----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Terencana, pembakaran kompleks Doulos Cipayung -

Pelaku penyerangan yang membakar kompleks Doulos, panti pengobatan dan
rehabilitasi korban narkoba, diduga keras merencanakan aksinya secara
matang. Hal itu diindikasikan dengan dirobohkannya satu sisi pagar tembok
kompleks itu oleh pelaku untuk mencegah api menjilat rumah penduduk.

"Tembok pagar pembatas yang dekat dengan rumah penduduk dirobohkan.
Tampaknya, mereka tak ingin api ikut merembet ke rumah penduduk," kata
Dading Rasuli, Humas Yayasan Doulos, Kamis ini kepada satunet.com.
Sebagaimana diberitakan Rabu malam, kompleks rehabilitasi di Jl Tugu,
Cipayung, Jakarta Timur itu dibakar massa.

Menurut dia massa yang mengepung kompleks itu kemungkinan datang sejak pukul
18:30 WIB, Rabu. Namun, hal itu baru diketahui setelah pukul 19:00 WIB, dan
15 menit kemudian mulailah terjadi pengrusakan dan pembakaran. Dia
memperkirakan, massa yang banyak mengenakan pakaian putih dan hitam itu
jumlahnya ribuan. Indikasinya, kompleks seluas 2,7 hektar itu rapat
dikelilingi massa yang marah dengan mengacung-acungkan senjata tajam.

Tindakan brutal massa diawali dengan membakar sebuah Vespa biru yang ada di
kompleks itu. Lalu, pintu-pintu ke luar kompeks pun mereka tutup. Tak lama
kemudian mereka membakar bangunan yang ada di kompleks itu. Polisi baru
datang sekitar pukul 21:30 WIB setelah keadaan parah. Namun polisi yang
jumlahnya hanya tiga orang itu dilukiskan tidak bisa berbuat apa-apa karena
dibawah ancaman massa.

Sebelum kejadian ini Dading mengaku pihaknya beberapa kali menerima ancaman
dari luar, baik berupa selebaran maupun telepon gelap. Selebaran pernah
mereka terima antara lain dari apa yang menamakan diri Front Sabili. Namun
ia tidak menghubungkan kasus ini ada kaitannya dengan front itu. "Ancaman
terakhir kami terima akhir November lalu," katanya.

"Ini bukan pertentangan Islam dan Kristen. Memang ada yang teriak Allahu
Akbar, tapi itu tak mendapat sambutan," katanya. Sekalipun mendapat cobaan
berat, Doulos berkeinginan tetap melanjutkan amal usahanya.

Dari kejadian ini Polda mengevakuasi sejumlah pasien, sementara 56 orang
lainnya diungsikan pihak Doulos ke suatu tempat lain. Sebanyak 14 orang
mengalami luka-luka dan dirawat di UKI, dan seorang meninggal dibawa RSCM.
Pihak Doulos sampai kini tidak mengetahui bagaimana nasib 205 orang penghuni
lainnya.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 03:56:02 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke