----------------------------------------------------------
FREE for JOIN Indonesia Daily News Online via EMAIL:
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 17 Nopember 1999

Apa Yang Direferendumkan

BANYAK persoalan yang harus dihadapi Presiden Abdurrahman Wahid
beserta kabinet Persatuan Nasional dalam mewujudkan cita-cita
Indonesia baru. Jika sektor perekonomian menunjukkan adanya gejala
pemulihan pada persoalan politik, sosok negara persatuan tengah
menghadapi ancaman disintegrasi. Tentunya dengan mengambil hikmah
dan pelajaran dari lepasnya Timor Timur, kiranya pemerintahan
perlu benar-benar bijak dan menempatkan porsi perhatian serius
pada tuntutan daerah di daerah lainnya di Indonesia.

Pada kasus Aceh, perlu diperjelas kepada masyarakat luas agar
didapat pemahaman apa yang dimaksud dengan referendum, apa yang
direferendumkan, tuntutan yang diinginkan dari masyarakat serta
opsi yang ditawarkan pemerintah pusat. Jika semua telah jelas,
maka proses dialog dan negosiasi selanjutnya dapat dilakukan
dengan menempatkan kepentingan masing-masing pihak pada proporsi
yang sesuai tuntutannya.

Penting bagi masyarakat luas untuk mengetahui sebenarnya, apakah
tuntutan rakyat Aceh agar dapat terbebas dari rasa ketakutan, tidak
aman dan keadilan hukum serta ekonomi di wilayahnya merupakan
harapan murni yang ingin diwujudkan ataukah ada pengaruh pihak
lain, dalam hal ini Gerakan Aceh Merdeka yang juga memiliki motif
terhadap pergolakan selama ini.

Tuntutan otonomi mandiri, apakah memang merupakan bentuk yang
ingin diperjuangkan melalui referendum adalah wujud aspirasi
rakyat Aceh setelah sebelumnya diadakan sidang umum rakyat dan
bukannya menuntut Aceh merdeka berdaulat lepas dari negara
kesatuan RI. Setidaknya pemerintahan baru belum sempat mengobati
rasa kekecewaan daerah yang telah keburu mengkristal sebagai
akibat kebijakan rezim sebelumnya, maka langkah untuk tetap
terjaganya bentuk negara kesatuan RI di masa mendatang harus
dilakukan melalui pendekatan yang lebih memihak pada aspirasi
rakyat.

Bila hal tersebut sudah tidak memungkinkan, tawaran otonomi luas
kiranya jangan lagi dianggap tabu, justru membuktikan bahwa
pemberdayaan potensi daerah untuk kepentingannya sendiri dengan
mengurangi ketergantungan terhadap pusat akan menciptakan
keseimbangan pada aspek sosial ekonomi, keadilan dan hukum.

Arief Rizaldi
Peserta PPS-UI Ilmu Politik, Jakarta

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 22 Nov 1999 jam 03:56:14 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke