----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

DI BULAN SUCI RAMADHAN BANYAK KORBAN KEKERASAN
SPANDUK ANTI MILITER DIGELAR MAHASISWA ACEH

BANDA ACEH, Radio Nikoya-FM (Kamis, 16/12).
Aksi tindakan kekerasan terhadap rakyat sipil dan relawan mahasiswa di Aceh pada bulan 
suci ramadhan
kali ini tak juga berhenti, banyak pihak kecewa terhadap berbagai peristiwa tersebut 
yang sama
sekali tidak menghormati kegiatan ibadah puasa masyarakat di Serambi Mekkah. Sementara 
itu pejabat
daerah tak mampu berbuat apa-apa kecuali hanya diam seribu bahasa menyaksikan 
rakyatnya menjadi
korban satu persatu, ketidak berdayaan pejabat sipil di Aceh melindungi rakyatnya sama 
saja seperti
semasa rezim orde baru, walaupun kini rezim di pusat sudah berganti dan lebih 
demokratis, namun
sayangnya kebanyakan pejabat-pejabat di Aceh itu memang masih warisan rezim orde baru 
yang tak mampu
membuat kebijakan apapun untuk mencegah tindak kekerasan yang terjadi terhadap 
masyarakat sipil
tanpa ada petunjuk dari pusat. "Makanya tidak mengherankan lagi jika pasca DOM ini, 
semakin banyak
rakyat yang menjadi korban kekerasan, mungkin karena hingga kini pejabat pemerintah 
itu masih saja
menunggu petunjuk pusat yang tak kunjung tiba, sehingga tak bisa mengeluarkan 
kebijakan untuk
menghentikan kekerasan itu", tutur Tarmizi. Msi, Sekjen Solidaritas Mahasiswa Untuk 
Rakyat
(SMUR-Aceh) kepada Radio Nikoya-FM, Kamis (16/12) siang di depan Mesjid Raya 
Baiturrahman Banda
Aceh.

Kotamadya Banda Aceh sejak Rabu (15/12) pagi kembali disemarakkan dengan aksi 
demontrasi Mahasiswa
Aceh terhadap tindakan kekerasan militer pada masyarakat sipil dan relawan kemanusiaan 
pasca Sidang
Umum Masyarakat Pejuang Referendum (SU-MPR Aceh) 8 November lalu hingga kini. Mereka 
melakukan aksi
protes itu di bundaran Simpang Limoeng, pusat kota Banda Aceh dengan menggelar poster, 
selebaran dan
spanduk anti militer. Oleh SMUR Aceh aksi itu masih dilanjutkan pada hari Kamis dalam 
bentuk
kegiatan berjudul "Tenda Keprihatinan Mahasiswa Aceh Terhadap Kekerasan Militer - 
edisi Ramadhan".
Menurut Tarmizi, "aksi damai Tenda Keprihatinan Mahasiswa terhadap Kekerasan 
Militer-Edisi Ramadhan
ini akan kami gelar selama empat hari sejak hari ini di depan mesjid raya 
Baiturrahman, kegiatan
kami berupa pemasangan spanduk-spanduk anti militer dan anti kekerasan serta pameran 
foto-foto
korban kekerasan pasca pencabutan DOM tahun 1998 hingga kini, masyarakat Aceh dapat 
melihat sendiri
penderitaan saudara-saudaranya diluar kota Banda Aceh selama ini, melalui foto-foto 
itu, sembari
kami juga menghimpun berbagai bantuan sumbangan bahan pangan dan pakaian dari 
masyarakat untuk
korban pembakaran rumah-rumah penduduk di Aceh Utara dan Pidie baru-baru ini, kami 
mahasiswa Aceh
memprotes keras perlakuan militer terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan pada 
kasus penyiksaan
relawan kemanusiaan di Peureulak-Aceh Timur, kasus penembakan mahasiswa di Matang 
Geulumpang
Dua-Aceh Utara, kasus penambakan mahasiswa di kota Lhokseumawe-Aceh Utara dan kasus 
pembakaran
rumah-rumah penduduk di Pusong-Aceh Utara serta Batee Iliek-Pidie", kata Tarmizi.

Sekjen SMUR Aceh yang baru ini juga menuturkan tuntutan mahasiswa Aceh dalam aksi 
tersebut, "untuk
yang kesekian kalinya, kami kembali mendesak Presiden Gus Dur untuk segera menarik 
seluruh militer
dari Tanah Rencong yang telah mengancam dan mengusik ibadah umat Islam Aceh dibulan 
suci ramadhan
ini, mendesak Presiden untuk segera mengusut tuntas pelaku penembakan terhadap 
mahasiswa Aceh di
Lhokseumawe dan Matang Geulumpang Dua serta pelakunya segera diadili sesuai dengan 
hukum yang
berlaku, sealin itu kami himbau kepada semua kelompok yang bersengketa agar bersabar 
dan
menghentikan segala bentuk tindakan kekerasan kepada rakyat serta tolong hormati bulan 
suci ramadhan
ini, jangan ada darah yang tumpah dibulan suci ini", tambahnya.

Dalam aksi damai Tenda Keprihatinan Mahasiswa Aceh itu, tampak menarik banyak 
perhatian masyarakat
ibukota Propinsi Daerah Istimewa Aceh yang menyaksikan pameran foto-foto tindak 
kekerasan yang
digelar oleh SMUR Aceh, mulai dari foto tragedi berdarah simpang KKA Lhokseumawe, 
Tragedi
pembantaian terhadap ulama kharismatik Aceh Tengku Bantaqiah bersama santrinya, hingga 
foto berbagai
kasus kekerasan yang terakhir. (Tim).

News Division
RADIO NIKOYA 106.15 FM
Banda Aceh Hit Radio Station
Jaringan Radio Independen Unesco-PBB
http://www.nikoyafm.dk3.com
http://come.to/nikoyafm
Fax : +62.651.21071

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 03:59:16 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke