---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Rakyat Merdeka, 6 Desember 1999 Pahlawan Kesiangan KOORDINATOR Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) Muhammad Nazar dalam suatu wawancara dengan Reuters di Banda Aceh kemudian dipublikasikan media massa ibukota mengungkapkan bahwa SIRA akan melaksanakan referendum sendiri berisi opsi otonomi luas atau memisahkan diri dari Indonesia bila Gus Dur menolak permintaan mereka. Saya sebagai rakyat kecil menjadi terheran-heran. Pasalnya kini banyak bermunculan pahlawan Aceh kesiangan yang mengaku-ngaku akan memperjuangkan aspirasi rakyat. Padahal keberadaan mereka hanya secuil (segelintir) dari masyarakat yang tidak puas. Frustasi dan sakit hati akibat kebijaksanaan rezim Orde Baru. Namun mengapa setelah tumbangnya rezim Orde Baru mereka mengingkari semangat reformasi dan malah ingin menuntut revolusi. Apakah keinginan ini masih kita anggap wajar. Sebab tujuan rakyat melaksanakan reformasi adalah mengadakan perbaikan dan perubahan di berbagai bidang yang mengarah pada kehidupan lebih baik dari sebelumnya. Jadi bukan berarti ingin merdeka atau lepas dari pemerintahan yang sah, kemudian mau enaknya sendiri. Sebagaimana kita ketahui bahwa wilayah negara kesatuan RI dari Sabang sampai Merauke (termasuk Aceh) diukir oleh cucuran darah dan air mata para pahlawan bangsa Indonesia, seperti Cut Nyak Dien, Teuku Umar, Pattimura dan sebagainya. Para arwah pahlawan tersebut tentunya hanya berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia (Tidak terkecuali masyarakat Aceh) agar tetap menjaga keutuhan wilayah negara kesatuan RI. Namun mengapa kita tidak bisa menjaganya? Malah satu sama lain ingin memisahkan diri. Bagaimana kita bisa menjadi bangsa yang besar, sementara rakyat Aceh tidak bisa menghargai jasa-jasa para pahlawannya. Apakah reformasi seperti ini yang kita inginkan? Oleh karena itu, kepada pahlawan-pahlawan kesiangan hentikanlah hasutan-hasutan yang dapat memperdaya rakyat kecil dan janganlah rakyat kecil dijadikan korban untuk mengejar ambisi semata.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 8 Dec 1999 jam 06:08:24 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
