---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Aparat Obrak-abrik Rumah Masyarakat * Jamaah Tarawih Kucar-kacir Serambi-Meulaboh Pasukan Brimob yang ditempatkan di Mapolsek Sungai Mas, Aceh Barat, dilaporkan mengobrak-abrik rumah penduduk yang berlokasi di Desa Sarah Perlak, Rabu (15/12) malam, sehingga mengakibatkan warga setempat ketakutan dan terpaksa melarikan diri ke desa tetangga. Yang lebih parah lagi, aksi pengrusakan yang dibaringi dengan letusan tembakan ke udara itu mengakibat jamaah terawih di desa tetangga Sarah Perlak yakni Lancong kucar-kacir. Kapolres Aceh Barat Letkol Her Aris Sumarman yang dihubungi tadi malam membantah tentang aksi pengrusakan yang terjadi di Kecamatan Sungai itu. "Informasi itu perlu diklarifikasikan lebih selektif sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran," tandasnya. Namun, Kapolres mengakui Mapolsek Sungai Mas Rabu (15/12) malam sempat diserang kelompok tak dikenal dari jarak jauh. Tapi insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa karena seluruh anggota Brimob tetap bertahan di Mapolsek. "Tentang adanya rumah penduduk yang dirusak, saya belum menerima laporan. Saya yakin kasus itu tidak ada," kata Her Aris Sumarman. Sementara sejumlah warga Kecamatan Sungai Mas melaporkan, mereka sempat melihat langsung aksi pengrusakan sejumlah rumah dan warung di Desa Sarah Perlak yang dilakukan pasukan. Insiden itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB (Rabu 15/12). "Kami sama sekali tidak tahu kenapa aparat merusak warung dan rumah penduduk yang berlokasi di sekitar Mapolsek. Tak ada insiden penyerang Mapolsek malam itu," kata salah seorang saksi mata. Masih menurut kesaksian masyarakat, selain merusak sejumlah warung dan rumah penduduk aparat juga ikut membakar peralatan elektronik milik Nazaruddin dan sejumlah warga lainnya. "Ketika aksi itu terjadi aparat ikut melepaskan tembakan ke udara," laporan salah seorang warga lainnya. Akibat tindakan itu, masyarakat Sarah Perlak ketakutan dan malam itu langsung meninggalkan rumah dan terpaksa melarikan diri ke desa tetangga. Hingga Kamis kemarin, Desa Sarah Perlak dalam keadaan koso ng karena seluruh warga sudah hengkang ke rumah penduduk lainnya di desa tetangga seperti Lancong dan Tutut. Panglima AGAM Wilayah Meulaboh Tgk Ibrahim Syafie melalui juru bicaranya Tgk Teuku Hanalud yang menelepon Redaksi Serambi tadi malam mengatakan, aksi pengrusakan yang dilakukan aparat di Desa Sarah Perlak merupakan tindakan kekerasan yang tidak bisa ditolelir. Akibatnya, masyarakat setempat terpaksa meninggalkan desanya dan hingga Kamis (16/12) belum berani kembali ke rumah-rumahnya masing-masing. Melalui juru bicaranya, Tgk Ibrahim Syafie membantah tentang penyerangan terhadap Mapolsek Sungai Mas (15/12) malam. "Ini hanya sebuah taktik aparat untuk menakutkan masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa," tandasnya. Ditegaskannya, letusan senjata yang sengaja dilepaskan pasukan Brimob Rabu (15/12) malam sempat terdengar ke desa tetangga Sarah Perlak yaitu Lancong, sehingga membuat jamaah tarawih di desa tersebut kucar-kacir. "Tindakan pasukan Brimob itu melanggar hukum Islam dan telah mengganggu ketenangan masyarakat yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan," kata Panglima AGAM Wilayah Meulaboh sebagaimana disampaikan juru bicaranya Tgk Teuku Hanalud. (tim) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 04:00:56 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
