----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 14 Nopember 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

DEMOKRASI ADALAH RACUN
Ros Shahrir
Jeddah - SAUDI ARABIA.

Kembali saudara Ros Shahrir, [EMAIL PROTECTED] ,hari ini, Minggu, 14
Nopember 1999, telah menyampaikan buah pikirannya mengenai masalah
demokrasi. Demokrasi yang arti sebenarnya adalah kedaulatan rakyat,
tetapi banyak ditafsirkan menjadi bermacam-macam penafsiran tergantung
dari siapa yang berkuasa dan sistem ideologi apa yang dipakai. Setiap
negara mempunyai penafsiran yang berbeda-beda tentang demokrasi.

Nah dibawah ini saya muatkan penuh pendapat saudara Shahrir tentang
demokrasi.

KACAU DEMOKRASI

Mengapa dikatakan kacau?
Sebab dalam demokrasi tak ada tali penghubung untuk mengikat persatuan
sesama untuk dapat membentengi keluarga, masyarakat, atau negara dari
kebodohan, kemunafikan dan pengkhianatan, dari dalam maupun dari luar.

PARLEMEN DALAM DEMOKRASI

Dalam demokrasi UU dibuat oleh sekelompok orang yang terpilih dalam
pemilihan yang disebut Parlemen. UU/Peraturan dan hukum negara  yang
dibuat melalui parlemen (sekelompok orang yang duduk di dalamnya)
sedikit atau banyak sudah pasti menguntungkan bagi si pembuat. Jika ada
UU yang memenuhi segala bidang dan untuk kepentingan umum/rakyat
sifatnya hanya sementara dan tak akan  lengkap dan tak akan pernah
sempurna.

Dalam pendapat umum bahwa demokrasi adalah kebebasan, kebebasan dalam
berpendapat dan kebebasan untuk memilih. Itulah kebebasan yang  bukan
syarat (tak ada jalur) sebagai tali  pengikat dan penghubung untuk
kepentingan umum (rakyat).

Dari pandangan saya dan sebagian orang, bahwa demokrasi adalah sesuatu
yang indah dilihat dari luar tapi setelah kita masuk kedalamnya, dengan
akal sehat kita berfikir, demokrasi adalah sebagai alat penghancur saja.
Penghancur segala asas dan prinsip kemanusiaan yang memang telah ada
pada kehidupan manusia. Negara yang  berasaskan demokrasi akan hancur
bersama adat dan kebudayaan, harkat dan martabat serta agama yang ada
pada bangsa itu.

Lebih jelas lagi bahwa demokrasi adalah salah satu target utama bagi
bangsa Yahudi sedunia untuk menguasai dunia. Demokrasi hanya sebagai
alat bagi bangsa Yahudi untuk menipu dunia atas tujuan dan kepentingan
bagi bangsa Yahudi sedunia semata ( dalam buku The protokols of -Yahudi
/Israel) yang tercuri dari markas organisasi MASUN di rusia 1901.

Manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa lepas dan saling tergantung
satu sama lainya, yang dinamakan kodrat insani. Setiap manusia atau
golongan mempunyai sifat dan prinsip hidup yang  berbeda (dalam hal adat
dan kebudayaan, suku dan agama). Setiap anggota harus patuh terhadap
kodrat insani walau adanya adat kebudayaan, suku maupun agama yang
berbeda.

Jika ada seseorang atau golongan yang melanggar dari prinsip kehidupan
mereka akan mendapatkan sanksi dari masyarakat tempat mereka  tinggal.
Jadi yang namanya kebebasan yang hakiki itu tidak ada, sejak dunia ini
tercipta. Dari segolongan manusia yang terlepas dari adat dan budayanya,
itulah manusia-manusia yang telah hancur dalan prinsip hidup dan
kehidupan manusia pada dirinya atau dengan kata lain mereka orang-orang
yang berakhlakan binatang.

PEMILIHAN DALAM DEMOKRASI

Seseorang/golongan (dari golongan yang telah hancur) yang ingin berkuasa
dalam suatu pemerintahan berkewajiban mempunyai kekuatan yang penuh
sebagai alat untuk menghancurkan lawan yang menghalangi. Kecurangan,
kelicikan dan makar pasti ada pada mereka.Inilah yang mereka namakan
politik/siasat. Dari sifat siasat / politik yang sudah pasti
menghalalkan segala cara ini, tidak mungkin adanya kepentingan buat umum
(rakyat). Jelas politik adalah bukan untuk kepentingan rakyat.

Seseorang yang terpilih sebagai pemimpin (tidak berpolitik ), dalam
sistim dunia demokrasi, walau pandai dan menguasai ilmu dalam segala
bidang pengetahuan, maka negara yang dipimpimnya akan hancur.

Dari sekelompok yang menyebut dirinya politikus (orang-orang yang telah
hancur martabat kemanusiaanya), membuat suatu perkumpulan atau yang
biasa disebut partai. Dari masing-masing partai tersebut membuat ciri
pada partai mereka yaitu terlihat dari nama partainya dengan misi dan
visi yang berbeda.

Dari misi dan visi mereka yang berbeda, mereka berlomba untuk mewujudkan
misi dan visi mereka. Mereka berkompetisi untuk merebut kedudukan dan
kekuasaan, sebab mereka memang haus akan kedudukan dan kekuasaan.

Dari perkompetisian inilah terjadinya kehancura negara dan bangsa.
Sedang rakyat bisa memilih pemimpin mereka dengan terpaksa, sebab partai
yang ada tak dapat memberikan persyaratan yang sesuai kehendaknya. Dalam
keadaan seperti ini, apakah pemerintah (yang berkuasa) dapat mengatur
pemerintahan dalam negaranya? Sedang mereka selalu berkompetisi demi
mempertahankan kekuasaan, dan apakah mereka (yang berkuasa) dapat
melindungi bangsa dari  gangguan bangsa lain ? Tidak mungkin, sebab
mereka selalu berkompetisi antar partai yang berbeda. Cepat atau lambat
akan hancur kesatuan dan persatuan negara itu tanpa disadari dan tanpa
bisa dihindari.

Contoh negara-negara yang menerapkan sistim demokrasi di dunia adalah
Amerika dan Eropa. Generasi mudanya pecandu narkotik, tidak mengenal
budaya bangsa leluhurnya dan tak mengenal sejarah bangsa, yang berkuasa
adalah yang mempunyai kedudukan. Pemimpin negara, (sebelum memegang
kekuasaan) harus direstui oleh bangsa yahudi di negara tsb. melalui
hubungan-hubungan sebelumnya dengan syarat menunjukkan kesetiaan.
Didalam negara tidak adanya ketentraman.

KESIMPULAN DARI DEMOKRASI ADALAH:

1. Sistim yang tak ada jalurnya (berantakan) dengan mementingkan
golongan atau sekelompok orang tertentu bukan untuk kemaslahatan umum.

2. Demokrasi adalah penghancur pemuda sebagai generasi bangsa. Demokrasi
adalah sebagai alat penghancur saja. Penghancur bangsa dan negara secara
menyeluruh. Bagi orang-orang yang mengagumkan atau mendewakan demokrasi
pasti ada sesuatu dibalik itu.

PEMERINTAHAN MILITER/HUKUM MUTLAK

Pemerintahan mutlak adalah pemerintahan yang tergantung pada
penguasa/pemerintah. Dalam pemerintahan mutlak, pemerintahlah yang
membuat hukum dan peraturan dalam negara sesuai kehendak sang
pemerintah. Pemerintahan mutlak kuat politiknya, bukan untuk kepentingan
orang luar (luar negara) atau golongan tertentu. Negara yang
bersistimkan ini, jika yang berkuasa menjalankan  kepentingan negara
semata, maka makmur dan tentramlah rakyat. Jika pemerintah yang berkuasa
sebaliknya, maka sengsaralah rakyat.

PERINGATAN

Negara Amerika dan Eropa tak ingin adanya pemerintahan selain
pemerintahan demokrasi di bumi ini. Dengan segala cara mereka untuk
menghilangkan pemerintahan selain pemerintahan demokrasi. (ingat
pemerintahan mantan pres. Soeharto), bukan rakyat yang menjatuhkanya
tapi melalui rakyat dan para penghianat dari dalam untuk kepentingan
orang luar bukan demi rakyat tapi mengatas namakan rakyat. Target
Amerika dan Eropa pada th. 2000, semua negara di dunia telah menjalankan
sistim demokrasi. Pada th. 2000, dunia dibawah kontrol Amerika (Yahudi).

PEMERINTAHAN DIKTATOR

Pemerintahan diktator tidak bedanya dengan hukum militer. ("Al yaoum
akmaltu lakum dienakum wa atmamtu 'alaikum ni'mati wa radhitu lakum
Islam diina", hari ini, Aku sempurnakan agama mu, Aku cukupkan ni'matKu
dan ridhoKu kepadamu sekalian bahwa Islam adalah agamamu).

PEMERINTAHAN DALAM SYARIAH ISLAMI

Pemerintahan Islam kebalikan dari sistim demokrasi (tidak ada kekacauan
dalam segala hal), mengapa ? Sebab di dalam pemerintahan Islam adanya
tali pengikat sebagai syarat penghubung persatuan sesama dan sebagai
pelindung atau benteng  bagi muslimin dan non muslim (dibawah kekuasaan
pemerintahan Islam ) dari kebodohan, dari kemunafikan, dari para
pengacau (makar) kejahatan/keamanan, dari luar maupun dari dalam negara
itu.

Semua ini disebabkan oleh adanya hukum/peraturan yang telah ada, yaitu
UU dalam pemerintahan Islam bukan buatan dari segolongan manusia, tetapi
hukum mutlak dari Allah swt dan Sunnah Rasulul-Nya dan para Khulafaur
Rasyidin, yang disebut Syariah Islam. Dalam syariah islam tercantum
didalamnya peraturan-peraturan/hukum yang sempurna, dari permasalahan
yang sepele hingga permasalahan yang besar dan rumit.

Dalam pemerintahan Islam adanya kebebasan. Dari kebebasan ini adalah
sebagai tali pengikat dan penghubung sesama, yang berpedoman pada
syariah Islam, agar tak hancurnya prinsip hidup dan kehidupan manusia
yang memang adalah kodrat insan dari khaliknya.

Kebebasan itu misalnya "la dharar wa la dhiraar" (kami contohkan dalam
masalah kecil). La dharar, misal, sesuatu yang tak diharamkan/dilarang
dalam agama jika merugikan diri sendiri itu dalam syariah Islam  tidak
boleh (haram). La dhiraar, misal, sesuatu yang tak diharamkan/dalam
agama jika merugikan orang lain hukumnya dalam syariah islam tidak boleh
(haram). Semua hal yang merugikan pada seseorang , umum atau pada bumi
Allah dalam  syariah islam hukumnya haram. Didalam syariah islam ini
tidak adanya kehancuran, melainkan adanya pembangunan dan pelestarian.

PEMILIHAN PEMIMPIN DALAM PEMERINTAHAN ISLAM

Dalam pemerintahan Islam pemilihan pemimpin/pemerintah rakyat yang
memilih dengan memberikan persyaratan kepada calon pemimpin yaitu
menjalankan syariah Islam. Dan tak mungkin terjadi bagi
pemimpin/pemerintah untuk melanggar syariah Islam sebab adalah syarat
wajib dan mutlak bagi setiap pemimpin/pemerintah untuk menjalankanya.

Sebaliknya dalam demokrasi yang memberi persyaratan adalah si calon
pemimipin dengan berkampanye bahwa partai mereka bercirikan keadilan
atau sebagainya. Dan rakyat memilih secara terpaksa dikarnakan tak ada
yang sesuai dengan kehendaknya dengan kata lain partai-partai yang ada
hanya mencirikan beberapa kepentingan saja yang tak mencakup kepentingan
secara menyeluruh.

MAJLIS SYURA/PARLEMEN

Orang-orang yang duduk dalam parlemen ini adalah para pakar ilmuwan dari
segala bidang, para pelindung negara yang memahami syariah Islam.

Tugas mereka adalah mengawasi pemimpin dalam menjalakan pemerintahan
bukan tempat membuat peraturan atau UU. Tempat bermusyawarah dalam
segala hal baik dalam pemerintan dengan segala permasalahanya, tempat
bermusyawarah dan berencana dalam segala bidang, baik pembangunan dan
perekonomian serta kesejahteraan. "wa amrukum syura baenakum".

Di dalam majlis syura tak ada perbedaan antara yang satu dengan yang
lainya, tak ada yang satu mempunyai nama atas yang lainya (kedudukan
tinggi), semua sama dan saling mendengar pendapat satu sama lainya.Lain
halnya dengan demokrasi yang kuat dia yang punya suara.

KESIMPULAN DARI HUKUM SYARIAT ISLAM/PEMERINTAHAN ISLAM

1. Syariah Allah adalah hukum yang sempurna dari masalah yang
sekecil-kecilnya hingga pada masalah yang besar dan rumit, ada pada
syariah islam sebagai UU pemerintahan islam. Tak mungkin ditambah atau
diganti sebab semua telah tercakup di dalamnya.
2. Adanya persamaan hak, dari yang jelata hingga penguasa pemerintah,
dari yang muslim maupun yang non muslim.
3. Berlakunya hukum bagi semua golongan ,baik yang kaya maupun yang
miskin, pada penguasa maupun rakyat biasa.
4. Melindungi bagi semua penduduk dari ganguan kejahatan manusia lainya.

Dari kesimpulan tersebut diatas  dalam pemerintahan islam adalah :
adanya ketentraman, adanya persamaan hak dan saling menghargai.
Mengangkat manusia kederajat yang tinggi disebabkan akhlak pada
masing-masing ummat berasaskan ajaran Allah semata.

Nah kepada ukhuan muslimin setelah mengkaji dari kesimpulan diatas
bahwasanya
syariah Islam itu memang sempurna dan dipertegaskan lagi oleh kalimat
Allah yang tersebut di atas bahwa agama Islam adalah sempurna
sesempurnanya agama.

UNTUK BAHAN RENUNGAN

1. Mengapa kita memakai dan berbangga atas hukum yang duniawi dan tak
sempurna? sedang kita telah diberkahi hukum dan peraturan yang sempurna.

2. Mengapa kita harus belajar menerapkan hukum dari buatan dan rekayasa
manusia? sedang kita mempunyainya dan jelas kebenarannya serta diridhoi
oleh Allah swt.

Kepada yang non muslim tak perlu takut tak mendapatkan haknya. Semua
patuh kepada syariah islam. Tak ada yang akan mengambil hak dari
seseorang untuk seseorang yang lain. Coba buka kembali sejarah dimana
masa pemerintahan khilafah islam berjaya, muslim dan non muslim, hidup
aman tentram dan sejahtera.

Sengaja disini saya tak mengungkapkan isi dari syariah islam, masalahnya
akan memakan waktu untuk merincikan satu persatu dari isi syariah islam
tersebut, kalau dibukukan akan berjilid-jilid.

Bagi saudara seiman sedikit banyak pasti telah tahu dan jika kurang
faham, kita mempunyai ulama untuk tempat bertanya dalam segala masalah
tentang islam dan syariah Islam. Begitu juga bagi yang non muslim mereka
para ulama akan menjelaskan se jelas-jelasnya, Dan mohon dimengerti
alasan kami ini dan lagi kami bukan pakarnya dalam syariah islam ini.

Dari kesemua sistim pemerintahan yang ada sekarang ini (yang telah
diuraikan diatas), kalau kita perbandingkan sistim pemerintahan satu
sama lainya yang terbaik dan dapat mengatur dan memerintah dari semua
golongan dimuka bumi adalah pemerintahan Islam, mengapa?

Sebab demokrasi, dari ciri yang telah diuraikan diatas bahwa demokrasi
hanya menguntungkan buat golongan tertentu saja, dan jelas banyak
merugikan bagi diri manusia dan bukan sebagai pelindung bagi alam
semesta ini beserta isinya. Sistem demokrasi termasuk sistem diktator
yang terselubung.

Renungkan sejenak, apakah kita bebas berpendapat sesuai kehendak atas
pemerintahan saat ini ? tidak mungkin ! kita hanya boleh bebas
berkehendak selama tak mengusik pemerintah yang berkuasa. Pemerintahan
yang mutlak/militer sama dengan pemerintahan diktator.

CONTOH PAKAR SEJARAH NON MUSLIM

Seorang pakar dalam sejarah dunia dari britis (inggris ) Arnold Twiempy
(non muslim) pernah mengatakan bahwa, "Modernisasi dan tekhnologi bagai
perahu yang berlayar tanpa nakhoda, dan yang mampu mengendalikannya
hanyalah syariah Islam dan yang mampu memimpin alam ini hanyalah syariah
Islam".

PENUTUP

Setiap manusia yang berpikir secara positip, syariah Islam adalah cara
yang benar dengan segala kebenarannya. Setiap manusia yang berpikir
positip dialah manusia yang shaleh.

Semoga tulisan ini berguna bagi saudara setanah air (muslim dan non
muslim), sebagai bahan perbandingan dan semoga dapat mengenali dengan
jelas arti demokrasi  serta isi yang sesungguh dari sistim pemerintahan
yang satu ini, yang menjadi dambaan hampir semua manusia di bumi ini.
Harapan saya, agar kita lebih waspada lagi dalam berpandangan  atas
sistim demokrasi.

Faqir ila Allah,
Ros Shahrir (Kerajaan Saudi Arabia)
13 Nopember 1999

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 14 Nov 1999 jam 18:03:30 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke