diterima Redaksi Radio Nikoya-FM, semalam (Kamis 4/11). Pernyataan sikap bersama yang ditanda tangani oleh, Bakti Siahaan, SH, MH (LeuHAM), Erwanto (Wakampas), Wiratmadinata (YSM), Muhammad Nazar (Sentral Informasi Referendum Aceh-SIRA), J. Kamal Farza, H (Yayasan Anak Bangsa), Ari Maulana (Kontras Aceh), Ramadhana Lubis (Walhi Aceh), Mursidi Ibrahim (KIPP Aceh), Maimul Fidar (Koalisi NGO HAM Aceh), Kautsar (Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat-SMUR), Rufriadi, SH (LBH-Aceh), TM. Zulfikar (L-eReM), Efendi Hasan (BEMA IAIN Ar-Raniry), Tgk. Marzuki Adnan (Forum LSM Aceh), Amri (Farmidia), Sepriady Utama (Komnas HAM-Aceh). Dalam pernyataan bersama itu disebutkan, Kebijakan Presiden Gus Dur yang memerintahkan pemeriksaan terhadap pelaku pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pejabat Militer di Aceh adalah merupakan langkah terbaru dan positif. Tetapi hal ini telah membuat elit TNI menjadi panik dan sakit hati. Ada indikasi kuat telah menjadi pertikaian dan pertentangan kebijakan elit polit ik nasional dan upaya penyelesaian kasus Aceh. Hal ini sangatlah merugikan rakyat Aceh. Sikap Presiden gus Dur ternyata tidak didukung oleh TNI pada pelaksanaannya di lapangan. Hal ini ditunjukkan dengan kondisi mutakhir Aceh seperti insiden yang terjadi di Bireuen - Kabupaten Jeumpa dan Meulaboh - Kabupaten Aceh Barat baru-baru ini. Menurut Organisasi Mahasiswa Aceh, Thaliban dan LSM-LSM Aceh, intruksi Presiden Gus Dur untuk mengusut Kasintel Korem 012/TU sehari sebelum insiden Meulaboh menjadi sebuah indikator kuat, bahwa TNI kecewa dengan sikap Presiden Gus Dur. TNI merasa dipojokkan. Karenanya TNI perlu melakukan suatu strategi untuk mencari alasan pembenaran tindakan represif yang telah mereka lakukan. Dari Kronologis insiden Meulaboh-Aceh Barat ada beberapa hal yang dapat dicermati, bahwa Mahasiswa, Thaliban/Santri, dan Ulama sebenarnya telah menetapkan jadwal tersendiri untuk pelaksanaan aksi, target aksi dari kesepakatan Mahasiswa, Thaliban, dan Ulama adalah Referendum, kepanitiaan aksi belum terbentuk, ada mobilisasi massa secara tiba-tiba dari berbagai kecamatan menuju ke kota Meulaboh tanpa koordinator yang jelas (tidak seperti aksi-aksi sebelumnya), ada sekelompok massa yang tidak terindentifikasi yang memprovokasi massa pada saat dilakukan negosiasi dengan anggota DPRD Tk-II Aceh Barat, hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa TNI berada dibalik insiden Meulaboh-Aceh Barat tersebut, kata mereka. Realita kondisi objektif rakyat Aceh yang cenderung emosional dan tidak sabar, harus dilihat sebagai akumulasi kekecewaan rakyat Aceh terhadap pengingkaran aspirasi Rakyat yang tidak pernah diakomodir oleh pemerintah pusat, hal ini telah membuat Rakyat Aceh menjadi sangat reaktif dan mudah dipicu untuk melakukan tindakan-tindakan anarkis oleh pihak/kelompok yang berkepentingan. Karena peristiwa itu, Mahasiswa Aceh, Thaliban dan LSM-LSM Aceh, menyatakan kembali sikap tegasnya, antara lain, TNI adalah institusi yang paling bertanggungjawab atas insiden Meulaboh-Aceh Barat, TNI telah mengangkangi kebijakan Presiden Gus Dur selaku Panglima Tertinggi TNI, menghimbau kepada semua pihak untuk mendukung dan menghormati sikap politik rakyat Aceh yang diwujudkan melalui berbagi aksi-aksi damai dan demokratis, menghimbau kepada pihak yang tidak menyepakati ide Referendum untuk tidak mengotori perjuangan rakyat Aceh, menghimbau kepada seluruh komponen rakyat Aceh untuk tetap bersatu dan tidak mudah terprovokasi dan berhati-hati kepada pihak-pihak tertentu yang anti Referendum, mendukung sepenuhnya sikap politik rakyat Aceh dalam menuntut dilaksanakannya Referendum di Serambi Mekkah, menghimbau kepada seluruh Rakyat Aceh untuk menghindari tindakan anarkis, sebab seperti insiden di Meulaboh itu akan menjadi pembenar bagi militer untuk mengakomodir setiap keinginan Rakyat Aceh, tulis pernyataan bersama tersebut. (Tim). News Division RADIO NIKOYA 106.15 FM Banda Aceh Hit Radio Station URL 1 : http://www.nikoyafm.dk3.com URL 2 : http://come.to/nikoyafm ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 5 Nov 1999 jam 08:41:32 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
