----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://mymail.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 23 Nopember 1999

RI Diamputasi
Oleh: R Budi Santoso

BANGSA Indonesia sedang dihadapkan kepada pilihan yang sangat sulit,
kompleks serta berada di persimpangan jalan (masa transisi). Apabila
hal itu tidak diwaspadai bersama, maka akan berakibat fatal terhadap
kelangsungan hidup negara kesatuan Republik Indonesia (RI). Di sisi
lain, untuk menjawab tantangan dan perjuangan bangsa di masa depan,
khususnya dalam memasuki pintu gerbang milinium ke-III serta akan
diberlakukannya liberalisasi pasar bebas dan investasi antar bangsa
di kawasan Asia Pasific menjelang abad 21, dimana tidak ada lagi
dinding pembatas kedaulatan suatu negara (mulai dari Mongolia hingga
ke lautan Hindia), tidaklah mudah.

Untuk itu, kita harus makin meningkatkan persatuan. Tanggalkan ego
sentris kedaerahan dan akhiri konflik dengan memakai baju nasional.
Rapatkan barisan guna menyongsong era globalisasi. Percayalah,
melalui persatuan, pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM),
kita akan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa di dunia.
Seperti kita ketahui bersama, sejak Raja Rahwana dari kerajaan
Alengka modern yang terkenal kejam dan bengis tidak lagi berkuasa
atau duduk di kursi singgasananya, lantaran dicopot secara paksa
dari tahta kekuasannya oleh para prajurit Pandawa yang dibantu oleh
prajurit Kurawa. Dn kini bangsa Indonesia memasuki era baru, era
bangkitnya demokratisasi dan transpransi sebagai langkah awal atau
proses pendewasaan menuju Indonesia Baru yang demokratis. Negara
yang menjunjung tinggi perikemanusiaan dan perikeadilan tanpa harus
meninggalkan identitas dan jati dirinya sebagai suatu bangsa.

Tapi entah makhluk dari planet mana lagi yang datang di bumi Ibu
Pertiwi, sambil meniupkan isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar
golongan), sehingga kita seperti kehilangan arah dan identitas diri,
seolah-olah kita asing terhadap bangsanya sendiri. Coba bayangkan,
bangsa yang dulu dikenal ramah dan santun, tiba-tiba berubah liar
dan kanibal. Mereka saling membunuh sesama bangsanya sendiri.
Peristiwa berdarah yang terjadi di Sambas dan Maluku maupun provinsi
lainnya di Indonesia, ditempatkan dalam catatan sejarah tersendiri
sekaligus menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi perjuangan
rakyat Indonesia dalam mencapai cita-citta nasionalnya.

Masalah yang satu belum selesai, sudah muncul masalah lain seperti
tuntutan referendum rakyat Aceh, Irian Jaya, Riau dan daerah lainnya
yang ingin memisahkan diri dari negara kesatuan RI akibat ekses
sejarah masa lalu dan distribusi hasil alm yang tidak merata. Tentu
saja tuntutan itu harus segera dijawab: "Otonomi Daerah Yes,
Referendum dan Intervensi Asing, No Way"! Tegakkah kedaulatan negara
RI dari Sabang sampai Merauke!.

Dan apapun risikonya, TNI sebagai pengawal negara keatuan RI dan
Bhayangkari negara harus segera mengambil sikap. Lindungi rakyat
yang tidak berdosa dan sikat habis gerakan separatisme. Ini
merupakan tanggung jawab TNI untuk segera memulihkan stabilitas
keamanan di wilayah kedaulatan RI. Dan bagi pemerintahan  baru di
bawah kepemipinan Gus Dur-Megawati, harus segera melakukan langkah-
langkah perbaikan. Sekaligus mewujudkan harapan rakyat untuk segera
memulihkan stabilitas di segala bidang kehidupan baik politik,
ekonomi maupun sosial budaya.

Karena apabila masalah ini dibiarkan berlarut-larut, akan
menimbulkan konflik dan pertikaian yang lebih luas lagi. Bahkan
dapat menimbulkan kondisi instabilitas yang pada gilirannya akan
melahirkan gangguan terhadap konsep ketahanan nasional, yang dapat
menjurus ke arah ancaman disintegrasi bangsa. Jangan biarkan negara
kesatuan RI yang telah didirikan dengan susah payah ini, diamputasi,
dicabik-cabik apalagi lenyap dari muka bumi. Bravo Indonesia!.

(Penulis adalah Ketua Umum Forum Pemoeda Indonesia Independen).

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 30 Nov 1999 jam 03:18:31 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke