---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 ---------------------------------------------------------- Two Students Activists Shotted by Mans With Camouflage Dua Aktivis Mahasiswa Ditembak Orang Berseragam Loreng Dua mahasiswa yang tergabung dalam Pemraka (Peduli Mahasiswa dan Rakyat Keu-Aceh) yang merupakan aliansi dari Karma, SIRA dan Thaliban, Selasa (24/11) dinihari, sekitar pukul 01.15 WIB ditembak oleh tiga orang berseragam Loreng di kawasan Geuceu Menara, Banda Aceh, mengakibatkan para aktivis itu harus dirawat di RSU Zainol Abidin, Banda Aceh. Sebelum ditembak, para mahasiswa menerima informasi lewat telepon dari seorang ibu yang mengaku rumahnya didatangi orang-orang berseragam dan meminta mahasiswa untuk datang ke tempat asal telepon itu. Two students activist in Aceh sent to hospital for seriously injured after a gunfire attacked by a group of three mans who wearing camouflages, Tuesday (24/11) at the dawn around 01.00 am., in Geuceu Meunara (three km from central Banda Aceh). Before shootted, the students activist got a phone calling from a women who's the voice was seems like under a threatened, to help her and beg the students for coming to her haouse. Pengakuan para mahasiswa kepada Koalisi NGO-HAM Aceh, pada Tanggal 24 November pagi, kedua mahasiswa tersebut, Muchsalmina (23) mengalami luka tembak di bagian kepala dan Iswandi (21) dengan luka tembak di bagian punggung, masing-masing siswa SPK Fakinah dan aktivis Karma, kini menjalani perawatan medis serius di RSU Zainal Abidin Banda Aceh. Dijelaskan, sekitar pukul 01.15 WIB, seorang ibu rumah tangga di Geuceue, menelepon mahasiswa POMRAKA ( KARMA, SIRA dan Taliban) mengaku bahwa keluarganya sedang dalam bahaya dikarenakan didepan rumahnya telah hadir tiga orang lebih berpakaian loreng sambil memegang senjata M16. Para tentara itu berlalu-lalang dengan mengendarai sepeda motor jenis trail. Menurut salah seorang anggota Thaliban, nada sang penelepon (disangka suara seorang ibu) itu gemetar dan dalam kadaan ketakutan. Para mahasiswa pada malam itu juga pergi mendatangi rumah penelepon tersebut di daerah Geuceue menara (3 KM dari pusat kota Banda Aceh). Namun sebelum sempat para mahasiswa mendekati rumah penelepon, tiba-tiba mereka kepergok dengan 3 orang bersenjata berapakaian loreng, dan anehnya mereka melarikan diri dengan kendaraan roda dua kearah Keutapang. Karena melihat gelagat yang mencurigakan, para mahasiswa yang terdiri dari KARMA, SIRA dan Taliban terus mengejar ketiga orang berpakaian loreng itu. Akhirnya pengejaran sampai ke sbuah rumah yang tiba-tiba mati listriknya. Pada saat itu posisi mahasiswa dengan 3 orang tersebut hanya berjarak 10 meter, kemudian tanpa basa-basi orang bersenjata tersebut langsung melepaskan tembakan. Mahasiswa jadi panik dan tiarap. Menurut pihak mahasiswa, 3 orang tersebut tidak hanya melepaskan tembakan, tetapi juga melakukan pelemparan granat. Akibatnya, 2 orang aktivis mahasiswa mengalami luka tembakan yang serius.Menurut keterangan mahasiswa, waktu itu berondongan senjata berlangsung sekitar 2 menit. Ketiga orang berseragamloreng itu menghamburkan senjata plus granat sehingga membuat suasana disekitar TKP menjadi mencekam. Keterangan mahasiswa juga menyebutkan, ketika rombongan mahasiswa belum sampai kerumah sang penelepon, tiba-tiba mereka melihat satu mobil kijang lari tancap gas dan sebagian ada yang bersembunyi sambil mematikan lampu rumah penelepon. Diperkirakan ada lebih dari 3 orang bersenjata yang hadir dirumah tersebut. Kini, barang bukti seperti beberapa butir selongsong peluru jenis Pindad 190 dan PIN 65 beserta gagang granat sudah diamankan oleh mahasiswa.(K&J) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 25 Nov 1999 jam 10:09:43 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
