----------------------------------------------------------
FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online
go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html
- FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE -
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Rakyat Merdeka, 2 Desember 1999

Perlu Status GAM

SEJAK maraknya tuntutan referendum bagi Aceh yang disponsori oleh
kalangan pemuda, mahasiswa dan pelajar, maka kelompok Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) semakin menunjukkan eksistensinya, bahkan disinyalir
secara terang-terangan akan pamer kekuatan pada saat Ultah tanggal 4
Desember 1999. GAM yang diproklamasikan oleh Hasan Tiro pada tahun
1976 rupanya telah mendapat simpati cukup mendalam di kalangan para
pemuda, mahasiswa dan pelajar Aceh, sehingga semakin banyak
pengikutnya. Hal ini dikarenakan tidak sedikit dari mereka yang
sudah termakan isu dan terprovokasi oleh perjuangan kelompok GAM.

Sejak diberlakukan Aceh sebagai daerah DOM, banyak masyarakat yang
antipati terhadap pemerintah pusat, terutama kehadiran TNI/Polri di
sana. Semenara itu, pemerintah pusat, baik di bawah kepemimpinan
Presiden BJ Habibie maupun Gus Dur terkesan kurang peduli terhadap
nasih rakyat Aceh, sehingga masalahnya dibiarkan terkatung-katung.

Faktor-faktor ini tentunya menjadi peluang bagi kelompok GAM untuk
menarik simpati dan dukungan terhadap masyarakat Aceh khususnya dan
masyarakat Indonesia pada umumnya. Perjuangan GAM di tanah rencong
rupanya  muga mendapat dukungan dari mantan anggota dan
simpatisannya di berbagai negara, khususnya Malaysia dan Swedia yang
selama ini diduga ikut memberikan dukungan dalam perjuangan
kelompoknya di tanah rencong. Oleh karena itu, keberadaan kelompok
GAM semakin menunjukan eksistensinya terhadap pemerintah dan
TNI/Polri.

Namun sayang, tuntutan perjuangan kelompok GAM ini sejak dahulu
hingga saat ini hanya satu, yaitu kemerdekaan. Hal ini tentunya
sangat sulit bagi pemerintah pusat untuk mewujudkannya, karena di
sampingakan merusak keutuhan wilayah negara kesatuan RI juga
berdampak pada daerah-daerah lain yang pasti akan menuntut perlakuan
sama.

Untuk itu sebagai anggot masyarakat awam yang sangat peduli terhadap
persatuan dan kesatuan bangsa, mengimbau kepada segenap masyarakat
Aceh agar merenungkan kembali tuntutannya selama ini, termasuk
dampak dan mudharatnyya setelah merdeka.

Sedangkan pemerintah pusat, agar lebih tegas menetapkan status GAM.
Apakah dilarang atau terus dibiarkan tumbuh dan berkembang. Hal ini
saya anggap sangat perlu dan penting diketahui berbagai pihak, di
samping untuk menilai siapa yang paling bersalah dalam masalah Aceh
selama ini, juga memberikan legitimasi bagi TNI/Polri. Karena semua
akar permasalahan pada dasarnya tidak lepas dari keberadaan GAM.

Nur Ali Basa, Margahayu, Bekasi.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 8 Dec 1999 jam 06:08:19 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke