----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
----------------------------------------------------------

From: Holycows
HATI-HATI DENGAN PENERBANGAN JARAK JAUH, GUS.

Berikut ini dikutip sebuah makalah yang ditulis oleh seorang dokter, mensikapi
kunjungan Gus Dur ke beberapa negara secara berturut-turut. Aslinya, makalah
ini ditulis pada saat mantan Presiden Soeharto melakukan kunjungan kenegaraan
ke beberapa negara antara tanggal 18 s.d. 29 November 1997, yang mengakibatkan
Tim Dokter Kepresidenan menganjurkan Soeharto untuk beristirahat penuh selama
sepuluh hari.

Menurut Richard O. Reinhart, MD, dokter penerbangan dari Amerika Serikat, bila
seseorang melakukan penerbangan jarak jauh, siang malam, berturut-turut dalam
jangka waktu beberapa hari, maka akan mengalami kelelahan (akut dan kronik),
yang selanjutnya akan menimbulkan penumpukan permasalahan (comulative
problem).

Tidur nyenyak dapat berkurang dalam penerbangan akibat berbagai hal, seperti:
bising, tempat tidur yang kurang nyaman, temperatur yang dingin, silau,
hipoksia (kekurangan oksigen), beban pikiran mengenai berbagai permasalahan
yang sulit, terlalu banyak kafein (kopi) dan nikotin (rokok) serta perubahan
irama-biologis atau circadian rhytme. Seseorang telah terprogram dengan
irama-biologis dari kehidupan sehari-harinya, yaitu: siang hari ia bekerja
aktif, dan malam hari istirahat-tidur. Akibatnya, seseorang yang terbiasa
hidup di Jakarta, akan mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak pada malam hari
di Kanada, sebab pada saat itu tubuhnya terprogram untuk bekerja aktif,
demikian sebaliknya, ketika berdiskusi pada siang hari di Kanada, tubuh dan
pikirannya terprogram untuk tidur dan istirahat, dengan akibat sulit untuk
berkonsentrasi/berpikir.
Dalam kehidupan 24 jam, tubuh memiliki lebih dari 300 irama-biologi yang
berkaitan dengan: tekanan darah, denyut nadi, sistem pencernaan, frekuensi
pernafasan, jumlah urine juga cairan tubuh serta kadar hormon, dan proses
metabolisme lainnya. Apabila berlangsung lama, maka hal ini akan berpengaruh
buruk bagi mereka yang telah menderita kelainan (penyakit) jantung, ginjal dan
tekanan darah tinggi, apalagi bila penderita telah lanjut usia.

Mengenai Jet-Lag (de-synchronosus) dijelaskan bahwa terjadinya disebabkan
oleh: Irama circadian yang menjadi kacau akibat penerbangan jauh dan lama,
duduk terlalu lama, dehidrasi (sering kencing karena udara dingin tetapi
kurang minum), hipoksia ringan (tekanan dalam kabin pesawat terbang setara
dengan udara di ketinggian 5000 kaki), nutrisi yang kurang memadai karena
terganggunya jadwal dan nafsu makan. Penerbangan ke arah Timur melewati daerah
waktu (time-zone) akan menimbulkan gejala jet-lag yang lebih berat
dibandingkan bila ke arah Barat, seperti: sakit kepala, sulit tidur, vertigo,
agak/lebih pelupa, depresi mental (sedih), kurang nafsu makan, dll. Diperlukan
adaptasi terhadap jet-lag sekitar satu hari untuk setiap jam perbedaan waktu,
dan lebih lama pada usia lanjut.
Selanjutnya Reinhart berpendapat bahwa: Kelelahan akan timbul sebagai
penumpukan dari tidur nyenyak yang berkurang, jet-lag dan stres fisik serta
mental yang dialami akibat penerbangan jarak jauh dan kegiatan selama di
darat. Kelelahan-akut akan segera hilang setelah istirahat, namun
kelelahan-kronik yang menumpuk akan dapat berpengaruh sampai beberapa bulan
yang menyebabkan tubuh menjadi rawan terhadap berbagai penyakit; terutama yang
telah diderita sebelumnya dan terlebih bila usia lanjut.

Diperkirakan bahwa, kelelahan dapat diperkecil seandainya rute dan jadwal
penerbangan masih memungkinkan untuk diatur sedemikian, sehingga penyebab
kelelahan tadi dibuat seminimal mungkin.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 25 Nov 1999 jam 10:06:38 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke