---------------------------------------------------------- Visit Indonesia Daily News Online HomePage: http://www.indo-news.com/ Please Visit Our Sponsor http://www.indo-news.com/cgi-bin/ads1 -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- TNI Lakukan Penyisiran Seorang Ditangkap, Puluhan Dikasari Serambi-Sigli Puluhan anggota TNI melakukan penyisiran di kawasan Garot/Aree Kabupaten Pidie. Dalam peristiwa itu, seorang warga ditangkap dan puluhan lainnya mengaku dikasari. Sementara kondisi kawasan itu sangat mencekam dan masyarakat setempat menghentikan kegiatan di sawah, karena takut keluar rumah. Penyisiran kedua kali berlangsung Kamis (16/12) dini hari di sejumlah desa dalam wilayah Garot/Aree meliputi Kecamatan Delima dan Indrajaya. Sehingga banyak warga yang baru saja usai shalat subuh terjaring dalam penyisiran tersebut. Padahal, mereka tak tahu banyak tentang hilangnya dua anggota TNI. Warga yang ditangkap adalah Julham (22) dan Dahri (25) warga Keutapang Aree. Namun Dahri akhirnya dilepaskan. Begitupun ia sempat di puskesmas setempat karena menderita luka-luka di wajahnya yang dikatakan akibat dikasari aparat. Sedangkan warga lain yang mengaku dipukuli adalah Muliadi (20) warga Keutapang mengalami memar di bagian muka, Mukhlis (20) warga Pante Aree, dan Armansur (28) juga warga Pante Aree. Ketiga korban merupakan yang terparah dan sudah melapor ke posko mahasiswa Garot/Aree. Sementara, puluhan lainnya juga mendapatkan hadiah bogem mentah dan popor senjata. Dandim Pidie, Letkol Inf Iskandar MS menjawab Serambi, Kamis (16/12) mengatakan pihaknya tetap melakukan penyisiran sebelum kedua anggotanya yang hilang ditemukan. Menyangkut dengan adanya warga yang dikasari merupakan ekses dan resiko dari aksi penyisiran, apalagi kalau warga setempat tak bersahabat dan memusuhi aparat. Adanya seorang warga yang ditangkap, menurut Dandim Iskandar, kini sudah diamankan di Makodim untuk diminta keterangan. Menyangkut adanya warga yang dikasari aparat, menurutnya, juga tak tertutup kemungkinan. "Karena biasanya masyarakat tak pernah menghargai aparat yang sedang melakukan penyisiran. Artinya, ketika ditanya sesuatu, dijawab dengan sadis dan mengejek, sehingga membuat aparat yang sedang kecapekan marah," katanya. Hentikan Penyisiran Sementara itu mahasiswa Garot Aree meminta kepada Dandim Iskandar untuk menghentikan aksi penyisiran, demi untuk ketenangan masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Sehingga, masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk. "Kalau terus-terusan begini bagaimana Aceh bisa aman," kata Ketua Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Garot Aree (IMPGA), Sofyan Umar. Dandim Iskandar menyambut baik kalau ada pihak yang mengajak guna menciptakan Aceh, khususnya Pidie, lebih aman. Tapi, kegiatan penyisiran yang dilakukan pihaknya tak bisa dihentikan begitu saja, sebelum dua anggotanya yang hilang ditemukan. "Sampai kapan pun saya tetap perintahkan untuk melakukan penyisiran," tegasnya. Penyisiran yang dilakukan dan adanya ekses terhadap masyarakat, menurut Dandim Iskandar, jangan hanya pihaknya yang disalahkan. Supaya adil, masyarakat juga harus mengutuk perbuatan yang dilakukan GAM. "Kembalikan dulu anggota saya, setelah itu baru penyisiran dihentikan," tambahnya. Masyarakat yang berada di dua kecamatan kini merasa takut dan tak berani keluar rumah. Bahkan kegiatan di sawah pun terpaksa mereka hentikan. "Bagaimana kami ini, untuk bekerja di sawah sudah tak berani lagi. Kami sangat takut kalau aparat bersikap kasar," ungkap Sofyan M Nur, salah seorang warga.(tim) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 17 Dec 1999 jam 04:02:14 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
