----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 6 Desember 1999

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.

PERBEDAAN TAKTIK DAN STRATEGI BISA DIBICARAKAN
Ahmad Sudirman
XaarJet Stockholm - SWEDIA.

Tanggapan untuk saudara Hasan Rasyidi.

Tanggapan ini merupakan tanggapan dari seorang muslim kepada seorang
muslim, yaitu dari Ahmad Sudirman kepada Hasan Rasyidi. Yang merupakan
suatu usaha untuk saling nasehat menasehati dalam kebenaran yang datang
dari Allah dan dalam kesabaran. Saudara Hasan Rasyidi telah menyampaikan
tanggapannya terhadap tulisan "Label dan isi harus serupa, bukan seperti
bunglon" ( http://www.dataphone.se/~ahmad/991205.htm ) pada tanggal 5
Desember 1999.

Sebenarnya setelah saya baca apa yang ditulis oleh saudara Hasan
Rasyidi, ternyata tidak ada perbedaan Hasan Rasyidi dengan Ahmad
Sudirman dalam tujuan, yang berbeda adalah hanya dalam masalah taktik
dan strategi saja.

Karena pendirian kembali Daulah Islam Rasulullah bukan tujuan. Dimana
DIR adalah merupakan alat. Sedangkan tujuan adalah untuk beribadah,
bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT.

Kemudian yang selalu saya tekankan adalah mengenai visi membangun
persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan perdamaian yang
bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha Allah SWT,
dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non muslim
didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat, yang
menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan adil,
berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan
konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak
mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras.

CARA HASAN RASYIDI

Kita semua tahu bahwa Negara Islam itu memang konsep yang ideal dan
harus kita capai. Sayyid Quththb menulis tentang hal ini, begitu pula
dgn beberapa ulama di Indonesia, termasuk anda sendiri. Cuma yang jadi
masalah adalah bagaimana mewujudkan Negara Islam tsb? Kalau menurut akh
Ahmad Sudirman kita harus meninggalkan pemerintahan, militer, MPR, DPR,
dll, apakah Negara Islam yang kita impikan itu otomatis akan menjadi
lebih mudah terwujud?

Bukankah hal itu justru akan memberi KADO GRATIS bagi orang2 kafir macam
Theo Syafei, LB Murdani, Alex Litaay, dll, untuk memerintah Ummat Islam
di Indonesia? Jadi justru cara andalah yang bisa menjerumuskan ummat
Islam sehingga
pemerintahan di Indonesia ini dikuasai oleh golongan kafir. Kalau
pemerintahan dan militer di Indonesia sudah dikuasai oleh orang2 kafir,
maka kegiatan Kristenisasi akan merajalela.

Sekarang saja, proses Kristenisasi berlangsung baik dari yang halus
seperti ngamen lagu2 Yesus di bis kota, membagi2kan supermi di Gereja
pada orang2 Miskin, hingga pada penculikan dan pemerkosaan Wawah di
Padang dan penyiksaan di Pulau Nias. Kalau akhirnya mayoritas penduduk
Indonesia jadi orang2 kafir karena kegiatan Kristenisasi tsb, akibat
anda memberikan kursi pemerintahan dan militer pada orang2 kafir, karena
orang2 Islam anda suruh menyingkir dari pemerintahan, apakah anda
bersedia mempertanggung-jawabkan hal ini di akhirat kelak?

"Hai orang2 yang beriman! Janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan
saudara-saudaramu menjadi  pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih
mengutamakan kekafiran atas keimanan. Dan siapa di antara kamu
menjadikan mereka menjadi pemimpin, maka mereka itulah orang2 yang
zhalim" (At Taubah:23) "Hai orang2 yang beriman! Janganlah kamu
mengambil orang2 kafir menjadi wali (teman atau pelindung)" (An
Nisaa:144) "Janganlah orang2 mukmin mengambil orang2 kafir jadi
pemimpin, bukan orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, bukanlah
dia dari (agama) Allah sedikitpun..." (Ali Imran:28)

CARA AHMAD

Cara dan taktik yang dilakukan saudara Hasan Rasyidi adalah pegang
pemerintahan dan militer, singkirkan kaum kafir dan cegah proses
kristenisasi. Bagaimana untuk memegang pemerintahan dan militer? Caranya
bentuk partai politik apakah itu asasnya Islam atau pancasila sama saja.
Duduki lembaga trias politika dengan sistem demokrasi barat-nya yang
sekuler.

Sedangkan cara yang dicontohkan Rasulullah saw adalah,

Tahap pertama dakhwah secara sembunyi-sembunyi sebagaimana yang telah
difirmankan Allah: "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Yang
menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu yang
teramat mulia. Yang mengajarkan dengan pena. Mengajarkan kepada manusia
apa yang tidak diketahuinya" (Al 'Alaq: 1-5). "Hai orang yang
berselimut: Bangunlah dan berilah peringatan. Besarkanlah Tuhanmu,
bersihkanlah pakaianmu, jauhilah perbuatan ma'siat, janganlah kamu
memberi, karena hendak memperoleh yang lebih banyak. Dan hendaklah kamu
bersabar untuk memenuhi perintah Tuhanmu" (Al-Muddatstsir: 1-7)

Tahap kedua adalah dakhwah secara terang-terangan sebagaimana yang telah
difirmankan Allah: "Maka jalankanlah apa yang telah diperintahkan
kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik"(Al-Hijr: 94). "Dan
berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat"(Asy-syu'ra:
214).

Kemudian sebelum Rasulullah hijrah ke Yatsrib, Rasulullah membangun dan
mengangkat pemimpin-pemimpin Muslim yang berasal dari Yatsrib di suatu
tempat yang bernama Aqabah, yang dikenal dengan nama ikrar Aqabah
pertama dan ikrar Aqabah kedua.

Langkah selanjutnya adalah melakukan hijrah setelah turun perintah untuk
berhijrah "...Dan orang-orang yang lemah, baik laki-laki, wanita maupun
anak-anak yang semuanya berdo'a: Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari
negeri ini (Mekah) yang zhalim penduduknya..." (An-Nisa: 75).

Setelah sampai di Yatsrib, Rasulullah mengadakan pakta pertahanan
bersama antara kaum muslimin (suku Khazraj, suku Aus dan kaum muhajirin)
dan kaum Yahudi (suku Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah) yang ada
dan menetap di Yatsrib. Pakta perhananan inilah yang dikenal dengan nama
Piagam Madinah atau Undang-Undang Madinah yang merupakan konstitusi
Daulah Islam Rasulullah.

Setelah dibangunnya Daulah Islam Rasulullah dengan Undang-Undang
Madinahnya ini Allah memerintahkan: "Dan perangilah dijalan Allah
orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui
batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
melampui batas" (Al Baqarah: 190). Dan inilah yang langsung merupakan
perintah jihad untuk maju kemedan perang mempertahankan aqidah Islam,
ummat Islam, tanah tempat tinggal ummat Islam dan Daulah Islam
Rasulullah.

Mengapa harus ada Daulah Islam Rasulullah? Jawabannya adalah karena
semua hukum-hukum, perintah-perintah, larangan-larangan,
kewajiban-kewajiban yang tercantum dalam surat-surat yang diturunkan di
Madinah tidak mungkin dilakukan dan diterapkan tanpa adanya kekuasaan
negara, lembaga hukum dan para pelaksana hukum yang mengatur kehidupan
individu, masyarakat, pemerintahan dan negara.

KRITIK HASAN RASYIDI KEPADA AHMAD YANG TINGGAL DI NEGARA SWEDIA YANG
SEKULER

Jadi jika anda dgn alasan yang kelihatan mulia seperti pemerintahan ini
adalah thaghut, dan menyuruh orang Muslim meninggalkan pemerintahan,
sehingga akhirnya pemerintahan Indonesia dipimpin oleh orang2 kafir,
maka jelas itu melanggar ayat Al Qur'an, dan kita adalah orang yang
zhalim. Sesungguhnya ketika orang2 kafir itu sudah menguasai
pemerintahan dan militer, maka ummat Islam bisa dibantai habis2an.
Buktinya ummat Islam di Ambon dibantai habis2an bukan saja oleh orang
Kristen Ambon, tapi juga oleh tentara Ambon yang beragama Kristen. Bukan
cuma ummat, tapi juga tentara yang beragama Islam dibantai oleh mereka.
Karena itulah di media cetak saya lihat nama2 tentara yang jadi korban
itu adalah nama2 yang Islami seperti: Ali, dll. Inilah akibat
kepemimpinan Militer Kodam Pattimura dipegang oleh orang2 kafir seperti
Max Tamaela. Jadi ini adalah masalah DARURAT. Karena korban sudah
berjatuhan!

Anda sendiri tinggal di Swedia dan bekerja di sana, itu berarti anda
mengangkat orang2 kafir sbg pemimpin anda (saya ingin tahu di KTP anda
kewarganegaraannya apa). Bukankah itu berarti anda adalah orang2 yang
zhalim?  Jadi anda mendengung2kan Negara Islam serta mencela orang2
Islam yang ada di pemerintahan (padahal mereka sendiri mungkin ingin
mendirikan negara Islam, tapi belum punya kekuatan yang cukup), tapi
anda sendiri mempunyai pemerintahan yang bukan saja memakai sistem
thaghut, tapi juga dipimpin oleh orang2 kafir yang menyekutukan Tuhan.

Maaf jika saya mengungkit hal ini, tapi terkadang saya gemas melihat
adanya orang yang terkadang begitu ekstrim mencela orang lain memakai
sistem thaghut macam2 (padahal orang yang dicelanya mungkin ingin
mendirikan negara Islam, tapi kekuatan belum cukup), sementara dia
sendiri berkelakuan lebih parah dari itu (jadi warga negara pemerintahan
thaghut dan dipimpin oleh orang2 kafir). Jadi saya menghimbau agar kita
lebih berhati2 dalam menilai atau mencela seseorang. Jadi terus terang
saya kecewa anda mencela orang2 Islam yang duduk di pemerintahan sbg
munafik atau berambisi pada kekuasaan. Haruskah agar tidak anda sebut
sebagai berambisi kekuasaan mereka harus menyerahkan seluruh
kepemimpinan pada orang2 kafir?

TANGGAPAN AHMAD

Dimanapun adalah bumi Allah. Bumi Allah adalah luas: "..Malaikat
berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah
dibumi itu?".."(An-Nisaa', 4: 97). "..Inna akramakum 'indallahi
atqakum.." sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi
Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. (Al Hujurat, 49:
13).

Sebenarnya negara Swedia yang sekuler sama dengan negara sekuler
pancasila dan negara sekuler Amerika. Tidak ada bedanya. Mereka
sama-sama menganut sistem pemerintahan dan kelembagaan negara
berdasarkan trias politika dengan sistem demokrasi baratnya yang
sekuler. Bedanya negara pancasila yang sekuler mempunyai mayoritas
penduduk yang kebetulan muslim, sedangkan negara sekuler Amerika dan
Swedia mempunyai minoritas penduduk yang kebetulan muslim. Selebihnya
adalah sama.

Saya sendiri di negara sekuler Swedia berusaha untuk memberikan opini
Islam kepada sesama muslim yang kebetulan tinggal disana dan berusaha
untuk tetap berpegang teguh kepada tali Allah dan Rasul-Nya. Jangan
ikut-ikutan mempertahankan paham sekularisme. Walaupun hidup di udara
sekularisme janganlah menjadikan sekularisme menjadi pahamnya. Hiduplah
seperti ikan laut yang hidup di air garam, tetapi dagingnya tidak asin.
Saya dibantu oleh keluarga dan kawan-kawan muslim lainnya berusaha untuk
membina generasi baru muslim yang lahir dan hidup di negara sekuler
Swedia untuk tidak menjadi kaum sekuler dengan melalui pendidikan Islam.
Tentu saja usaha itu dilakukan sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Adapun terhadap para penguasa di negara sekuler Pancasila saya bukan
menyuruh penguasa muslim negara pancasila sekarang untuk meninggalkan
pemerintahan seperti yang dikatakan oleh saudara Hasan Rasyidi,
melainkan saya menyerukan kepada mereka Gus Dur dengan Kabinetnya, Amin
dengan MPR-nya, Akbar dengan DPR-nya untuk membina dan menerapkan akidah
Islam dengan menghormati agama lain dan menerapkan ukhuwah Islamiah.

Dan berusaha untuk menampilkan konsep ekonomi, politik, sosial,
pemerintahan dan negara menurut apa yang tercantum dalam Kitabullah dan
dicontohkan Rasulullah dan meminta kelompok yang beragama lain untuk
mengajukan konsepsinya yang ditinjau dari masing-masing agama yang
dianutnya, kemudian duduk bersama membicarakannya dan mengambil jalan
keluarnya, konsepsi mana yang paling baik yang bisa diterapkan,
dilaksanakan dan diawasi.

Adapun kenapa umat beragama masih saling bantai-membantai? karena mereka
masih bisa diadu dombakan dan dimanfaatkan oleh kelompok lain. Coba
kalau mereka masing-masing penganut Islam dan Kristen memahami apa yang
tercantum dalam kitab sucinya masing-masing, dan memahami apa itu
artinya saling menghormati agama lain dan saling toleran antar agama.
Saya pikir kejadian di Ambon tidak akan terjadi. Karena kalaupun ada
dari kelompok lain yang menyulut api permusuhan antar agama demi
kepentingan kelompoknya, bisa dicegah. Karena mereka sudah menyadari
bahwa dalam agama baik itu Islam atau Kristen dilarang untuk saling
bunuh membunuh.

PENDAPAT HASAN RASYIDI BERBUAT DENGAN TINDAKAN NYATA

Ada baiknya anda jangan NATO (No Action Talk Only). Ketimbang menyuruh
Amien, Hamzah, Yusril untuk mendirikan negara Islam, kenapa anda tidak
datang ke Indonesia dan memimpin ummat untuk mendirikan negara Islam?
Lihatlah Nabi Muhammad. Beliau berkumpul di tengah2 ummat mendirikan
negara Islam. Mereka memimpin ummat Islam dan non Muslim. Adakah menjadi
pemimpin itu adalah merupakan ambisi pada kekuasaan? Nabi tidak pernah
cuma ngomong doang mencela Abu Bakar, Umar, dll, sbg tidak benarlah atau
bahkan ada yang bilang munafik, serta menyuruh mereka untuk mendirikan
Negara Islam dari negara Kafir Swedia atau Romawi.

Nabi memimpin mereka langsung, baik di pemerintahan maupun dalam
peperangan. Bahkan beliau sampai menderita luka2: Dari Anas ra katanya:
"Bahwa rasulullah saw patah gigi beliau di hari perang Uhud dan luka di
kepalanya. Lalu beliau menyapu darahnya dan mengucapkan: "Bagaimana akan
berbahagia satu kaum yang melukai Nabinya, mereka mematahkan giginya,
sedang Nabi itu memanggil mereka kepada (agama) Allah!" Karena itu Allah
'Azza Wa Jalla menurunkan ayat: "Tiadalah engkau mempunyai hak tentang
urusan itu sedikitpun" (Ali Imran:128) [HR Muslim] Dari Bara' ra
katanya: "Rasulullah saw di hari perang Ahzab turut mengangkut tanah
(penggalian) bersama2 dengan kami dan sesungguhnya tanah itu telah
menutup putih perut beliau..." (HR Muslim)

Dari hadits di atas, jelas bahwa Nabi itu melakukan tindakan yang nyata.
Dia memimpin langsung ummatnya dari menggali tanah, hingga patah gigi
dan luka kepalanya karena di serang musuh. Hal ini jauh berbeda dgn anda
yang cuma bisa mencela orang2 Islam di pemerintahan sbg ambisius,
sementara anda sendiri tidak melakukan apa2 dan tinggal di negeri kafir
nun jauh di Swedia. Konsep negara Islam itu sudah banyak yang
membahasnya, bahkan di kalangan partai Islam sendiri mereka berkeinginan
demikan. Cuma masalahnya mereka memang belum mempunyai
kekuatan yang cukup untuk itu.

Jika anda memang bisa mewujudkan negara Islam dgn mudah, kenapa anda
tidak melakukannya? Kenapa hingga sekarang belum ada satupun Negara
Islam yang terwujud? (Mudah2an Allah memberi kekuatan hingga hal ini
bisa segera terwujud)

Apa yang anda lakukan itu adalah hal yang baik. Seseorang harus
melakukannya. Memang dgn berbicara tanpa ada tindakan tidak ada hasil
apa2. Buktinya anda merasakan sendiri bukan? Tidak ada yang menanggapi?
Ummat Islam harus menjadi pemimpin bagi ummat Islam maupun non Muslim,
bukan menyerahkan kepemimpinan pada orang2 kafir. Jika sudah berkuasa,
kita sanggup memaksakan negara Islam pada mereka, baik mereka setuju
maupun tidak.

PENDAPAT AHMAD PERBUATAN SETIAP MUSLIM TERGANTUNG KEPADA KEMAMPUANNYA

Memang setiap muslim diwajibkan untuk berusaha sesuai dengan
kemampuannya. Saya tinggal di negara sekuler Swedia sedangkan saudara
Hasan Rasyidi tinggal di negara sekuler pancasila atau di negara sekuler
Amerika (saya tidak tahu dimana saudara Hasan tinggal). Tetapi yang
jelas masing-masing berusaha sesuai dengan kemampuan yang ada pada
masing-masing. Terlepas dimana hidup dan tinggal.

Begitu juga dengan Amien, Hamzah, Yusril. Saya tidak menyuruh mereka
untuk mendirikan negara Islam, karena memang mendirikan DIR bukan
tujuan.

Yang saya katakan kepada mereka adalah,
"Amien sebagai juru lahir Poros Tengah seharus menyadari bahwa kekuatan
ikatan politik berdasarkan ikatan nasionalisme, kebangsaan dan pancasila
adalah lemah. Justru, sebagai seorang muslim yang telah diberikan Allah
Kitabullah sebagai sumber yang hak, dimana didalamnya bisa diambil tali
pengikat persatuan, yaitu aqidah Islam dan ukhuwah Islam, yang selama
kita tetap memegang, menerapkan dan menjalankan keadilan, maka kita akan
selamat, bukan hanya waktu sekarang ini saja, melainkan kelak di hari
kemudian. "Dan diantara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang
memberi petunjuk dengan yang hak dan dengan yang hak itu mereka
menjalankan keadilan" (Al A'raaf, 7:181). Karena itu, saya menghimbau,
kembali kepada aqidah Islam dengan menghormati agama lain dan ukhuwah
Islam". ( http://www.dataphone.se/~ahmad/991203.htm )

Untuk membangun kembali Daulah Islam Rasulullah tidak mudah. Rasulullah
dalam rangka membina akidah Islam kepada umat Islam di Mekkah memerlukan
waktu hampir 13 tahun. Itu baru Rasulullah, apalagi kalau seorang muslim
biasa, mungkin memerlukan waktu seumur hidup-nya untuk membina akidah
Islam kepada dirinya, keluarganya, tetangganya, teman dekatnya dan
masyarakat muslim sekitarnya, sebelum berdirinya kembali Daulah Islam
Rasulullah.

Jadi yang paling penting tujuan dari semua ini adalah untuk beribadah,
bertaqwa dan mencari keridhaan Allah.

PENDAPAT HASAN RASYIDI GESER MEREKA YANG KAFIR DARI PEMERINTAHAN

Kalau memang aman, kenapa anda tidak langsung datang ke Indonesia dan
mempromosikannya di MPR, Masjid2, dan tempat2 lainnya di Indonesia,
ketimbang menyuruh2 orang lain untuk mewujudkan negara Islam kemudian
seenaknya mencela mereka macam2? Sesungguhnya partai Syariah di Mesir
yang didirikan oleh Ikhwanul Muslimin dibubarkan oleh pemerintah Mesir
dgn alasan bahwa pemakaian asas Islam oleh partai politik akan
mengurangi keagungan agama Islam.

Di Turki partai Rifah yang berasaskan Islam dibubarkan secara paksa oleh
MILITER hanya karena ingin memutuskan hubungan diplomatik dgn Israel,
sementara pemimpinnya, Necmettin Erbakan dilarang berpolitik lagi dan
diisolir. Jadi cita2 mendirikan negara Islam itu ada, tapi kemampuan
yang belum cukup. Mereka memang punya kemampuan, tapi kemampuan orang2
kafir dan sekuler itu lebih kuat lagi sehingga mampu membubarkan partai
Rifah.

Sedih juga saya melihat ada seorang Muslim yang tanpa pengetahuan yang
cukup seenaknya mencap seorang Muslim, Necmettin Erbakan sebagai seorang
munafik. Padahal mencaci orang Muslim itu adalah kefasikan: Dari
Abdullah ra:
"Nabi saw bersabda: 'Mencaci orang Islam itu adalah kefasikan dan
membunuhnya adalah kekafiran" (HR Bukhari)

Di Aljazair, FIS (Front Islamic Salute) dibubarkan oleh militer dan
ribuan orang dibantai. Jadi selama orang2 kafir dan sekuler menguasai
pemerintahan dan militer, selama itu pulalah kita akan sulit mewujudkan
negara Islam. Kita harus
menggeser mereka sedikit demi sedikit (kalau bisa sekaligus lebih baik).
Jika 90% jajaran pemerintahan dikuasai oleh orang2 Muslim yang istiqamah
(bukan sekuler atau kafir), apa susahnya kita merubah negara Indonesia
ini jadi negara Islam? Tapi kalau anda menyuruh orang2 Islam
meninggalkan pemerintahan, sehingga pemerintahan dan militer dikuasai
oleh orang2 kafir dan sekuler, maka biarpun anda setengah mati berteriak
agar mereka mendirikan negara Islam,
teriakan anda itu sia2 belaka

PENDAPAT AHMAD PENGUASA NEGARA PANCASILA SEKARANG TIDAK ADA USAHA YANG
SUNGGUH-SUNGGUH UNTUK MEMBINA AQIDAH ISLAM DENGAN MENGHORMATI AGAMA LAIN
DAN MENERAPKAN UKHUWAH ISLAMIAH

Saudara Hasan Rasyidi dalam rangka mempertahankan Islam di negara
pancasila adalah melalui jalan pemerintahan dan kelembagaan yang
bersistem trias politika dengan sistem demokrasi baratnya yang sekuler,
sebagaimana Ikhwanul Muslimin di Mesir, partai Rifah di Turki dan FIS
(Front Islamic Salute) yang sudah dibubarkan di Aljazair. Di ketiga
negara itu, Mesir, Turki dan Aljazair sistem pemerintahan dan
kelembagaan negaranya bersistem trias politika dengan sistem demokrasi
baratnya yang sekuler yang dipakai, tidak ada bedanya dengan di
negara-negara sekuler barat lainnya.

Bedanya Ikhwanul Muslimin, partai Rifah dan FIS (Front Islamic Salute)
gagal mengikuti arus politik sekularisme di negaranya masing-masing.

Sedangkan di Indonesia, namanya saja partai Islam dan sebagian sudah
menguasai lembaga Legislatif dan Eksekutif, ternyata ketika disampaikan
visi membangun persatuan dengan berlandaskan keadilan, amanah dan
perdamaian yang bertujuan untuk beribadah, bertaqwa dan mengharap ridha
Allah SWT, dengan misi membangun kembali satu masyarakat muslim dan non
muslim didalam satu kekuasaan pemerintahan dimana Allah yang berdaulat,
yang menerapkan musyawarah dan menjalankan hukum-hukum Allah dengan
adil, berdasarkan akidah Islam dengan menghormati agama lain, dengan
konstitusi yang bersumberkan dari Al Quran dan Sunnah, yang tidak
mengenal nasionalitas, kebangsaan, kesukuan dan ras, mentah-mentah
ditolaknya, alasannya belum ada kekuatan seperti yang dikatakan saudara
Hasan Rasyidi. Padahal Gus Dur, Amien dan Akbar sekarang sudah memegang
kekuasaan. Apalagi yang kurang.

PENDAPAT HASAN RASYIDI UMAT ISLAM DI INDONESIA BELUM PUNYA KEKUATAN

Inilah yang jadi kelemahan anda. Anda mengira seluruh ummat Islam yang
jumlahnya sekitar 85% ini kadar keimanan dan kecerdasan mereka homogen.
Sama seperti anda. Padahal sesungguhnya berbeda2. Megawati adalah orang
yang sekuler. Dia sembahyang di pura ala Hindu dan mengangkat banyak
orang2 kafir sbg pembantunya. Sementara Gus Dur sendiri susah ditebak.
Dia jadi pengurus yayasan Shimon Peres dan anti thd ICMI (Ikatan
Cendekiawan Muslim Indonesia).

Yang harus anda pahami adalah, partai2 yang benar2 memakai Islam sbg
asas partainya cuma mendapat sedikit suara:
PPP cuma dapat 11%, PBB cuma 2%, sementara PK cuma 1,7%. Total cuma
kurang dari 15%. Jadi kekuatan ummat Islam memang belum cukup untuk
mendirikan Negara Islam. PDI-P partai yang didominasi oleh golongan
kafir malah mendapat Suara paling banyak, yaitu 33,7%, sementara partai
sekuler lainnya seperti Golkar dapat 22,4% dan PKB 13%. Anda juga harus
menyadari bahwa TNI itu adalah sekuler. Dan sekarang lebih parah lagi,
orang2 kafir macam Arie J Kumat bahkan menjadi kepala BAKIN (Badan
Inteligensi), sementara anak buah LB Murdani, Tyas Sudarno jadi KSAD.

Jadi bukannya Amien, Hamzah, dan Yusril itu tidak mau mendirikan Negara
Islam, tapi memang karena mereka belum punya kekuatan yang cukup untuk
mengalahkan kelompok kafir dan sekuler. Mereka terus diserang oleh
kelompok kafir dan sekuler dgn berbagai fitnah. Bahkan orang2 seperti
anda (mungkin tidak anda sadari) juga turut menyerang Amien cs bersama2
orang kafir tsb. Amien Rais rumahnya di Solo diserang oleh massa PDIP
karena dianggap menjegal langkah Megawati untuk jadi presiden. Ibu Amien
Rais bahkan harus dirawat di rumah sakit karena terjatuh pada peristiwa
penyerangan yang biadab itu. Sementara Hamzah sendiri tidak berdaya
dicopot oleh Gus Dur. Amien juga Diserang hanya karena mengemukakan
gagasan negara Federal.

Bayangkan jika dia mengemukakan konsep negara Islam sekarang, bisa2 dia
mental. Amien memang menjabat sbg ketua MPR, tapi yang menentukan adalah
700 anggota MPR, bukan Amien sendiri. Ada yang namanya quorum. Sesuatu
itu kalau tidak disetujui oleh lebih dari 50% anggota, maka tidak akan
jalan, meski Amien mendukungnya. Jika Amien berkuasa seperti yang anda
duga, tentulah konsep negara Federal sudah jalan.

Anda harus sadar bahwa kualitas ummat Islam tidak semuanya seperti anda:

1. Ada yang seperti Faisal di Medan yang membantai ibu bapak dan hampir
seluruh saudaranya (cuma 1 saudara Kandungnya yang lolos)
2. Banyak pelajar SMA, Universitas, maupun penduduk (macam di Cirebon,
Manggarai, Matraman, dll) yang meski sama2 Muslim, tapi senang saling
berkelahi hingga ada yang meninggal (tawuran). Adakah anda mengetahui
hal ini?
3. Banyak orang Islam yang tidak shalat lagi.
4. Banyak orang Islam yang tidak bisa mengaji. Jumlahnya tidak sedikit.
Boleh dikata 70-80% ummat Islam tidak mengaji.
5. Ada orang Islam yang jadi satgas PDIP dan tega menculik dan menyiksa
ustadz yang menyebarkan selebaran agar ummat Islam tidak memilih partai
yang didominasi oleh non Muslim. Ketika sang ustadz berteriak "Allahu
Akbar" karena kesakitan, si satgas itu membentak, "Diam! Saya juga
Islam, tahu!" Kemudian sambil menunjuk ke rekannya, satgas tsb berkata,
"Yang ini malah sudah HAJI!)
6. Banyak orang Islam yang terjebak dalam FREE SEX
7. Banyak orang Islam yang terjebak dalam Shabu2, obat bius, dll.
8. Ummat Islam di Ambon dibantai habis2an tanpa yang lain dapat
membantu.

Jadi jika anda benar2 ingin mewujudkan negara Islam, tulislah tulisan
tentang konsep negara Islam tsb ke media massa, seminar2, dll. Kemudian
cari cara bagaimana mensosialisasikannya dgn lebih intensif. Apakah dgn
melalui masjid,  Mendirikan media cetak, radio, dan televisi sehingga
konsep anda bisa disebarkan ke lebih dari 100 juta rakyat Indonesia
(bukan cuma sekitar 10 ribu pelanggan milis dan newsgroup di Internet).

Kalau perlu, bertindaklah. Datanglah langsung ke Indonesia, dan
bicarakan konsep anda langsung di DPR, MPR, MABES ABRI, dll. Katakan
pada orang2 di DPR, MPR, dan MABES ABRI, bahwa Negara Islam itu adalah
konsep yang benar dan harus ditegakkan di Indonesia. Pimpinlah langsung
ummat untuk mendirikan negara Islam langsung di Indonesia. Jangan cuma
dari negara kafir Swedia saja.

Dengan cara ini, insya Allah anda bisa mendapatkan informasi yang lebih
jelas dan mengetahui problema dan hambatan yang dihadapi oleh ummat
Islam di Indonesia. Terus terang dgn cara anda seperti ini (yang cuma
menulis lewat Internet), paling2 cuma beberapa gelintir pemakai internet
yang tahu, sedangkan di darat, seperti Isuzu Panther, "Suaranya nyaris
tak terdengar!" he he he...:)

Sesungguhnya saya sendiri merindukan Negara Islam. Ketika SMA dan
Universitas, saya mempromosikan hal ini pada kawan2. Hampir tidak ada
yang meresponse secara positif. Bahkan hampir berantem segala gara2 hal
ini. Jadi memang kita harus menyiapkan ummat terlebih dulu. Perang itu
tipu daya. Nabi sendiri jika menyuruh ummat Islam berperang, mereka
berangkat ke arah yang lain. Setelah tiba di suatu tempat, barulah
mereka membuka surat Nabi yang berisi petunjuk tempat yang sebenarnya
yang harus dituju.

Jadi kalau ingin menyerang ke utara, kemudian dari awal bergerak ke
utara. Itu sih gampang ditebak dan digebuk lawan. Berikut hadits tentang
orang yang hanya pandai menganjurkan, sedang dia sendiri tidak berbuat
yang dia anjurkan: Dari Usamah bin Zaid ra katanya: "Rasulullah saw
bersabda: 'Dibawa seorang laki2 di hari kiamat, lalu dijatuhkan ke dalam
neraka dan keluar ususnya. Lalu dia berputar di sekitar ususnya
sebagaimana keledai berputar mengelilingi alat penggiling gandumg. Maka
berkumpullah kepadanya isi neraka dan mereka mengatakan: "Hai Fulan!
Bukankah engkau pernah menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat
salah?" Dia menjawab: "Ya! Seesungguhnya saya pernah menyuruh berbuat
baik, tapi saya tidak mengerjakannya. Saya melarang berbuat kesalahan,
tapi saya mengerjakannya" (HR Muslim)

PIKIRAN AHMAD UMAT ISLAM MASIH LEMAH KARENA TIDAK MENJADIKAN JEJAK
RASULULLAH SEBAGAI PEGANGAN

Saudara Hasan Rasyidi melihat kekuatan Islam dilihat dari hasil pemilu
bulan Juni yang lalu, yang dimenangkan oleh partai sekuler PDIP-Nya
Megawati yang sekarang menjadi wakil Presiden. Sedangkan kelompok partai
Islam yang asasnya Islam yang terdiri dari PPP, PK, PBB meraih suara
minoritas, dibanding dengan Golkar yang sekuler dibawah Akbar begitu
juga dibanding dengan partai PAN dan PKB yang berpancasila dibawah Amien
dan Matori.

Sedangkan saya mendasarkan kelemahan umat Islam Indonesia kepada jejak
Rasulullah saw yang tidak diikuti dan diterapkan oleh kaum muslimin
dalam membina aqidah Islam dan ukhuwah Islamiah.

Coba kalau NU, Muhammadiyah, Al Washliyah, Persis, dan
organisasi-organisasi Islam lainnya memberikan input kepada para
politisi dari partai-partai politik yang berasas Islam (PPP, PBB, PK)
dan berasas pancasila (PAN, PKB, GOLKAR) bahwa dalam membina aqidah
Islam dengan menghormati agama lain dan menerapkan ukhuwah Islamiah
harus mencontoh kepada Rasulullah saw. Jangan para politisi dibiarkan
saja. Kalau Gus Dur kelihatan menyimpang dari apa yang diperintahkan
Allah dan Rasul-Nya langsung NU kasih peringatan. Begitu juga kalau
Amien menyimpang dari apa yang diperintahkan Alah dan dicontohkan
Rasul-Nya Muhammadiyah harus langsung turun tangan.

Sebenarnya kewajiban setiap muslim untuk menyampaikan yang haq dari
Allah SWT kepada siapapun, baik itu anggota MPR/DPR atau MABES ABRI.
Jadi kalau saudara Hasan Rasyidi yang tinggal di negara Pancasila dan
ada kesempatan coba terangkan bagaimana sebenarnya dalam pembinaan
aqidah Islam yang telah dicontohkan Rasulullah. Kesampingkan dulu
masalah DIR, karena kalau dibicarakan kepada MPR/DPR atau MABES ABRI
mereka tidak paham. Contohlah Rasulullah, 13 tahun waktu yang
dipergunakan Rasulullah untuk membina aqidah Islam umat muslimin di
Mekkah sebelum DIR berdiri di Yatsrib.

Inilah sedikit tanggapan untuk saudara Hasan Rasyidi.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada
waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang
menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan
lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 6 Dec 1999 jam 19:48:27 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke