---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Wakapolres Dihadang, Empat Orang Tertembak *Kapolres: Penembak di Blang Pulo GBPK Serambi-Bireuen Rombongan Wakil Kapolres Aceh Utara Mayor Pol Drs Eko Para SS yang disertai Letkol Pol Andof serta beberapa anggotanya dihadang kelompok bersenjata di kawasan Batee Geulungku, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, Kamis (16/12) petang. Dalam insiden tersebut, dua anggota brimob tertembak, dan dua warga sipil juga mengalami nasib yang sama. Keterangan yang dihimpun Serambi menyebutkan, penghadangan terhadap rombongan Wakapolres Aceh Utara, terjadi di kawasan Jalan Negara Batee Geulungku, sekitar pukul 16.15 WIB. Lokasi penghadangan itu, dinilai cukup strategis, karena sisi jalan raya itu dipenuhi semak belukar. Penghadangan berawal, ketika Wakapolres yang mengendarai mobil dinas, dan disertai satu truk pengawalnya, baru pulang dari Markas Brimob Batee Iliek. Kehadiran orang nomor dua di Polres Aceh Utara di Batee Iliek itu dalam rangka memberi pengarahan, sekaligus membawa teknisi (komlek) untuk memperbaiki perangkat radio di markas brimob Batee Iliek. Ketika melintasi kawasan Batee Geulungku, tiba-tiba mereka mendapat serangan dari pihak lain. Dalam insiden tersebut, Wakapolres dan Letkol Pol Andof, yang disebut-sebut ahli telekomunikasi itu, dikabarkan luput dari tembakan penyerangnya. Namun dua anggotanya, masing-masing Sertu Ridwansyah (27), dan Sertu Oki Junaidi (23) tertembak di bagian kakinya. Mendapat serangan dadakan itu, pasukan brimob yang mengawal wakapolres, langsung membalas serangan, dan sempat terjadi tembak menembak beberapa saat, sebelum aparat kembali ke Lhokseumawe. Kapolres Aceh Utara Letkol Pol Drs Syafei Aksal kepada Serambi tadi malam menyatakan, kehadiran wakapolres ke Batee Iliek untuk memberi pengarahan kepada personil brimob, agar bertindak simpatik dalam melaksanakan tugasnya. Namun, sepulang dari Batee Iliek mendapat serangan dari kelompok bersenjata, dan dua anggotanya tertembak di bagian kakinya. "Sudah kebiasaan, setelah menyerang langsung lari ke hutan," papar kapolres. Empat Tertembak Sumber Serambi di RSU Bireuen menyebutkan, dua aparat keamanan yang mengalami luka tembak sempat dirawat di rumah sakit tersebut. Keduanya, Sertu Ridwansyah dan Sertu Oki Junaidi mengalami luka tembak di bagian kakinya. Selain itu, pihak rumah sakit juga menerima korban dari kalangan sipil, yaitu H Abdullah, warga Desa Tambue, Samalanga yang tertembak di bagian telapak kaki, dan tadi malam sedang menjalani operasi. Menurut sumber Serambi, selain H Abdullah yang ditembak aparat keamanan, juga dialami seorang warga sipil lainnya. Namun, belum diketahui identitasnya, karena korban yang tertembak peluru aparat di bagian bahu, dikabarkan dirawat di Puskesmas Simpang Mamplam, Samalanga. Korban Penyisiran Kedua warga sipil tersebut, ditembak aparat keamanan setelah terjadinya aksi penyerangan terhadap rombongan wakapolres. Kedua korban ditembak aparat, menjelang buka puasa, menyusul kehadiran aparat keamanan yang melakukan penyisiran di kawasan Batee Geulungku, dan sekitarnya. Saat penyisiran itu, arus lalu lintas Jeunib-Samalanga lumpuh selama satu jam lebih. Karena bus angkutan umum tidak bisa melintasi jalan negara, mengingat sedang berlangsung penyisiran. Banyak bus angkutan umum arah Banda Aceh harus memarkirkan kendaraannya di Pandrah Jeunieb. Bahkan, di antara kendaraan tersebut, ada yang kembali lagi ke arah Bireuen. GBPK Di pihak lain, Kapolres Letkol Pol Drs Syafei Aksal memastikan bahwa pelaku penembakan Kanit Bimas Polsek Banda Sakti, Serma Abdul Gani, di Blang Pulo, Kecamatan Muara Dua, Rabu dinihari lalu, adalah anggota Gerakan Bersenjata Pengacau Keamanan (GBPK) sebutan pihak keamanan untuk GAM. Berkait dengan kasus penembakan Serma Abdul Gani, Polres Aceh Utara telah memintai keterangan sejumlah orang yang dicurigai terlibat dalam penembakan. Namun, sejauh ini kapolres belum bisa merinci jumlah keseluruhan mereka dan nama-namaya. Tetapi, satu di antaranya, disebutkan Syafei Aksal, berinitial Id. Sebelum penembakan Serma Abdul Gani terjadi, menurut kapolres, di rumah Id berlangsung rapat GBPK. Namun, ketika diperiksa di Mapolres, ia mungkir. "Saya tidak habis pikir, masakan GBPK itu tega hendak membunuh orang yang sudah dikenalinya. Serma Abdul Gani itu sehari-hari bergaul akrab dengan masyarakat. Bahkan, ia cuek terhadap urusan orang lain," ungkap kapolres. Menurut Kapolres, Allah maha besar dan menolong menyelamatkan nyawa Abdul Gani sehingga pihak kepolisian mengetahui siapa pelaku penembakan tersebut. Namun, sebagai bagian dari proses hukum, sementara ini kepolisian tetap menempatkan azas praduga tak bersalah dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan. Penembakan terhadap Abdul Gani dilakukan oleh lima pria bersenjata api. Aksi itu berlangsung pada saat korban dalam perjalanan pulang dari bertadarrus di meunasah Blang Pulo. Meski juga bersenjata api, korban sempat berusaha maksimal menghindar dari rencana penembakan yang dicurigainya berdasarkan insting. Kecuali menghindar, tetapi kelompok pelaku tetap berupaya menghabisi korban. Namun, korban meski luka-luka tetap selamat disamping sempat melepaskan tembakan balasan ke arah pelaku. Kapolres mengaku tidak habis pikir dengan sikap GBPK yang seperti tidak mau tahu dengan kesucian bulan Ramadhan. "Sebagai muslim semestinya mereka menjunjung tinggi bulan suci dan masyarakat yang ingin beribadah secara kusyuk di bulan yang penuh rahmat, berkah, dan pengampunan ini. Bukan malah membuat kekacauan dan menimbulkan ketidaktenteraman masyarakat di mana-mana," katanya.(tim) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 04:02:03 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
