---------------------------------------------------------- FREE Subscribe/UNsubscribe Indonesia Daily News Online go to: http://www.indo-news.com/subscribe.html - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - FREE - Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- SMUR : Pimpinan Negara-Negara Asean Tak Pahami Kondisi Aceh BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Selasa, 14/12). Kampanye kasus HAM Aceh dan referendum ke dunia internasional hingga saat ini masih terus digalakkan oleh Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR-Aceh) dalam upaya memberikan informasi yang objektif kepada masyarakat internasional terhadap persoalan Aceh, setelah melakukan kampanye di Amerika Serikat dan beberapa negara eropah, kini SMUR Aceh melakukan kegiatan kampanye Aceh di Inggris. Aguswandi. BR, Juru Bicara Politik dan Hubungan Internasional SMUR Aceh kepada Redaksi Radio Nikoya-FM dari London, semalam, mengatakan, "sangat tidak beretika negara-negara ASEAN itu, kalau demi menghormati integritas Indonesia dengan membiarkan kondisi di Aceh berada dalam situasi paling buruk, saya yakin betul negara-negara didunia punya komitmen untuk menciptakan perdamaian di Aceh, dan tidak menginginkan kondisi kemanusiaan yang buruk terus terjadi di tanah rencong, dan yang harus dipahami oleh banyak negara saat ini bahwa kondisi damai tersebut di Aceh akan tercipta kalau secepatnya referendum seperti yang dituntut rakyat Aceh segera dilaksanakan, hal ini yang tidak dipahami oleh pemimpin negara-negara di Asean. " tutur Aguswandi ketika menjadi pembicara tunggal dalam Diskusi Aceh di SOAS University, London Inggris, (Minggu, 7/12) lalu saat menjawab pertanyaan salah seorang peserta tentang tidak adanya dukungan negara ASEAN terhadap Aceh, seperti pernyataan para kepala Negara ASEAN beberapa saat yang lalu, pasca konferensi tingkat tinggi negara Asean. Aguswandi. BR, mantan sekjen SMUR Aceh ini, menambahkan, " Hal ini lah yang sebenarnya tidak dipahami oleh pemimpin negara-negara di Asean itu. Saat ini banyak pihak mendapat informasi sepihak saja tentang Aceh, dan tidak ballance dengan realitas rakyat di Aceh. Presiden Gus Dur memang sangat gencar melakukan pendekatan dengan banyak pihak di tingkat Internasional, sehingga banyak pihak yang tidak melihat kasus Aceh secara utuh dan demokratis. Kita sangat sepakat dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris, James Cook, bahwa setiap kebijakan luar negeri harus berdimensi Etik" lanjut Agus, dalam sebuah diskusi yang bertema "Referendum for Aceh, the Disintegration of Indonesia ?" dan dihadiri oleh banyak peserta yang sangat tertarik dengan maraknya tuntutan referendum oleh rakyat Aceh. Bahkan beberapa guru besar dari salah satu universitas terkenal di Inggris tersebut sangat intensif mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang kondisi terakhir yang terjadi di Aceh. Diakhir penutupan diskusi itu diungkapkan sebuah pernyataan, bahwa kalau diajukan pilihan, "demokrasi atau nasionalisme", maka demokrasi adalah pilihan yang lebih tepat untuk rakyat Aceh, kata mereka. Kampanye SMUR tentang kasus Aceh di Inggris masih berlanjut beberapa hari sebelum bertolak melanjutkan kunjungan ke Belanda dan negara-negara di Asia lainnya. Selama di Inggris selain diundang menjadi pembicara dibeberapa perguruan tinggi, SMUR Aceh juga mengadakan kunjungan ke Parlemen Inggris, disana Aguswandi BR di terima langsung oleh para anggota parlemen serta seorang anggota yang dikenal paling radikal dari partai buruh , yaitu, Jeremy Corbyn MP (anggota Majelis rendah/House Of Common yang juga ketua "Liberation". red). Selanjutnya kemarin Aguswandi juga di undang untuk berkunjung ke kantor pusat Amnesty Internasional guna mempresentasikan kondisi kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang terus terjadi di Aceh semasa DOM maupun pasca DOM. (Tim). News Division RADIO NIKOYA 106.15 FM Banda Aceh Hit Radio Station Jaringan Radio Independen Unesco-PBB http://www.nikoyafm.dk3.com http://come.to/nikoyafm Fax : +62.651.21071 ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 14 Dec 1999 jam 02:27:21 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
