----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

SMUR Protes Kekerasan di Bundaran Sp Lima

Serambi-Banda Aceh
Sekitar 30 aktivis Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR), Selasa (14/12) petang, 
memprotes
berbagai tindakan kekerasan terhadap rakyat Aceh lewat sebuah aksi unjukrasa di 
Bundaran Simpang
Lima, Banda Aceh. Aksi yang digelar menjelang buka puasa itu, mengundang perhatian 
ribuan warga kota
yang lalu-lalang di Bundaran yang tak pernah sepi itu.
Dengan mengusung berbagai poster sambil mengelilingi bundaran, mereka mengatakan di 
bulan Ramadhan
masyarakat butuh ketenangan untuk menjalankan ibadah puasa. Suasana ini tidak tercipta 
akibat
arogansi aparat yang melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap rakyat dan mahasiswa.
Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Sekjen SMUR, Tarmizi MSI disebutkan, 
penembakan
masyarakat, mahasiswa, dan pekerja kemanusiaan di Peureulak, Aceh Timur, merupakan 
tindakan yang
tidak bermoral dan telah menginjak- injak harga diri manusia. Apalagi pembantaian itu 
tidak
mempunyai alasan yang jelas dan di saat umat Islam di Aceh menjalankan ibadah puasa.
"Begitu juga pengepungan Matangglumpangdua, sikap aparat yang menembak tiga anggota 
HMI yang baru
pulang dari Kongres HMI di Jambi, pembakaran toko dan rumah penduduk yang terjadi di 
bulan suci
Ramadhan di Batee Iliek, merupakan tindakan yang tidak berm- oral," katanya. 
Berdasarkan tindakan
tersebut, SMUR mengutuk tindakan aparat tersebut.
Pada bagian lain, demi keamanan dan ketenangan rakyat Aceh dalam menjalankan ibadah 
puasa, SMUR
mendesak Presiden RI untuk menye- rahkan keamanan Aceh pada rakyat dan menarik seluruh 
pasukan baik
TNI/Polri dari Aceh. Karena menurut SMUR keberadaan aparat keamanan bukan membuat 
aman, tetapi
membuat Aceh semakin kacau.
SMUR juga mendesak Kapolda Aceh untuk mengusut pelaku penembakan mahasiswa di depan 
Mapolsek
Peusangan. Kepada semua pihak diminta untuk menjaga kesejahteraan dan kepentingan 
rakyat dengan
mengh- entikan semua bentuk kekerasan.
Saat berlangsung aksi tersebut, bundaran Simpang Lima mengalami macet total. Para 
relawan mahasiswa
berusaha mengatur arus lalu- lintas. Tetapi karena warga umumnya mau tahu keadaan 
hampir seluruh
pengemudi memperlambat kendaraannya.
Bahkan, ada sebagian pengemudi yang langsung memarkir kendaraan dan mendekati bundaran 
Simpang Lima.
Keadaan kemacetan itu segera teratasi setelah sekitar enam anggota Polantas turun 
membantu mengatur
arus lalu-lintas.(ism)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Dec 1999 jam 07:19:10 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke