---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Telah terjadi lagi penangkapan warga sipil yang dilakukan aparat keamanan saat melakukan sweeping di Simpang Tiga Desa Calang Kecamatan Krueng Sabee Aceh Barat pada Tanggal 6 Desember 1999 sekitar Pukul 10.00 WIB. Dalam aksi sweeping tersebut, aparat keamanan telah menangkap sebanyak 4 warga sipil, mereka adalah: 1.Hasbi Ahmad (25) Desa Alue Teungoh Kecamatan Teunom, 2.Sudirman (26) Desa Alue Raya Panga Kecamatan Teunom, 3.Saifuddin Ibrahim (26) Desa Keudee Panga Kecamatan Teunom, dan 4.Hasmi (27) desa Keudee Tuha Panga Kecamatan Teunom. Disamping itu, pihak keamanan juga mengambil 1 unit mobil Rocky yang kepunyaan korban dan harta korban itu juga dilaporkan hilang tidak diketahui nasibnya. Sampai informasi ini kami kirim keseluruh jaringan dunia, 4 warga sipil yang ditangkap tersebut belum diketahui rimbanya. Namun masih menurut laporan relawan Koalisi di Aceh Barat, bahwa keempat warga sipil yang ditangkap tersebut diperkirakan masih berada dalam wilayah Kecamatan Krueng Sabee, dan kini keluarga korban sangat mengharapkan kepedulian dari pihak NGO/LBH untuk mengambil langkah-langkah secepatnya agar bagaimana pun korban secepatnya bisa diketahui dan kalau mereka ditahan agar secepatnya dilepaskan sebab mereka ditangkap tanpa prosedur hukum yang berlaku, lebih-lebih tanpa diketahui pihak keluarga korban. Pihak keluarga korban sangat terpukul atas penagkapan anggota keluarganya. Sementara itu, Jaringan Koalisi yang ada di Kabupaten Pidie melaporkan bahwa Pada Tanggal 5 Desember 1999 sekitar Pukul 11.32 ada serombongan massa yang berasal dari kumpulan massa di Mesjid Jami Bireun Aceh Utara melakukan konvoi massa dengan menaiki 80 truk plus ribuan sepeda motor sehubungan HUT AGAM. Setibanya di depan Polsek Bandar Dua Pidie sekitar pukul 17.45 tiba-tiba sepasukan anggota Gegana yang bermarkas disamping Polsek tersebut menghadang sambil melepaskan tembakan selama 15 menit dan membuat seorang anggota pawai terkena tembakan serta puluhan lainya cedera karena panik jatuh melompat dari atas truk. Korban yang terkena tembakan teridentifikasi bernama Efendi Ahmad (20), warga Desa Batee Raya Juli Bireun Aceh Utara. Korban terkena terjangan peluru dari kuping kiri hingga tembus kebatok kepala bagian belakang. Korban meninggal setiba di Puskesmas Meureudu. Dilaporkan juga, selain Efendi Ahmad, ada seorang korban lainya yang kini belum ditemukan masyarakat. Korban tersebut menurut masyarakat pawai tersebut terkena tembakan dibahu kanan dan mengalami pendarahan hebat. Sampai informasi ini diturunkan, belum jelas siapa korban tersebut. Menurut laporan, adapun masyarakat yang turut berkonvoi tersebut berasal dari tempat berkumpulnya di Mesjid Jami' Bireun Aceh Utara kabarnya ada yang mengatakan hendak menuju kearah Tiro, Kota Sigli-Pidie dan ada juga yang mengaku akan menuju ke Kota Banda Aceh karena mendengar disana akan digelar pawai besar-besaran dalam rangka menuntut REFERENDUM. Sementara itu ekses terjadinya pemberondongan atas warga sipil yang melakukan pawai bendera di depan KODIM Sigli yang dilakukan aparat KODIM tersebut pada tanggal 4 Desember sampai sekarang pihak KODIM masih menahan 5 warga: 1. Mahdi Abed (28), Desa Baro Yaman. 2. Maman Sulaiman (29), Desa Bangkeh Geumpang (Transmigran di PTP Geumpang). 3. M Kasem Ali (50), Desa Blang Dalam Geumpang. 4. Mumhammad Mahmud (28), Desa Balee Baroh Keumangan Mutiara 5. Sutardi (42) Desa Mane Cut Geumpang Pihak keamanan juga masih menahan 1 Hartop merah milik PU dan 1 sepeda motor Yamaha semuanya milik warga. Masih tanggal 4 Desember, salah seorang relawan Pemraka, Samsul Bahri yang kala itu sedang duduk-duduk bersama masyarakat di Simpang Pangwa dipukul aparat dari kesatuan Gegana sebab merasa aneh melihat korban tidak lari atas kedatanganya sementara yang lainya secepatnya kabur. Karena melihat korban tidak beranjak inilah, aparat tersebut lalu menganiaya korban sampai kelopak matanya memar-memar. Halim Campaign & Networking Division Koalisi NGO HAM Aceh Aceh N.G.O's Coalition for Human Rights ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 7 Dec 1999 jam 02:09:33 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
