---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- AGAM Meureuhom Daya tak Mengobar Perang Serambi-Banda Aceh Angkatan Perang Gerakan Aceh Merdeka (AGAM) Wilayah Meureuhom Daya, Lamno, Aceh Barat, menyatakan membatalkan rencana penyerangan atau pengobaran perang terhadap anggota TNI/Polri di wilayah itu. Pembatalan ini sebagai upaya menjaga kesucian Ramadhan sebagaimana permintaan ulama dan tokoh masyarakat. "Kami menghormati dan menghargai imbauan ulama dan tokoh masyarakat itu sepanjang pihak TNI/Polri tidak mengganggu dan menindak masyarakat secara kasar," kata juru bicara AGAM Wilayah Meureuhom Daya, Abu Tausi kepada Serambi melalui telepon tadi malam. Permintaan ulama itu dilakukan menyusul surat terbuka Panglima AGAM Wilayah Meureuhom Daya, Abu Arafah, yang menantang aparat TNI/Polri untuk berperang secara terbuka melawan pasukan AGAM di sebuah tempat yang jauh dari pemukiman penduduk. Ajakan perang itu, menurut Abu Tausi, keluar karena warga masyar- akat di wilayah Lamno terlalu sering mendapat perlakuan kasar dari aparat. Dan, terhadap perlakuan itu, katanya, Abu Arafah mengaku sudah sangat jengkel dan tak sabar lagi. Seorang tokoh ulama Lamno Tgk Abdullah Ibrahim, menyatakan masyarakat sangat gelisah membaca surat tantangan dari AGAM yang menyatakan akan menyerang pihak TNI bila mereka tak mau menantang AGAM Meureuhom Daya di Gunong Mah, Kecamatan Jaya. AGAM, kata Abu Tausi, menghargai dan menaati permintaan ulama asalkan pihak TNI/Polri tidak lagi mengganggu masyarakat. Kalau tindakan-tindakan kasar masih tetap dilakukan maka permintaan ulama itu akan dipertimbangkan kembali. "Ulama adalah tempat kita belajar dan selalu menjadi panutan dalam kehidupan sehari-hari, karena itu kami sangat menghargai mereka," katanya. Bukan AGAM Sementara itu, Juru Penerangan Wilayah Peureulak, Abu Nidal melalui relis yang dikirimkan ke Serambi tadi malam memberitahukan kepada bangsa Aceh dan masyarakat dunia internasional, apa yang terjadi di Peureulak, Selasa lalu bukanlah kerja dari pihak AGAM. Kerja tersebut murni dilakukan oleh provokator untuk menciptakan suasana yang kacau/balau, dan menginginkan penerapan darurat militer di Aceh sehingga mereka lebih leluasa untuk membunuh. Dalam siaran pers-nya Abu Nidal juga membantah pernyataan Menlu Alwi Shihab yang mengatakan Pihak GAM tidak membuat huru-Hara dalam menyambut HUT GAM karena mereka menyadari bahwa perjuangan mereka separatis dan tidak mendapat dukungan politik dunia internasional serta tidak berkesudahan/sia-sia. "Pernyataan Alwi Shihab itu adalah dusta dan bohong, karena bangsa Atjeh adalah bangsa yang cinta keamanan dan perdamaian. Bangsa Atjeh adalah bangsa yang menghormati norma-norma hukum internasional bukan seperti rezim kolonialis Indonesia-Jawa yang lebih mengutamakan cara kekerasan, kebrutalan, banditisme dalam menangani setiap penyelesaian permasalahan yang terjadi serta bertindak tidak profesionalisme dalam menjalankan tugas. (tim) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 9 Dec 1999 jam 02:21:57 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
