---------------------------------------------------------- FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL: go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] Stockholm, 7 Nopember 1999 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. APA ISLAM DALAM KEHIDUPAN POLITIK TIDAK MATCH? Ahmad Sudirman XaarJet Stockholm - SWEDIA. Tanggapan untuk saudara Creatine Prolab di [EMAIL PROTECTED] TANGGAPAN PROLAB YANG KONFRONTASI LANGSUNG Saudara Creatine Prolab yang sekarang berdomisili di lembah hutan lebat [EMAIL PROTECTED] dan selalu muncul di http://www.indopubs.com/archives atau yang lebih dikenal dengan masyarakat Apakabar, telah berpapasan dengan saya, dan langsung memberikan tanggapan terhadap tulisan-tulisan saya yang juga selalu dimunculkan di masyarakat Apakabar, yang walaupun tanggapan pertamanya dibuka dengan sikap konfrontasi langsung, seperti yang tertera dalam tulisannya yang diberi subject "Ahmad Sudirman, tidak malukan anda ?" (Prolab, 5 Nopember 1999). Dimana isi tanggapan saudara Prolab adalah, "Untuk saudara Ahmad Sudirman yang terhormat, Sungguh enak membaca posting posting kiriman anda yang menunjukan tingkat intelejensi dan kesabaran anda yang tinggi dan saya salut untuk itu, walaupun pemikiran saya bertentangan 180 derajat dengan anda. Saya adalah penentang pembuatan negara agama baik agama apapun juga. Dalam posting ini saya mau menyatakan bahwa Negara Agama sudah tidak jaman dan tidak cocok dalam kehidupan jaman sekarang. Serta penyertaan agama dalam kehidupan politik itu juga sangatlah tidak match. Mengapa saya bisa berkesimpulan demikian ? Karena saya berbicara dengan FAKTA dan bukan berdasarkan TEORI yang selalu anda deskripsikan dan argumenkan. Dari posting posting anda, saya bisa berkesimpulan bahwa anda mempunyai teori yang mantap, tapi dalam prakteknya, itu adalah sia sia belaka. Ini ada sedikit sekali daftar beberapa FAKTA mengapa negara agama atau negara agama Islam yang anda usulkan sudah tidak cocok dalam jaman modern sekarang ini. 1. Abad pertengahan ke bawah, lihatlah apa yg. terjadi di Negara - negara Eropa yg. mengikutsertakan agama dalam politik. 2. Di Afganistan, apa yg. terjadi ? Di Iran saat khomeini memerintah, apa yang terjadi ? Bagaimana dengan hak azazi wanita di sana ? 3. Anda dengar kabar terakhir bahwa sebuah gereja di daerah Depok telah dibakar habis oleh yg. namanya Front Pembela Islam ? 4. Baru baru ini lagi, sekarang juga masih terjadi, orang orang non islam di Aceh diusir ? Saya sengaja hanya memberikan 4 contoh karena fakta fakta lain terlalu banyak dan mendetil untuk diutarakan. Satu lagi yang saya mau tanya, lebih enak dan tenteram mana, tinggal di Eropa seperti anda, Amerika atau tinggal di negara negara Arab yang beragama Islam ? Mohon jawaban dari anda (untuk yang satu ini minta jawaban yang tegas dan tidak bertele tele). Terima kasih, im waiting for your reply in indopubs". (Creatine Prolab, 5 Nopember 1999). MASYARAKAT APAKABAR YANG MAJEMUK Terimakasih saudara Creatine Prolab. Memang masyarakat Apakabar adalah suatu contoh masyarakat yang majemuk, disana ada yang penganut Buddha, Kristen, Islam, sosialis, komunis, sekularis, nasionalis, pancasilais, kapitalis, Taois, dan yang lainnya. Dalam masyarakat Apakabar inilah saya sering berpapasan dengan yang berlainan agama, paham, ideologi, aliran, pikiran, misalnya sekarang dengan saudara Prolab yang langsung menusukkan pertanyaan pisau tajamnya ke urat nadi saya, dengan mengatakan "pemikiran saya bertentangan 180 derajat dengan anda". Sebenarnya kalau saya menutup diri, dengan membaca kata-kata tersebut, saya langsung angkat kaki, dengan mengatakan kepada saudara Prolab: "silahkan saudara jalan dengan paham dan keyakinan saudara". Tetapi tentu saja, saya tidak sebodoh itu, sebelum saya mengungkapkan apa kata Islam tentang masalah-masalah yang saudara Prolab ajukan diatas. Baiklah saudara Prolab. ISLAM ADALAH CARA HIDUP Seperti yang telah saya tulis dalam tulisan-tulisan yang lalu bahwa Islam telah memberikan pemecahannya terhadap permasalahan yang menyangkut hubungan vertikal dan hubungan horizontal. Artinya hubungan dengan Tuhan melalui ibadah langsung dan hubungan diantara manusia berdasarkan petunjuk-petunjuk yang telah difirmankan-Nya melalui Rasul-Nya Muhammad saw. Hubungan diantara manusia adalah bukan hanya hubungan antar individu saja, melainkan hubungan dalam masyarakat, bangsa, pemerintahan, negara yang menyangkut didalamnya masalah politik, sosial, ekonomi, hukum, ilmu pengetahuan. Jadi, disinilah keunikan Islam, Islam adalah cara hidup. Berbicara Islam tidak terlepas dari aqidah, aturan, hukum, nilai, masyarakat, pemerintahan, negara, sosial, politik, ekonomi, teknologi, science. Tentu saja, saudara Prolab akan mengatakan itu hanyalah teori-teori saja. Karena menurut saudara Prolab faktanya bertentangan, seperti kasus hak azazi wanita di Afganistan, Iran saat khomeini memerintah, terakhir bahwa sebuah gereja di daerah Depok telah dibakar habis oleh yang namanya Front Pembela Islam dan baru baru ini lagi, kemudian orang orang non Islam di Aceh diusir (Creatine Prolab, 5 Nopember 1999). VISI DAN MISI DIR TIDAK DITERAPKAN DI NEGARA-NEGARA YANG MENGATASNAMAKAN ISLAM Memang, tesis mengenai Daulah Islam Rasulullah (DIR) yang saya ajukan ialah, "Memiliki visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras". Ternyata belum diterapkan, baik di Afganistan dan di Iran, apalagi di Aceh. Mengapa? Karena, di Afganistan, kesukuan Taliban-nya masih kuat, lebih kuat dari ukhuwah Islam yang merupakan tali pemersatu rakyat DIR, karena kalau bukan kesukuan taliban-nya yang kuat, maka seluruh Afganistan bersatu dibawah satu ummat, yaitu ummat Islam, dengan dasar aqidah Islam dan konstitusinya yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah. Begitu juga di Iran rasa kebangsaan dan nasionalitas masih kuat, ditambah dengan sistem Republiknya yang hampir serupa dengan sistem demokrasi baratnya masih banyak mempengaruhi Negara Republik Islam Iran. Aceh adalah masih merupakan bagian dari Daulah Pancasila, bukan satu pusat pemerintahan DIR, sehingga kalau terjadi penyimpangan-penyimpangan itu disebabkan oleh masih adanya rasa kesukuan, kebangsaan, nasionalitas dan yang lebih parah adalah adanya rasa ketidak puasan terhadap Pemerintah Pusat di Jakarta. PEMBAKARAN GEREJA, TIDAK MENGHORMATI AGAMA LAIN Adapun tentang gereja di daerah Depok telah dibakar habis oleh yang namanya Front Pembela Islam, kalau informasi tersebut adalah benar, maka itu merupakan tindakan yang telah keluar dari apa yang telah diajarkan Islam. Karena Islam menghormati agama lain. Berarti menghormati pemeluk, tempat ibadah, cara ibadah, kebiasaan ibadah penganut agama lain. Jadi kalau ada seorang muslim atau sekelompok muslim yang melakukan pembakaran gereja, maka dia sudah menyimpang dari apa yang diajarkan dan diperintahkan oleh Islam. Akibatnya orang tersebut atau kelompok tersebut harus diajukan ke meja hijau dan mendapatkan hukuman yang setimpal dan sesuai dengan hukum yang berlaku. VISI DAN MISI DIR BERLAKU SEPANJANG ZAMAN Visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT adalah tetap berlaku sepanjang zaman, tidak berubah. Begitu juga dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras, adalah tetap up to date, bukan seperti istilah yang saudara Prolab katakan: "sudah tidak up to date, sudah beda sekali dengan apa yang di masyarakat technology sekarang ini, beda lokasi dan juga beda people behavior". SOAL ENAK DAN TIDAK ENAK, RELATIF SIFATNYA Sedangkan mengenai pertanyaan Prolab: "apakah lebih enak dan tenteram tinggal di Eropa seperti anda, Amerika atau tinggal di negara negara Arab yang beragama Islam?" Jawabannya adalah dimanapun bumi Allah, soal "enak tidaknya" itu relatif sifatnya. Saya pernah tinggal di salah satu negara Arab (Mesir), dan sekarang tinggal di salah satu negara Eropa (Swedia), dimana kedua-duanya adalah sama-sama penganut sistem demokrasi barat yang sekuler. Jadi, baik itu di Mesir ataupun di Swedia adalah Penguasanya masih mengutamakan sistem demokrasi barat yang sekuler. Begitu juga kalau saya tinggal di Indonesia Penguasanya masih tetap memakai falsafah pancasila dan UUD 1945-nya yang sekuler dengan sistem demokrasi baratnya. Karena itu, soal "enak dan tidak enak" adalah relatif sifatnya. KESIMPULAN 1. Masyarakat Apakabar adalah suatu contoh masyarakat yang majemuk, disana ada yang penganut Buddha, Kristen, Islam, sosialis, komunis, sekularis, nasionalis, pancasilais, kapitalis, Taois, dan yang lainnya. 2. Islam adalah cara hidup. Berbicara Islam tidak terlepas dari aqidah, aturan, hukum, nilai, masyarakat, pemerintahan, negara, sosial, politik, ekonomi, teknologi, science. 3. Visi dan misi Daulah Islam Rasulullah (DIR) tidak diterapkan di negara-negara yang mengatasnamakan Islam. 4. Islam menghormati agama lain. Berarti menghormati, pemeluk, tempat ibadah, cara ibadah, kebiasaan ibadah penganut agama lain. Jadi kalau ada seorang muslim atau sekelompok muslim yang melakukan pembakaran gereja, maka dia sudah menyimpang dari apa yang diajarkan dan diperintahkan oleh Islam. 5. Visi dan misi Daulah Islam Rasulullah (DIR) berlaku sepanjang zaman. 6. Dimanapun bumi Allah, soal "enak tidaknya" itu relatif sifatnya. Inilah sedikit tanggapan saya untuk saudara Creatine Prolab di [EMAIL PROTECTED] . Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 6 Nov 1999 jam 22:22:02 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
