----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

Subject: USUL KEPADA PANGLIMA TNI UNTUK
PENYELESAIAN KERUSUHAN AMBON

Prof.Dr.J.E. Sahetapy., M.A.
Anggota DPR PDI Perjuangan, No A. 208.

Jakarta, 13 Nopember 1999

Kepada Yth
Bapak Laksamana Widodo A.S.
Panglima TNI
di
Jakarta

Dengan hormat.

Kerusuhan, pembunuhan, dan pembakaran
rumah-rumah yang tidak bersalah,
termasuk rumah-rumah ibadah (gereja) serta penjarahan
barang-barang secara melawan hukum telah terjadi
lebih kurang selama 10 bulan sejak Januari 1999
di Ambon, Maluku Tengah.
Selama itu ternyata  aparat keamanan, dengan
pengecualian pasukan marinir/KKO,
sebagaimana yang dilaporkan Tim Pengacara
Gereja, ternyata aparat keamanan (angkatan Darat)
telah bertindak tidak obyektif dan nyata-nyata
berpihak. Bahkan sebagaimana dilaporkan dari ambon,
ternyata di pelbagai tempat kerusuhan,
TNI Angkatan Darat telah berpihak
kepada kelompok orang-orang Muslim dan
pernah menembak sampai mati
sekelompok orang yang berlindung  dalam
Gereja di desa Galala di Ambon.

Kota Ambon dan desa-desa adat Kristen telah
dimusnahkan dan desa-desa Muslim
telah dijaga dengan baik sekali oleh aparat
keamanan yang ternyata telah mengambil sikap
keberpihakan.
Panglima TNI Jenderal Wiranto di waktu yang
lalu seolah-olah membiarkan semua ini terjadi,
sehingga dapat dipertanyakan apakah hati
nuraninya masih berfungsi.
Bahkan BIA dan BAKIN seolah-olah lumpuh,
sehingga menimbulkan banyak pertanyaan.

Saya telah menerima setumpuk surat dari Tim
Pengacara Gereja di Ambon, yang mengungkapkan
bahwa kerusuhan tersebut jelas-jelas direkayasa dan
dipersiapkan dengan baik oleh saudara-saudara
Muslim dan seperti dikendalikan dengan
canggih dari Jakarta.

Surat ini ditulis dengan keprihatinan yang
mendalam untuk menggugah hati nurani Bapak,
agar dengan demikian semua kerusuhan, pembunuhan dan
pembakaran, termasuk rumah ibadah
(Gereja) dapat dengan segera dihentikan.

Dalam rangka itu, perkenankanlah saya
mengusulkan:

1.agar pasukan Marinir/KKO segera menggantikan
semua pasukan TNI Angkatan Darat di Maluku,
khususnya di Maluku Tengah;

2.untuk sementara waktu tidak memperkenankan
orang-orang yang bukan Maluku Tengah,
apalagi yang berdomisili di luar Maluku Tengah
untuk memasuki kota Ambon (Maluku/ Maluku Tengah
/ Maluku Tenggara);

3.merazia semua yang tidak ber-KTP yang absah
sebagaimana dimaksudkan dalam butir 2 di atas,
untuk segera dikembalikan ke daerah domisilinya yang
semula;

4.untuk sementara waktu, agar semua kapal
wajib merapat di dermaga Halong milik Angkatan Laut,
demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan;

5.menuntaskan kasus Maluku (Maluku Tengah/
Maluku Tenggara/ Maluku Utara)
secara transparan dan secara holistik;

6.menggantikan Gubernur maluku yang sekarang,
Panglima Kodam Patimura dewasa ini dengan
orang-orang yang berintegritas, obyektif, dan
yang dinamis serta berwibawa.

Membiarkan kerusuhan terus berkecamuk berarti
membuka peluang ke arah proses disintegrasi
bangsa, belum lagi kalau dipersoalkan dari segi religiusitas.

Demikian surat saya ini sebagai seorang anak bangsa
yang lahir dan dibesarkan di Saparua (Maluku Tengah),
terpanggil untuk mengingatkan (para) pemimpin bangsa,
bahwa mereka yang membiarkan mahluk ciptaan Tuhan saling
membunuh, saling menghancurkan, membakar,
khusus rumah ibadah (Gereja), pasti tidak akan
luput dari keadilan Tuhan Allah.

Atas perhatian dar Bapak Laksamana,
saya menyampaikan terima kasih.

Hormat,

J.E. Sahetapy
Guru Besar Emeritus

C.c.:
1.Yth. Bapak Presiden RI.
2.Yth. Ibu Wakil Presiden RI.
3.Yth. Menko Polkam RI.
================

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 23 Nov 1999 jam 06:42:10 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke