----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Banjir Besar Landa Singkil
* Seorang Meninggal
* Ratusan KK Mengungsi

Serambi-Tapaktuan
Ratusan KK penduduk di Kecamatan Singkil dan Simpang Kiri, Kabupaten Aceh Singkil, 
terpaksa
mengungsi menyusul banjir yang melanda kawasan itu sejak awal bulan dengan ketinggian 
air mencapai
dua meter lebih. Dalam musibah itu, seorang bocah dilaporkan tewas, 3 rumah hanyut dan 
35 lainnya
rusak parah. Sampai Rabu (8/12) kemarin banjir belum surut tuntas dan ratusan warga 
masih berada di
pengungsian.
"Peristiwa ini sudah kita laporkan kepada Gubernur. Pada saat yang sama masyarakat 
diminta supaya
waspada terhadap kemungkinan banjir susulan," kata Sekwilda Aceh Singkil, Ridwan Hasan 
SH, ketika
dihubungi melalui saluran telepon kemarin.
Banjir mulai melanda Singkil dan Simpang Kiri sejak medio pekan lalu--Rabu 
(1/12)--menyusul hujan
deras yang melanda kawasan itu. Di Kecamatan Singkil, rata-rata perkampungan penduduk 
di daerah
aliran sungai (DAS) Singkil tenggelam dengan ketinggian air mencapai dua meter lebih. 
Sementara di
Simpang Kiri, banjir melanda Desa Lentong dan desa-desa lainnya di sepanjang DAS 
sungai di Kecamatan
Pembantu Rundeng.
Di Kota Singkil, ketinggian air berkisar antara 0,80 - 1 m dan menyebabkan 
perkantoran, pasar, toko,
dan sejumlah rumah penduduk tergenang air. Banjir juga membuat hubungan antara pusat 
kota Singkil
dengan kawasan Ujung putus total setelah jembatan Bengkalan Ujung berukuran 4 x 35 m 
dibawa hanyut.
Sementara jembatan Lipong Pulau Sarok (5 x 6 m) mengalami longsor berat di bagian 
kepala.
Sekwildla Aceh Singkil, Ridwan Hasan SH kemarin menjelaskan, selain akibat hujan 
deras, banjir
timbul akibat tingginya volume air "kiriman" dari beberapa sungai yang bermuara ke 
sungai Singkil.
Belum diperoleh data lengkap mengenai jumlah penduduk yang mengungsi maupun jumlah 
desa yang dilanda
banjir, sebutnya.
Namun, diperkirakan ratusan KK yang menghuni puluhan desa di sepanjang DAS Krueng 
Singkil dan
Kecamatan Pembantu Rundeng terpaksa mengungsi. Mereka mengungsi ke rumah-rumah warga 
lainnya yang
lebih aman.
Dan menurut data sementara, jumlah rumah yang rusak parah di Kecamatan Singkil 
tercatat 35 unit dan
tiga unit lainnya hanyut.
Selama kurun banjir yang terjadi sejak awal Desember, di sebuah desa sebuah keluarga 
kehilangan
seorang anak. Dalam suasana panik di tengah banjir, anak yang malang itu terlepas dari 
gendongan
ibunya dan tercebur ke dalam air, kemudian ditemukan kembali dalam keadaan tidak 
bernyawa. "Data
tentang identitas korban serta keluarganya masih diupayakan," kata Ridwan Hasan SH.
Di kota Singkil, banjir sempat memacetkan kegiatan di berbagai sektor, termasuk di 
sejumlah kantor
pemerintahan yang tergenang. Sampai kemarin, menurut Sekwilda Aceh Singkil, di kota 
Singkil banjir
mulai menunjukkan tanda-tanda menyusut, begitu juga di sejumlah kawasan lainnya. 
Meskipun begitu
masyarakat diingingatkan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadi banjir susulan.
Selain mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, Pemda Aceh Singkil juga mengajak 
masyarakat untuk
membersihkan saluran, dan dalam masa panik Pemda telah meluncurkan bantuan sejumlah 
setengah ton
beras. Selain itu diterima juga bantuan 100 kg beras dari Himpunan Nelayan (HNSI) dan 
100 kg dari
Camat Singkil, serta bantuan dari masyarakat.
Beberapa hari yang lalu, Bupati Makmursyah Putra SH mengunjungi sejumlah lokasi banjir 
yang
memungkinkan dijangkau bersama Sekwilda Ridwan Hasan SH, Asisten II Abu Dardak SE, 
Kadis PU
setempat, Ir Azmi, yang dibantu LS Peduli Singkil dan Pemuda Muhammadiyah.
Dijelaskan, Pemda Aceh Singkil sangat berterima kasih kepada LSM Peduli Singkil yang 
telah ikut
memberikan bantuan, seperti menghimpun data dibalik bencana banjir dibawah koordinasi 
Asisten II Abu
Dardak SE dan Camat Drs Azmi. "Untuk selanjutnya, kita sangat mengharapkan bantuan 
dari Gubernur dan
Dinas Sosial Aceh," kata Ridwan Hasan SH.
Blangpidie
Sementara itu, sejumlah desa di tiga kecamatan di Wilayah Blangpidie Minggu (5/12) 
juga tergenang
banjir. Menurut pantauan, belasan desa di ketiga kecamatan tergenang dengan ketinggian 
mencapai
0,5 - 1 m. Antara lain, Desa Pawoh, Padang Pawoh, Pulau Kayu, Ujung Padang, Iku Lueng, 
Kuta Kuala,
Ie Mameh, Cot Jirat. Di sepanjang pinggiran jalan lintas Blangpidie-Kuala Batee, air 
terlihat
menggenangi rumah-rumah penduduk. Banjir terjadi menyusul hujan lebat selama beberapa 
jam.
Menurut Keucik Alue Pisang, Krueng Batee, Abdul Rahman, banjir timbul akibat limpahan 
air sungai
Alue Pisang dan Krueng Batee yang tumpah ke Kuala Susoh.
Genangan ini, menurut Abdul Rahman, bisa diatasi kalau saja air sungai Krueng Batee 
dialirkan ke
sungai Alue Pisang sehingga Kuala Susoh tidak terganggu. Selain itu, genangan timbul 
akibat
pendangkalan sungai, baik di kawasan hulu maupun di muara karena pengaruh pasang 
laut.(ma)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 9 Dec 1999 jam 02:22:32 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke