---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Republika, 18 November 1999 DISINTEGRASI BANGSA Memicu perang saudara? Menangis hati melihat semakin terpuruknya bangsa ini ke jurang perpecahan. Cita-cita pendiri bangsa ini untuk membentuk suatu negara Indonesia yang kuat dari Sabang sampai Merauke, adil dan makmur, damai serta sentosa terancam bubar. Aceh tidak pernah berhenti bergolak, Irian, Riau dan Sulawesi ingin berpisah. Dan mungkin daerah-daerah lain akan menyusul. Kepada para elite politik dan mahasiswa di Jakarta jadikanlah ini sebagai pelajaran dan intropeksi diri. Tindakan mahasiswa Sulawesi Selatan untuk menuntut merdeka adalah akumulasi kekecewaan kepada Anda. Penolakan terhadap BJ Habibie di SU yang lalu yang dilakukan oleh elite politik dan mahasiswa serta kaum profesional di Jakarta yang mengatasnamakan rakyat mengabaikan aspirasi orang-orang di daerah-daerah di mana Golkar memenangkan Pemilu di 15 provinsi bukanlah rakyat Indonesia. Para pendukung Habibie hanya bisa melihat dari kejauhan idolanya diobok-obok secara tidak adil tanpa mereka mampu berbuat apa pun. Jauhnya daerah dari pusat kekuasaan dan informasi menjadikan orang- orang di daerah hanya bisa bersikap sebagai penonton panggung politik di Jakarta tanpa mereka bisa ikut bermain di dalamnya. Tidak selalu orang-orang di daerah setuju dengan apa yang dilakukan oleh elite politik maupun mahasiswa di Jakarta tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Jangan tumbuhkan pameo di negeri ini bahwa siapa yang menguasai Jakarta dan Jawa dialah yang akan menguasai Indonesia. Betapa pun menang di Jakarta dan Jawa, maka ia akan menghadapi kesulitan karena massa di Jakarta bisa dikerahkan oleh suatu partai yang kebetulan menang di wilayah ini untuk melakukan gerakan menekan dan mengancam. Sikap penguasa di orde lalu yang memperlakukan daerah sebagai tambang emas untuk dikuras dan dibawa ke Jakarta dan menganggap bangsa ini sebagai warisan nenek moyangnya memang seharusnya sudah seharusnya dihentikan. Penjarahan kekayaan alam daerah oleh orang- orang pusat tanpa dikembangkan dengan porsi yang wajar telah menimbulkan rasa ketidakadilan yang sampai sekarang masih membekas dalam. Ini jugalah yang telah menyebabkan beberapa daerah merasa tidak ada gunanya lagi bersatu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Banyak memang kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan di masa lalu. Tapi memisahkan diri secara sepihak dari Negara Kesatuan RI bukanlah suatu hal yang akan menyelesaikan masalah. Saya sebagai anak bangsa tanpa daya hanya bisa mengimbau kepada putra-putra bangsa untuk merenungkan kembali, berpikir dengan logis dan realistis, mengenai tuntutan untuk lepasa dari negara kesatuan RI ini. Di tengah upaya kita untuk mencoba bangkit dari keterpurukan yang sangat dalam, tuntutan-tuntutan itu hanya akan memperberat beban bangsa ini untuk memperbaiki diri. Pemisahan diri hanya akan menimbulkan perang saudara, akan ada operasi militer yang akan dilakukan oleh TNI yang tidak akan rela bangsa ini terpecah-pecah. Akan ada pertempuran. Akan ada jiwa-jiwa yang melayang. Mungkin itu saudara kita, teman kita, anak kita, ibu bapak kita. Dan akan banyak darah dan air mata keluar. Perang akan memakan waktu bertahun-tahun lamanya dan akan memakan korban berjuta juta nyawa banyaknya. Segala bentuk senjata pembunuh akan keluar. Helikopter dan pesawat tempur akan beterbangan di langit kita. Membayangkan perang yang akan terjadi seperti yang terjadi di Kosovo dan Chechnya membuat saya sedih. Itukah masa depan Indonesia? Di tengah bangsa-bangsa di dunia yang sudah mulai memikirkan bagaimana untuk berwisata ke bulan dan mengarungi luar angkasa untuk mencari sejenis manusia yang mungkin berada di planet lain, kita justru akan terperosok ke kancah perang saudara yang akan menghancurkan peradaban kita. Tidakkah terbayangkan oleh kita jutaan orang akan kelaparan dan jutaan orang akan mengungsi karena peperangan? Sudah saatnya sekarang kita bersatu mengoreksi kesalahan yang lalu, memulai zaman baru untuk membangun bangsa ini menjadi kuat di segala bidang. Dengan bersatu kita akan menjadi bangsa yang besar dan maju serta disegani di dunia internasional. Setelah itu akan melirik ke luar angkasa yang luas yang diciptakan oleh Tuhan tentu ada maksudnya. Kita akan bangga mengatakan pada dunia luar bahwa kita adalah orang Indonesia yang wilayahnya terbentang dari Sabang sampai Merauke. Kita tidak perlu lagi mengatakan pada orang luar bahwa kita adalah orang Jawa, Sulawesi atau Irian. Kita adalah Indonesia. Dadang Yuweni Jl Pedati No 20 Jakarta Timur ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 23 Nov 1999 jam 03:56:32 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
