---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Setelah Diserbu, Doulos Mengadu Ke DPR Penyerbuan dan pembakaran Wisma Doulos di Cipayung, Jakarta Timur, diisukan erat kaitannya dengan isu yang menyebutkan bahwa di Wisma Doulos telah berlangsung kegiatan penyebaran agama tertentu. Namun pihak Doulos membantah tuduhan itu. Malahan ratusan pegawai dan pengurus Yayasan Doulos, Kamis (16/12/1999) pukul 11.00 wib berbondong-bondong mengadu ke DPR. Isu bahwa Wisma Doulos melakukan kegiatan penyebaran agama tertentu itu sebenarnya sudah beredar sejak beberapa bulan lalu. Wisma Doulos tak hanya dituduh melakukan penyebaran agama saja, tetapi juga dituduh menyebarkan pemakaian narkoba terhadap pasien yang justru sedang direhabilitasi di rumah sakit yang ada di kompleks Wisma Doulos. Adanya tuduhan itu pihak Wisma Doulos membantah. Penasihat Yayasan Doulos, Nusreimas ketika dikonfirmasi saat berada di gedung DPR menyatakan, tuduhan itu terlalu naif. Ia juga membantah telah melakukan kegiatan konversi agama. Menurut dia, sah-sah saja jika pihaknya melakukan pembinaan iman terhadap umatnya. "Itu kan bebas dilakukan semua agama di Indonesia," ujar dia. Sedangkan tuduhan menyebarkan Narkoba, Nusreimas menyatakan, sebelum Narkoba menjadi isu nasional, Doulos sudah melakukan rehabilitasi terhadap korban-korbannya. Nusreimas mengatakan usaha rehabilitasi itu dirintis dengan satu dua ruangan yang perlahan-lahan diperbesar hingga seperti sekarang. Nusreimas berada di DPR bersama sekitar 300 orang pegawai dan pengurus Yayasan Doulos. Mereka datang untuk mengadukan penyerangan dan pembakaran Wisma Doulos Rabu malam (15/12/1999). Akibat penyerangan ini seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi Doulos tewas kena bacok. Ratusan orang itu tiba pukul 10.30 WIB. Kedatangan mereka bersamaan dengan sidang paripurna DPR yang menghadirkan beberapa menteri Kabinet Gus Dur. Mereka langsung naik ke balkon ruang Nusantara III dan mengikuti rapat tersebut bersama puluhan wartawan yang hadir di situ. Nusreimas mengatakan mereka datang untuk mengadukan tindak kriminal pembunuhan, perampokan dan pembakaran yang mereka alami. "Kalau tidak mengadu ke wakil rakyat, kami harus mengadu ke mana lagi," ujar Nusreimas. Nusreimas mengaku tidak menyangka akan terjadi aksi massa sebrutal itu. "Apalagi ini dalam suasana bulan Ramadhan, menjelang Natal dan Lebaran," ujar dia. Nusreimas mengaku telah mendapatkan teror-teror dan ancaman sejak September 1999. "Tapi itu semua sudah diselesaikan baik-baik di Kantor Walikota," ujar dia.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 03:58:15 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
