----------------------------------------------------------
Visit Indonesia Daily News Online HomePage:
http://www.indo-news.com/
Please Visit Our Sponsor
http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1
-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Pertempuran di Lokasi Latihan Militer GAM
* Satu TNI dan Dua Sipil Luka
* Satu Jembatan Diledakkan, 28 Ruko Dibakar
* Seribuan Warga Mengungsi

Serambi-Matangkuli
Satu peleton Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kamis (16/12) sore, terlibat 
"pertempuran" sengit
dengan pasukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat kembali dari menggerebek lokasi latihan 
militer
gerakan bawah tanah tersebut di kawasan Desa Blang Pante, Kecamatan Matangkuli, Aceh 
Utara. Akibat
insiden itu, dua sipil dan satu TNI terluka, 28 ruko dilalap api, satu jembatan 
diledakkan serta
seribuan warga dari enam desa mengungsi ke masjid.
"Pertempuran" itu sendiri meletus di Keude Puep. Dandim Aceh Utara Letkol Inf Suyatno 
yang
dikonfirmasi dan diklarifikasi berulangkali dari sore hingga malam tadi mengatakan, 
ketika sedang
dalam perjalanan pulang dari lokasi latihan militer GAM persis di jembatan irigasi 
Keude Puep, truk
pasukan TNI diserang dengan serangkaian tembakan. Dan tiba-tiba, jembatan Keude Puep 
yang akan
dilintasi truk TNI meledak.
Berdasarkan penjelasan Dandim maupun pengakuan sejumlah penduduk, jembatan irigasi 
Alue Ubai
dimaksud porak-poranda karena ledakan bom yang telah dipasang terlebih dahulu. Karena 
ruas tersebut
merupakan satu-satunya jalan menuju lokasi latihan militer GAM.
Bersamaan dengan meledaknya jembatan tersebut, pasukan TNI berloncatan dari dalam truk 
karena
terkejut. Seorang di antaranya, Sersan Joko, menderita patah tangan kiri. Dalam 
suasana terkejut
itu, sebagian anggota pasukan terus melakukan pengejaran terhadap gerilyawan GAM yang 
setelah
melakukan serangan menghambur ke hutan. Sampai malam tadi, tidak ada satupun di antara 
gerilyawan
GAM yang tertangkap.
Menyusul peristiwa tersebut, dilaporkan, aparat keamanan melakukan penyisiran sejumlah 
desa yang
dicurigai sebagai lokasi yang dilintasi dan dijadikan tempat persembunyian gerilyawan 
GAM. Dalam
kegiatan tersebut, dikabarkan, sejumlah masyarakat mendapat perlakuan kurang pantas 
dari aparat.
Bahkan, dua di antaranya yang sedang berpuasa, M Harun (48) dan Sulaiman (21), 
penduduk Desa Blang
Gunci harus dilarikan ke Puskesmas Matangkuli karena menderita luka-luka serius.
Di antara suasana itu, sekitar seribuan warga dari enam desa sekitar lokasi peristiwa
berbondong-bondong mengungsi ke Masjid Besar Paya Bakong, Matangkuli, mengikuti jejak 
ratusan warga
lainnya yang lebih dahulu mengungsi begitu melihat truk aparat keamanan memasuki 
kawasan mereka
sekitar pukul 14.00 WIB.
Pengungsian itu menderas karena beberapa saat sebelumnya sejumlah rumah penduduk 
dirusak dan sekitar
28 ruko hangus terbakar. Sejauh ini masih simpang siur soal pelaku pembakaran ruko 
itu. Masyarakat
menuding aparat sebagai pelaku. Sementara Dandim mengatakan, pihaknya mendapatkan 
bukti bahwa itu
dilakukan GAM karena kabel peledak bom rakitan yang berhasil disita berada dan paralel 
dengan salah
satu ruko yang terbakar.
Melihat arus pengungsian warga yang mulai terjadi sebelum peristiwa meletus, Dandim 
memperkirakan,
serangan terhadap pasukan TNI dan peledakan jembatan irigasi Alue Ubai di Keude Puep 
telah
dipersiapkan dan dirancang sedemikian rupa. "Namun, Tuhan masih menyelamatkan pasukan 
kita," ungkap
Letkol Suyatno yang sangat menyesalkan aksi-aksi gangguan keamanan di bulan suci 
Ramadhan ini.
Secara kronologis Dandim memaparkan, sebelum aksi itu berkecamuk, satu peleton plus 
pasukan TNI --
sekitar 30 personel -- meluncur ke Desa Blang Pante, Matangkuli, karena di kawasan 
tersebut,
dilaporkan masyarakat, telah dijadikan lokasi latihan militer bagi para gerilyawan GAM.
Lokasi itu, dijelaskan Dandim, berhasil digerebek pasukannya. Namun, para gerilyawan 
GAM berhasil
melarikan diri dari tempat latihan yang berluas 80 x 120 meter di kawasan saluran 
Irigasi Alue Ubai,
sekitar 24 km dari Matangkuli.
Dari lokasi latihan GAM itu, dikatakan dandim, pasukan berhasil menyita satu unit Taft 
Hiline warna
hijau tua nomor plat polisi B 1244 CG yang di dalamnya berisikan satu unit bom 
molotov, satu aki
plus wayer sepanjang 25 meter, dua kotak mercon, satu pucuk senjata api laras panjang 
rakitan, satu
pucuk pistol rakitan, dan satu magazine M-16, serta dua kopel rem. (tim)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 04:00:30 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke